Cara Investasi Cryptocurrency untuk Pemula

Konten [Tampil]
Cara Investasi Cryptocurrency untuk Pemula

Investasi cryptocurrency sedang hangat dibicarakan belakangan ini. Ada banyak orang yang membahas crypto dengan cara membagikan informasinya di media sosial. Kalau kamu pemula yang baru saja ingin terjun ke dunia cryptocurrency ini, maka kamu wajib baca Cara Investasi Cryptocurrency untuk Pemula ini.

Bagi orang yang baru tahu tentang crypto mungkin akan bertanya-tanya, apa sih crypto itu? Bagaimana cara investasi cryptocurrency? Apa saja kelebihan dan kekurangan crypto? Dan tips-tips seputar crypto? Daripada bingung dan salah menafsirkan tentang cryptocurrency, lebih baik kita simak penjelasan di bawah ini.

Cryptocurrency atau crypto (kripto) adalah jenis mata uang digital atau bisa disebut virtual yang membuatnya tidak mungkin dipalsukan atau digandakan karena sudah dijamin oleh kriptografi. Cryptocurrency ini menjadi aset digital dan tidak bergantung kepada bank daam melakukan verifikasi transaksi. 

Kripto mulai masuk dalam salah satu materi ujian CFA tahun lalu. Artinya, dunia keuangan global sudah mengakui kripto sebagai salah satu Asset Class.

Idealnya, 10% dari aset kita. Misal, aset kita 100 juta. Maka, 10 jutanya (10%nya) kita taruh ke instrumen diversifikasi. Dulu, yang namanya diversifikasi hanya emas dan U$D tapi sekarang kripto sudah menjadi bagian di dalamnya. 

Kali ini, tulisan yang Pojokata sampaikan dilansir dari berbagai sumber. Salah satunya dari YouTuber Felicia Putri. Artikel ini menyampaikan beberapa informasi yang sudah Pojokata rangkum. 

Berikut ini Cara Investasi Cryptocurrency untuk Pemula dengan Mudah:

1. Buka rekening crypto

Silakan buka rekening crypto di exchange yang terdaftar dan diawasi oleh pemerintah lewat BAPPEBTI (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Kokoditi). Jadi, crypto ini dianggap sebagai komoditas, sehingga diregulasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan). 

Saat ini, ada 13 exchange yang terdaftar dan diawasi oleh BAPPEBTI. Kalau diibaratkan saham, exchange ini seperti sekuritas. Jadi, saham dan crypto yang dibeli itu sama tapi tempat belinya, exchange-nya saja yang berbeda. Dari 13 exchange ini kita akan coba krucutkan dan mulai membandingkan fitur-fiturnya.

Pada dasarnya, dari 13 exchange ini yang paling mudah dimengerti dan paling User Friendly yaitu PINTU tapi koin yang bisa kita beli itu terbatas dan fee-nya lumayan tinggi lewat spread-nya. Sedangkan, yang paling lengkap yaitu BINANCE karena paling advance, paling lengkap fiturnya, koinnya lengkap, fee-nya juga paling murah. Tapi, kurang user friendly karena tampilannya susah dimengerti untuk pemula. 

Jika diperhatikan, fiturnya terlalu banyak dan binance ini belum diregulasi oleh BAPPEBTI. Tapi, jangan khawatir karena binance ini merupakan exchange terbesar di dunia yang punya anak usaha di Indonesia dengan nama Tokocrypto. Tokocrypto ini koinnya banyak, fee-nya bersahabat, dan secara tampilan UI/UX-nya mudah dimengerti.  

Di Indonesia sendiri, yang paling terkenal adalah INDODAX karena koinnya banyak, fee transaksi sedikit lebih tinggi jika dibandingkan dengan Tokocrypto, binance, maka fee transaksinya sedikit lebih tinggi. 

Cara Investasi Cryptocurrency untuk Pemula Pakai Tokocrypto:

1. Download, Daftar, dan Buka Rekening Crypto

Caranya cukup mudah, kalian tinggal buka playstore di Android atau di IOS dan cari Tokocrypto. Lalu, sign up dengan email dan password. Kalian juga bisa masukkan kode referal teman kalian jika ada. Adapun keuntungan yang bisa didapatkan yaitu 5% dari setiap transaksi yang Sobat Pojokata lakukan. 

Tapi, walupun akunnya sudah terbuka, setelah kalian sign up melalui email dan pasword, kalian harus verifikasi data diri dengan KTP dan data lainnya. Hal ini dilakukan agar kalian bisa deposit dan langkah yang selanjutnya dilakukan setelah rekeningnya sudah terbuka yaitu kalian harus deposit uang ke rekening crypto kalian. Hal ini tentu dilakukan saat kalian mau beli dan tentunya kalian harus memiliki deposito uang. 

2. Deposit Uang

Selanjutnya, klik bagian wallet, lalu klik deposit  dan tap IDR. Lalu, kalian bisa pilih transfer ke rekening vitual account Mandiri atau Permata Bank. Hanya bisa melalui dua rekening tersebut karena pilihannya hanya itu saja.

3. Beli Crypto Pertama

Cara beli crypto pertama sama dengan cara saat kita beli saham pertama. Kalau biasanya saham pertama yang kita beli adalah saham yang big cap yang kita kenal. Begitu juga dengan crypto ini. Sebelumnya, beli dari top 5 market cap saja terlebih dahulu atau 5 koin yang punya nilai paling besar di seluruh jagat crypto di dunia. 

Jika kita perhatikan salah satu website bernama coinmarketcap.com. Website ini memberikan informasi tentang crypto paling lengkap. Adapun top 5 koin yang paling unggul diantaranya bitcoin, ethereum, binance coin, dogecoin, dan XRP. 

Buat kalian yang baru mulai investasi crypto dari 0, lebih baik mulai dari koin top 5 yang ada di market cap ini.  Adapun cara membelinya yaitu:

1. Klik tap market 

2. Cari misalnya koin binance coin

Nanti akan muncul banyak pilihan seperti BNB/BIDR, BNB/ BTC, BNB/ BUSD, BNB/ DAI, BNB/ ETH, BNB/ USDT, ALGO/BNB, ANOR/BNB, AVAX/BNB, BAKE/BNB, BAND/BTC, BCH/BNB, BTT/BNB. 

Jika diperhatikan, BNB memiliki jenis yang berbeda di belakangnya, ini dinamakan currency (mata uang yang harus kita punya) agar kita bisa beli koin seperti BNB ini misalnya. 

Contohnya saja ketika kita sudah deposit sejumlah uang dan jadi BIDR. Nah, BIDR ini bisa digunakan untuk membeli BNB/BIDR. Jika kita menggunakan cara tersebut maka pembelian berhasil dilakukan. Namun, jika kita ingin membeli BNB/DAI, maka kita harus beli DAI terlebih dahulu. Nah, karena kita tidak punya DAI di wallet kita maka kita tidak bisa beli BNB/DAI ini. Transaksi tidak akan berhasil dilakukan jika kita tidak punya DAI.

Sekadar informasi, ada koin-koin tertentu yang tidak bisa dibeli oleh BIDR, tapi bisa dibeli dengan USDT. Jadi, kita harus menukar BIDR kita ke USDT terlebih dahulu. Kita harus beli USDT/BIDR terlebih dahulu agar kita bisa beli koin yang hanya bisa dibeli dengan USDT misalnya. 

4. Analisa Crypto

Cara analisa crypto yaitu dengan pilih analisa yang paling kita pahami, seperti analisa fundamental. Jika kalian lebih mengerti technical, floe, atau fundamental, silakan pakai analisa yang paling kamu mengerti saja ya, Sobat Pojokata. 

Nah, dalam analisa crypto secara fundamental hal yang perlu diperhatikan yaitu:

1. Pahami Fungsi Koin

Pahami koin ini fungsinya apa? Apakah ada kegunaannya atau tidak? Biasanya kita bisa temukan di white paper yang bisa kita baca di http://coinmarketcap.com. White paper ini semacam prospek tools yang isinya berupa hal-hal yang perlu kamu tahu tentang koin ini, alasan koin ini dibuat, bagaimana sistemnya, dan lain sebagainya. 

2. Baca White Paper

White paper ini menggunakan bahasa inggris dan bahasa yang digunakan juga sedikit rumit. Tapi, tidak perlu khawatir karena kamu bisa membaca artikel-artikel tentang crypto research di ternak uang. Beberapa hal yang dijelaskan yaitu profil bitcoin, potensi bitcoin, dan cara mengalokasi bitcoin di dalam portofolio investasi kita.

2. Hitungan Value Koin

Cara menghitung value dari koin ini sedikit sulit, namun beberapa ada yang bisa dihitung. Misalnya, bitcoin dianggap sebagai digital gold dan menurut riset dari CFA Institute, harga bitcoin ini bisa mencapai $60K dan $90K yang dihitung dengan dua macam cara. 

Adapun yang paling menarik yaitu BNB karena nilainya atau valuasinya bisa dihitung dari valuasi coinbase, crypto exchange terbesar kedua di dunia yang baru saja IPO. Namun, pada dasarnya kita hanya perlu membandingkan liquidity dan valuasi dari binance dan coin base. 

5. Jual dan Withdraw Crypto

Caranya cukup mudah, kita hanya perlu klik sell saja. Adapun kelebihan dan kekurangan crypto market ini yaitu bisa 24 jam sehari dalam satu minggu. Jadi, tidak ada matinya. Bahkan, tidak ada batas bawah atau atas seperti pada saham yang bisa ARB atau ARA. Bisa saja naik 100% dan bisa turun secara drastis sebesar 50% dalam sehari.

Lalu, kalau kita sudah jual koin kita, maka kita hanya withdraw saja ke rekening bank yang sudah kita daftarkan. Tapi, ada satu hal yang perlu diingat, kalau yang bisa kita withdraw hanya uang yang dalam bentuk BIDR.  

Misalnya, tadi kita jual BNB/USDT, maka kita akan dapat USDT. Tentunya, kalau kita jual yang BNB ya pasti dapatnya USDT. Tapi, USDT ini tidak bisa langsung kita withdraw tapi harus kita convert ke BIDR terlebih dahulu, lalu kita bisa withdraw ke rekening bank kita yang ada di Indonesia. 

Sebelum kamu membeli aset crypto, jangan lupa kalau setiap investasi apapun pasti punya resikonya masing-masing. Bahkan, di setiap situs exchange itu sendiri ada disclaimer yang mengatakan bahwa perdagangan asset crypto memiliki peluang dan resiko yang tinggi.  Jadi, investasi crypto ini memang high risk = high return. 

Adapun beberapa resiko dari crypto ini yaitu:

1. Fluktuasi harga crypto tergolong sangat ekstrim. Bisa naik 10 kali lipat dalam waktu yang sangat singkat dan bisa turun sebanyak itu pula.

2. Sulit untuk divaluasi dan dianalisa secara fundamental. Kalau saham, kita bisa melihat jenis usaha, asetnya di mana, dan data yang cukup jelas untuk kita analisa secara fundamental. Sedangkan, pada crypto ini sedikit sulit karena semuanya dilakukan dengan sangat digital. Sehingga, kita tidak bisa menentukan berapa valuasinya dan apakah harganya sudah mahal atau murah. 

3. Jika kita salah transfer koin, maka tidak bisa direcover atau tidak bisa refund uang. Misalnya, dalam satu hari kita mau kirim koin ke kerabat kita, lalu alamat yang ditulis itu salah. Ini akan menjadi hal yang sulit karena alamat wallet kita di crypto itu adalah suatu alfa numerik yang lumayan panjang. 

Contohnya, 3AcDFYREYopKjqrWEo2Cn6v6TL. Dan karena crypto ini tidak ada perantaranya, bentuknya secara peer to peer, langsung dari kita ke orang lain. Jadi, transaksi yang sudah terjadi tentu tidak bisa dibatalkan atau dikembalikan. 

Demikian penjelasan Cara Investasi Cryptocurrency untuk Pemula, semoga penjelasannya dapat dipahami. Hal yang perlu diketahui bahwa investasi yang paling baik adalah investasi yang paling kita mengerti. Jadi, silakan tentukan pilihan kamu sesui dengan apa yang kamu pahami. Semoga artikel ini bermanfaat ya, Sobat Pojokata. 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

12 Responses to "Cara Investasi Cryptocurrency untuk Pemula"

  1. dari kemarin pengen tau cara main kripto untuk pemula akhirnya nemu juga saya dan coba kita mainkan

    BalasHapus
  2. Sudah lama tahu ttg mata uang digital ini, tapi masih ragu2 untuk memainkannya ... masih sangsi utk ikutan trading, risikonya cukup tinggi sih karena rentan fluktuasi.

    BalasHapus
  3. Sebenarnya klo dilihat hampir sama kaya saham. Cuma lebih rentan dan sangat fluktuatif yang hitungannya per menit bisa ambles.. Tapi apakah bisa langsung diuangkan ya klo di withdrawal?

    BalasHapus
  4. kemarin waktu awal pandemi crypto sempet naik banget dan banyak juga beberapa temen yang share di medsos pengalaman mereka termasuk cuannya
    sempet tergiur juga sih tapi masih mau mundur karena angkanya yang ga pasti hehe

    BalasHapus
  5. Pengalaman lama yang cukup keren menurut saya dalam dunia crypto (trading). Saya dulu bermainnya di Indodax. Kalau ada modal mungkin saya mau mencobanya kembali. Cari penghasilan sambil investasi. Makasih tulisannya.

    BalasHapus
  6. Jujur, saya belum tertarik dengan kripto karena menurut saya selain nilainya sangat fluktuatif, juga tidak ada barang riil sbg penjamin..
    Tapi tulisan ini informatif dan kekinian, sesuai dg trend saat ini (investasi dan teknologi) :)

    BalasHapus
  7. Tulisan ini bermanfaat banget buat saya yang awam sekali sama kripto. Bisa secara cepat naik 10 kali lipat emang menggiurkan tetapi sepadan sama resikonya yang juga bisa turun segitu secara cepat juga. Harus banyak cari referensi dan modal ilmu sepertinya kalau mau mendalami kripto ini. Hehe. Modal coba-coba aja sepertinya akan sulit.

    BalasHapus
  8. Membeli Kripto ibarat membeli kucing di dalam karung, karena kita tidak tahu seperti apa kucingnya, hanya terdengar suaranya saja. Namun, banyak juga yg kepincut untuk merasakannya, apalagi kalau harapan nilai jual yg tinggi. Jadi bijaksanalah dalam berinvestasi.

    BalasHapus
  9. Aduh aku belum berani nih ambil risiko investasi ke crypto.kudu belajar dulu emang ya kak biar tahu manfaat, risiko dan kebutuhan kita kayak gimana

    BalasHapus
  10. Pas banget menambah wawasan aku tentang bitcoin ini. Kemarin baru bahas ini sama ponakan yg kelas 2 sma, untung aku sering baca artikel di sini.. Jadi ga jomplang pengetahuanku sama generasi alpa.

    Aku jadi makin paham bahwa crypto itu high risk karena nilainya yang fluktiatif ya.

    BalasHapus
  11. Tahunya indodax, mas jadi walau belum diregulasi BAPPEBTI, tokocrypto itu tetap aman untuk yang main crypto di Indonesia? ingin nyoba tapi masih awam soal crpto ini dan galau mau pilih exchange mana

    BalasHapus
  12. saya masih awam tapi tertarik untuk mempelajari crypto, nice info...

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel