Contoh dan Penjelasan Lengkap Cara Membuat Biodata Narasi


            Biodata narasi adalah riwayat hidup singkat mengenai informasi pribadi seseorang. Merujuk asal katanya yakni Biodata dan Narasi berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) bahwa arti kata biodata adalah riwayat hidup seseorang. Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) arti kata Narasi adalah pengisahan suatu cerita atau kejadian, cerita atau deskripsi suatu kejadian atau peristiwa; kisahan, atau tema suatu karya seni: -- menyajikan sebuah kejadian yang disusun berdasarkan urutan waktu.

            Ada banyak pertanyaan yang biasanya muncul dibenak penulis ketika akan membuat sebuah biodata narasi. Bagi orang-orang yang baru pertama kali mendengar kata ini tentu akan merasa bingung. Dari namanya mungkin bisa diartikan sendiri, namun tak berarti bahwa pengertian yang ditafsir dari pikiran sendiri, serta-merta benar. Kita perlu mencari tahu lewat penjelasan dan pemaparan berbagai contoh agar tidak keliru dalam menafsirkan biodata narasi. Dan yang paling penting, kita tidak akan salah dalam menuliskannya.

            Tak perlu berlama-lama, di sini kamu bisa menemukan apa yang kamu cari tentang biodata narasi karena Pojokata akan membahas sedetail mungkin. Mulai dari penjelasan hingga ke contoh-contohnya. Sebelum itu, kembali pada pertanyaan-pertanyaan yang biasanya ditanyakan oleh penulis ketika akan menulis biodata narasi, diantaranya:


1. Apa itu biodata narasi?

2. Apa fungsi dan tujuan biodata narasi itu?

3. Bagaimana contoh bentuk biodata narasi itu? 

4. Bagaimana cara membuat biodata narasi itu?

5. Bolehkah tidak membuat biodata narasi?


Seberapa Pentingkah Biodata Narasi itu?

            Biodata narasi biasanya digunakan oleh seorang penulis untuk keperluan keterangan dalam tulisan yang telah dibuat. Biodata narasi berfungsi untuk menjelaskan dan memberi tahu kepada pembaca, siapa yang menulis naskah tersebut. Sehingga, narasi sangat penting bagi sebuah tulisan. Karena biasanya, ketika naskah yang kita tulis selesai dibaca oleh pembaca, mereka akan penasaran dan muncul rasa ingin tahu tentang siapa sosok dibalik naskah tersebut. Apalagi, jika naskah yang ditulis memiliki kesan di hati pembaca atau tulisan tersebut sangat bagus, unik, dan menarik sehingga pembaca akan segera mencari tahu siapakah penulis naskah tersebut. Dapat disimpulkan bahwa keberadaan biodata narasi sangatlah penting bagi seorang penulis dan pembaca.


Biodata Narasi Biasanya Diperlukan untuk Apa Saja?

            Pertanyaan-pertanyaan seputar biodata narasi sering ditanyakan oleh orang-orang ketika akan mengikuti perlombaan menulis, ketika akan menerbitkan buku, atau ketika akan mengirim naskah tulisan ke sebuah media. Berikut ini beberapa keperluan biodata narasi:

1. Keperluan Lomba Menulis

                Sebelum mengikuti lomba menulis cerpen, puisi, atau jenis lomba menulis lainnya biasanya kita akan membaca persyaratannya terlebih dahulu. Salah satu yang harus kita lengkapi yaitu biodata narasi. Kalau sudah masuk dalam daftar persyaratan, tentunya kita harus membuat biodata narasi tersebut. Karena jika kita tidak membuatnya, kita bisa langsung gugur dalam tahap penyeleksian oleh tim juri. Biodata narasi itu penting sehingga kamu harus membuatnya.

                Keperluan biodata narasi lomba menulis cerpen, puisi, atau tulisan lain biasanya ditulis dengan paragraf yang pendek. Jumlah kata yang disyaratkan oleh pihak panitia lomba pada umumnya yakni 40-50 kata. Maksimal 50 kata saja sehingga kamu harus menuliskan biodata narasi tersebut dengan ringkas, padat, dan jelas. Meskipun singkat tapi mampu memberi tahu pembaca tentang siapa penulis.. Namun, pada syarat lomba cerpen terkadang pihak penyelenggara memberi persyaratan jumlah kata biodata narasi, 50 hingga 100 kata. Hal ini karena cerpen pada umumnya memiliki jumlah halaman yang lebih banyak dari puisi. Kesesuaian jumlah halaman patut dipertimbangkan, jika puisi ditulis hanya setengah halaman dan biodata narasi tertulis sebanyak 2 halaman maka akan terlihat ketidaksesuaian antara tulisan dan biodata narasi. Tapi jikan cerpen yang ditulis memiliki sebanyak 3 halaman dan biodata narasi hanya ditulis sebanyak 40 kata, tentu ini tidaklah menjadi aneh. Sah-sah saja, menulis kata dengan sedikit.


2. Keperluan Menerbitkan Buku

                Sebelum menerbitkan sebuah buku, entah itu novel, buku motivasi, atau buku umum biasanya kita akan membaca persyaratannya terlebih dahulu. Penerbit menyaratkan untuk melampirkan biodata penulis di akhir naskah. Kalau sudah masuk dalam daftar persyaratan, tentunya kita harus membuat biodata narasi tersebut. Karena jika kita tidak membuatnya, kita bisa langsung ditolak dalam tahap penyeleksian oleh tim editor atau penyeleksi naskah. Biodata narasi itu penting sehingga kamu harus membuatnya. Keperluan biodata narasi buku bisa sebebas mungkin. Kamu bisa menuliskannya dengan pendek saja atau malah berlembar-lembar hingga 3 halaman. Semua tergantung kepada selera penulis dalam membuat biodata narasi. 


3. Keperluan Mengirimkan Naskah ke Media

                 Sebelum mengirimkan naskah puisi atau cerpen atau jenis tulisan lainnya ke media, biasanya kita akan membaca persyaratannya terlebih dahulu. Ada media yang tidak meminta biodata penulis dan ada yang memintanya. Bentuk yang diminta juga beragam, ada yang berbentuk biodata narasi dan ada yang berbentuk biodata biasa. Kalau sudah masuk dalam daftar persyaratan wajib melampirkan biodata narasi, tentunya kita harus membuat biodata narasi tersebut. Karena jika kita tidak membuatnya, naskah bisa langsung ditolak oleh redaktur. Jika media meminta biodata narasi tersebut tentu kamu harus membuatnya.


Cara Membuat Biodata Narasi

                Ada beberapa hal yang kamu harus perhatikan sebelum membuat narasi. Ada banyak model atau gaya penulisan biodata narasi. Ada yang mencantumkan data lengkap seperti identitas diri, riwayat pendidikan, riwayat pekerjaan, prestasi, penghargaan, dan pengalaman serta perjalanan hidup. Biasanya ini ditulis pada buku-buku umum atau buku motivasi. Penjelasan ini bertujuan agar membuat pembaca semakin semangat dalam menerapkan apa yang dibacanya dalam buku motivasi. Atau buku-buku umum seperti buku tutorial, pengetahuan, dan lain-lain ini bertujuan agar pembaca mengetahui perjalanan karir penulis, siapa tahu berasal dari kota kelahiran yang sama, asal sekolah yang sama, atau bisa jadi berada di daerah tempat tinggal yang sama, dan kesamaan lainnya yang bisa membuat pembaca kenal dengan penulis. Namun, yang menjadi tujuan utamanya adalah menjelaskan, memberi tahu siapa penulis naskah tersebut sehingga pembaca bisa merasa semakin dekat dengan penulis.

Berikut ini, cara membuat biodata narasi:

1. Gunakan Sudut Pandang Orang Ketiga

                Sudut pandang orang ketiga sering muncul pada pembuatan novel atau cerpen. Dalam menulis biodata narasi, kamu juga harus menggunakan sudut pandang orang ketiga. Sudut pandang orang ketiga adalah dengan menggantikan kata saya menjadi kata 'dia'. Hal tersebut dilakukan agar biodata narasi yang dibuat tidak terkesan sombong karena di dalamnya disampaikan berbagai hobi, kemampuan atau prestasi penulis. Kalau menggunakan kata 'saya atau aku' dengan menjelaskan biodata narasinya sendiri, kamu bisa terkesan sombong.

                Setelah biodata narasi dibuat dengan sudut pandang orang ketiga, penulis terlihat memposisikan dirinya sebagai sosok yang humble meskipun memiliki banyak kemampuan dan pencapaian. Sosok yang patut dijadikan inspirasi, bukan dipandang sebagai penulis yang angkuh karena menjelaskan dirinya sendiri sebagai sudut pandang 'aku atau saya'. Selain itu, biodata narasi yang dibuat tidak seperti orang yang sedang curhat, bisa membuat pembaca bosan. Biodata narasi dengan sudut pandang orang ketiga akan membuat tulisanmu semakin menarik dan terlihat bagus.


2. Jangan Bertele-tele

Tulislah biodata narasi puisi atau cerpen dengan ringkas yakni singkat, padat, dan jelas. Artinya, isi biodata narasi cukup menjelaskan hal penting dari diri kamu yang bisa menjadi daya tarik pembaca. Jika menulis biodata narasi untuk novel dan buku ilmiah, kamu bebas menuliskannya. Jika kamu ingin menuliskan riayat pendidikan, pengalaman, profesi, serta prestasi yang pernah kamu dapatkan, tidak perlu menjelaskan cerita pengalamanmu di kelas waktu di sekolah atau pengalaman hidup yang tidak bermanfaat untuk pembaca. Jangan bertele-tele karena itu akan terasa sangat membosankan. Tulislah hal penting yang menjadi daya tarik pembaca sehingga pembaca merasa lebih dekat dengan penulis. 


3. Isi dalam Biodata Narasi

Isi yang bisa dituliskan dalam biodata narasi berbagai macam. Sesuaikan dengan hal-hal dari dirimu dengan sisi pentingkah isi yang kamu sampaikan. Berikut ini daftar hal-hal yang bisa kamu tuliskan dalam biodata narasi:

1) Nama asli, nama sapaan atau nama pena

2) Tempat dan tanggal lahir

3) Kota asal atau kota domisili

4) Motto hidup

5) Hobi atau kegemaran

6) Pengalaman menulis

7) Pengalaman kerja atau organisasi

8) Pencapaian atau prestasi

9) Cita-cita

10) Kontak penulis seperti akun Twitter, Instagram, Facebook, dan email


3. Biodata narasi untuk pemula

Penulis pemula yang baru memulai menulis biasanya mencobanya dengan mengikuti berbagai perlombaan menulis puisi atau cerpen. Dari sana, dihadapkan dengan penulisan biodata narasi. Melihat contoh-contoh pengalaman orang lain tentang biodata narasi yang telah dibuat, terkadang merasa bingung akan menulis apa karena merasa kemampuan dan prestasi belum ada karena masih pemula. Kadang kala ada yang memiliki prestasi namun kurang percaya diri untuk menyampaikannya pada orang lain lewat tulisan. 

Penulis pemula tak perlu khawatir, kamu punya keunikan sendiri dari mereka yang sudah terjun di bidang tulis-menulis terlebih dahulu. Jika kamu mempunyai kemampuan dan prestasi tapi merasa malu untuk disampaikan, maka kamu bisa tetap menuliskannya lewat sudut pandang orang ketiga pada narasi. Dan, untuk penulis yang baru saja terjun pada dunia tulis menulis, kamu tetap bisa menuliskan biodata narasi tersebut. Caranya dengan menuliskan motivasi atau motto hidupmu yang bisa membuat pembaca terkesan. Dengan begitu, biodata narasi yang kamu buat akan terlihat menarik.


Contoh Biodata Narasi

 
Tentang Penulis

Tri Ayu Andani Nasution, Lahir di Medan, 13 Januari 1997. Alumni S1 Ilmu Komunikasi Konsentrasi jurnalistik di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Menulis adalah menjejak aksara dan berbagi cerita pengalaman sehingga ia akan terus menulis. Ia merupakan Pembina Lensa Komunikasi Production. Selain menulis, ia sangat suka dunia fotografi, videografi, dan membaca novel, cerpen, serta puisi.

Saat ini, penulis berdomisili di Medan. Pembaca bisa lebih dekat dengan penulis lewat akun sosial media Instagram, Twitter, dan Wattpad @triayunst serta situs web miliknya yaitu Pojokata, www.pojokata.com.




Tentang Penulis

 

Tri Ayu Andani Nasution, S.I.Kom. Perempuan kelahiran 13 Januari 1997 ini Menamatkan Pendidikan Dasar hingga kuliah di tempat Medan, Sumatera Utara. Hobi menulis yang ia tekuni akhirnya membuahkan buku berjudul, “Komunikator Wasiat Alam” dan “Kata Tentangmu”.

Saat ini ia sedang mengelola sebuah web bernama Pojokata, www.pojokata.com. Web yang ia rintis sendiri ini membuatnya aktif mengisi berita, artikel, opini, puisi, dan berbagai jenis tulisan lainnnya sekaligus menjadi editor. Ia juga sorang script writer dan freelance writer. Selain menulis, ia sangat suka dunia fotografi, dan videografi.

Ia bisa dihubungi lewat Instagram @triayunst atau email triayunst.id@gmail.com.

 



Tentang Penulis

 

Tri Ayu Andani Nasution, Lahir di Medan, 13 Januari 1997. Alumni S1 Ilmu Komunikasi Konsentrasi jurnalistik di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Ia juga merupakan penerima beasiswa Bank Indonesia yang tergabung dalam komunitas Generasi Baru Indonesia Sumatera Utara (GenBI Sumut). Aktif dalam kepengurusan komunitas dan organisasi lantas tak membuatnya lupa akan hobi dan impiannya. Selain menulis, ia sangat suka dunia fotografi, videografi, menjelajah alam, mendengarkan musik, menghayal, dan membaca novel, cerpen, serta puisi.

Hobi menulis yang ia tekuni sejak duduk di bangku SD membuatnya telah memenangkan beberapa perlombaan menulis tingkat nasional dan membuahkan beberapa karya yang dimuat di majalah hingga buku cetakan nasional.

            Selain itu, beberapa karyanya pernah terbit dalam buku antologi puisi seperti Hujan di Langit Senja, 30 Puisi Terbaik, Refleksi, dan Sajak Topeng Kepalsuan. Saat ini, penulis berdomisili di Medan. Pembaca tidak perlu sungkan untuk menyapa dan berkenalan dengan penulis karena penulis sangat ramah dan aktif dalam menggunakan media sosial. Pembaca bisa lebih dekat dengan penulis lewat akun sosial media Instagramnya @triayunst dan Gmail, triayuandaninasution@gmail.com.


Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Contoh dan Penjelasan Lengkap Cara Membuat Biodata Narasi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel