Review Travelodge Harbourfront Singapore, Hotel Strategis 3 Menit ke MRT, Dekat Halte Bus, Feri, VivoCity, dan Sentosa
![]() |
Sumber foto: Dokumentasi pribadi Tri Ayu (@triayunst) |
Mencari hotel di Singapura menurutku tidak cukup hanya melihat foto kamar atau harga per malam. Lokasi justru punya pengaruh besar terhadap kenyamanan perjalanan, apalagi kalau selama di Singapura lebih banyak menghabiskan waktu untuk jalan-jalan daripada berdiam di hotel.
Perjalanan kali ini aku lakukan bertiga bersama suami serta adik iparku. Kami masuk Singapura melalui Batam menggunakan feri, kemudian menginap selama 4 hari 3 malam di Travelodge Harbourfront Singapore.
Kami menginap dari Senin sampai Kamis. Artinya, kami tidur tiga malam di hotel, yaitu Senin malam, Selasa malam serta Rabu malam, lalu check-out pada Kamis.
Salah satu alasan kenapa aku akhirnya suka dengan hotel ini bahkan sudah terasa sebelum kami benar-benar masuk kamar.
Setelah feri dari Batam tiba di kawasan HarbourFront serta proses imigrasi selesai, kami tidak perlu melanjutkan perjalanan panjang menggunakan MRT. Tidak perlu memesan Grab hanya untuk menuju hotel. Tidak perlu juga membawa koper menuju kawasan lain seperti Orchard atau Bugis.
Kami cukup berjalan kaki.
Setelah membawa koper serta melewati perjalanan dari Batam, rasanya menyenangkan ketika hotel ternyata berada sedekat itu dengan titik kedatangan.
Selama menginap kami menggunakan tipe Deluxe Sentosa Triple di lantai 8. Kamarnya ditempati bertiga oleh aku, suami serta adik iparku.
Ukuran kamar memang tidak besar, tetapi masih bisa kami gunakan untuk beristirahat, menyimpan barang, mandi bahkan salat selama berada di Singapura.
Semakin lama menginap, aku justru merasa keunggulan Travelodge Harbourfront bukan hanya terletak pada kamar.
Lokasinya benar-benar praktis.
HarbourFront MRT hanya sekitar tiga menit berjalan kaki berdasarkan pengalaman kami. Halte bus berada tepat di depan atau sangat dekat dari hotel. VivoCity tinggal menyeberang. Sentosa mudah dicapai menggunakan monorel Sentosa Express. Singapore Cable Car serta Mount Faber juga berada tidak terlalu jauh.
Aku serta adik iparku lebih sering menggunakan MRT selama berada di Singapura. Suamiku sempat menggunakan bus dan justru merasa perjalanan pulang menggunakan bus sangat praktis karena bisa turun sangat dekat dengan hotel.
Kami juga menggunakan Sentosa Express ketika menuju Sentosa.
Jadi selama perjalanan ini transportasi kami cukup beragam, mulai feri, MRT, bus, Sentosa Express sampai tentu saja berjalan kaki.
Tulisan ini akhirnya bukan hanya review kamar Travelodge Harbourfront Singapore.
Aku ingin menceritakan pengalaman kami secara lengkap, mulai perjalanan dari Indonesia, akses hotel, kawasan sekitar, transportasi, kondisi kamar, fasilitas, tempat salat, air minum, colokan listrik, sarapan, pantry, laundry, pilihan kamar, harga, pajak, Sentosa, VivoCity, cara booking sampai berbagai hal kecil yang menurutku berguna sebelum memutuskan menginap di sini.
[FOTO 1, FEATURED IMAGE]
Rekomendasi: foto terbaik bagian depan hotel atau foto kami bertiga dengan Travelodge sebagai latar.
Alt text: Review Travelodge Harbourfront Singapore dekat MRT VivoCity dan Sentosa
Informasi Singkat Travelodge Harbourfront Singapore
Travelodge Harbourfront merupakan hotel bintang tiga yang berada di kawasan HarbourFront.
Alamat lengkapnya:
Travelodge Harbourfront Singapore
50 Telok Blangah Road, Singapore 098828
Telepon: +65 6818 6666
Hotel memiliki 328 kamar dengan pilihan tipe mulai dari kamar single berukuran 10 m² sampai kamar keluarga berukuran 30 m². Situs resmi hotel juga menempatkan VivoCity sekitar 300 meter, HarbourFront MRT sekitar 340 meter serta Mount Faber Cable Car sekitar 744 meter dari properti.
Sumber: Travelodge Hotels Asia
| Informasi | Keterangan |
| Nama hotel | Travelodge Harbourfront Singapore |
| Alamat | 50 Telok Blangah Road, Singapore 098828 |
| Kawasan | HarbourFront |
| Jumlah kamar | 328 kamar |
| Kamar kami | Deluxe Sentosa Triple |
| Lama menginap | 4 hari 3 malam |
| Jumlah tamu | 3 orang dewasa |
| Lantai kamar | Lantai 8 |
| Check-in | Mulai pukul 15.00 |
| Check-out | Maksimal pukul 12.00 |
| MRT terdekat | HarbourFront MRT |
| Waktu jalan kaki berdasarkan pengalaman kami | Sekitar 3 menit |
| VivoCity | Sekitar 300 meter |
| Mount Faber Cable Car | Sekitar 744 meter |
| Sarapan | Sekitar pukul 07.00 sampai 10.30 |
| Kolam renang | Ada |
| Shared pantry | Ada |
| Coin laundry | Ada |
| Smart Mart | Ada |
| Coworking space | Ada |
| Luggage storage | Ada |
| Penyewaan sepeda | Ada, gratis menurut fasilitas resmi hotel |
| Wi-Fi | Gratis |
Pengalaman Naik Feri dari Batam ke HarbourFront
[FOTO 2, PERJALANAN FERI BATAM KE SINGAPURA]
Alt text: Perjalanan feri Batam ke HarbourFront Singapore
Perjalanan kami menuju Singapura dimulai dari Batam.
Kami menggunakan feri menuju HarbourFront.
Menurutku kombinasi perjalanan Batam lalu menginap di Travelodge Harbourfront sangat praktis karena setelah tiba di Singapura kami tidak perlu membawa koper terlalu jauh.
Begitu proses kedatangan serta imigrasi selesai, kami tinggal melanjutkan perjalanan menuju hotel dengan berjalan kaki.
Tidak ada perjalanan panjang lagi.
Tidak perlu pindah MRT.
Tidak perlu membawa koper naik turun kendaraan.
Pengalaman seperti ini membuatku merasa HarbourFront adalah salah satu kawasan yang sangat masuk akal bagi orang Indonesia yang menggabungkan perjalanan Batam serta Singapura.
Ada satu pembaruan penting buat orang yang membaca tulisan ini setelah perjalanan kami.
Kami datang pada Juni 2026. Saat itu operasional feri masih menggunakan terminal HarbourFront sebelumnya. Mulai Juli 2026, operasional feri dipindahkan ke Singapore Cruise Centre (HarbourFront) yang baru di 5 HarbourFront Avenue, Singapore 099549. Terminal baru tersebut hanya sekitar 70 meter dari lokasi terminal sebelumnya, sehingga keuntungan lokasi Travelodge tetap sama.
Sumber: Singapore Tourism Board
Jadi meskipun pembaca melakukan perjalanan setelah Juli 2026, Travelodge tetap berada sangat dekat dengan kawasan terminal feri HarbourFront.
Perhatikan Perbedaan Waktu Batam dan Singapura
Singapura satu jam lebih cepat dibanding Batam.
Bagian ini terdengar sederhana, tetapi cukup penting ketika menyusun itinerary.
Misalnya waktu Batam masih pukul 09.00, waktu Singapura sudah pukul 10.00.
Jadwal feri, check-in hotel, tiket atraksi, reservasi restoran sampai jadwal pulang perlu mengikuti waktu Singapura selama berada di sana.
Ponsel biasanya menyesuaikan zona waktu secara otomatis setelah terhubung ke jaringan lokal. Aku tetap suka mengecek ulang jam supaya tidak salah menghitung waktu.
Tips Naik Feri dari Batam
Menurutku datang ke terminal lebih awal tetap lebih nyaman, terutama saat akhir pekan atau musim liburan.
Tiket feri juga sebaiknya sudah dipesan lebih dahulu ketika tanggal perjalanan bertepatan dengan libur sekolah, long weekend atau hari libur.
Operator feri menuju HarbourFront cukup banyak. Jadwal bisa berubah, jadi selalu periksa kembali operator yang digunakan sebelum hari keberangkatan.
Suasana Kawasan HarbourFront
HarbourFront mempunyai karakter yang berbeda dibanding Orchard, Bugis atau Marina Bay.
Kawasan ini seperti titik pertemuan banyak aktivitas.
Ada penumpang feri.
Ada orang yang menuju Sentosa.
Ada pekerja kantoran.
Ada pengunjung VivoCity.
Ada wisatawan yang ingin naik cable car.
Ada penumpang MRT serta bus.
Suasananya ramai, tetapi menurutku tetap teratur.
Keuntungan lain adalah banyak kebutuhan berada dalam jarak yang relatif dekat.
Transportasi ada.
Mall ada.
Hawker centre ada.
Sentosa dekat.
Terminal feri dekat.
Cable car juga dekat.
Jadi aku tidak merasa sedang menginap di kawasan yang hanya cocok untuk satu tujuan saja.
HarbourFront MRT Hanya Sekitar Tiga Menit Jalan Kaki
[FOTO 3, HARBOURFRONT MRT]
Alt text: HarbourFront MRT dekat Travelodge Harbourfront Singapore
HarbourFront MRT merupakan transportasi yang paling sering aku serta adik iparku gunakan.
Travelodge mencantumkan jarak sekitar 340 meter. Pada bagian promosi utama mereka, lokasi hotel disebut sekitar tiga menit berjalan kaki dari HarbourFront MRT. Pengalaman kami sendiri memang lebih terasa sekitar tiga menit.
Sumber: Travelodge Hotels Asia
Menurutku memang sedekat itu.
HarbourFront Station dilayani dua jalur, yaitu North East Line serta Circle Line.
Jadi menginap di HarbourFront tidak membuat kami terisolasi dari pusat kota.
Chinatown masih mudah dicapai.
Clarke Quay masih mudah.
Kawasan Marina Bay juga bisa dijangkau menggunakan MRT maupun bus.
Salah satu tips yang cukup membantu adalah memperhatikan pintu keluar atau exit stasiun.
Beberapa stasiun Singapura cukup besar. Salah memilih exit bisa membuat kita berjalan memutar.
Google Maps biasanya sudah memberi petunjuk pintu keluar yang lebih sesuai.
Halte Bus Tepat di Depan Hotel
[FOTO 4, HALTE BUS DEPAN HOTEL]
Alt text: Halte bus depan Travelodge Harbourfront Singapore
Aku serta adik iparku lebih sering menggunakan MRT.
Suamiku sempat mencoba bus.
Pengalaman suamiku justru membuat kami sadar kalau akses bus menjadi salah satu keunggulan Travelodge yang tidak boleh dilewatkan.
Ketika pulang menggunakan bus, ia bisa turun sangat dekat dengan hotel.
Setelah seharian jalan-jalan, hal seperti ini benar-benar terasa manfaatnya.
MRT memang cepat, tetapi perjalanan dari peron menuju pintu keluar stasiun kadang tetap membutuhkan cukup banyak langkah.
Bus bisa lebih sederhana saat rutenya langsung.
Blogger Indonesia Aifalogy yang pernah menginap di Travelodge Harbourfront juga menulis bahwa halte bus dapat terlihat dari depan hotel. Ia mencatat hotel bisa dicapai kurang dari empat menit berjalan dari HarbourFront MRT.
Referensi pengalaman tamu: Aifalogy
Situs Travelodge sendiri menyebut hotel berada tiga menit dari MRT serta beberapa halte bus. Bahkan perjalanan menuju Marina Bay Sands dapat dilakukan menggunakan bus sekitar 30 menit tanpa transit menurut panduan hotel, meskipun waktunya tetap tergantung lalu lintas.
Menurutku sebaiknya jangan langsung otomatis memilih MRT setiap kali keluar hotel.
Cek rute bus juga.
Ada perjalanan yang justru lebih sederhana menggunakan bus.
Google Maps atau MyTransport.SG cukup membantu untuk melihat nomor bus, posisi halte serta berapa pemberhentian sebelum tujuan.
Perhatikan kode halte karena halte pada sisi jalan berbeda bisa mempunyai nama yang mirip.
Sentosa Express yang Kami Gunakan Menuju Sentosa
[FOTO 5, SENTOSA EXPRESS]
Alt text: Sentosa Express dari VivoCity menuju Sentosa
Transportasi lain yang kami gunakan selama berada di Singapura adalah Sentosa Express.
Sentosa Express merupakan monorel yang menghubungkan VivoCity dengan Sentosa.
Jadi perjalanan menuju Sentosa bukan menggunakan MRT sampai masuk ke pulau.
HarbourFront MRT membawa kita ke kawasan HarbourFront.
Perjalanan dilanjutkan menggunakan Sentosa Express dari VivoCity, Lobby L, Level 3.
Panduan resmi Sentosa Mei 2026 mencantumkan tarif masuk standar Sentosa Express sebesar SGD 4 atau sekitar Rp56.000 menggunakan patokan kurs SGD 1 = Rp14.000.
Sumber: Sentosa Discovery Guide 2026
Menurutku monorel ini juga menjadi bagian dari pengalaman pergi ke Sentosa.
Begitu naik, suasananya sudah terasa seperti memasuki kawasan wisata.
Alternatif yang lebih hemat tersedia melalui Sentosa Boardwalk.
Pejalan kaki bisa menuju Sentosa dari VivoCity Lobby F, Level 1 tanpa membayar island admission.
Kami memilih Sentosa Express karena lebih praktis.
Ada Sepeda Gratis dari Travelodge
[FOTO 6, SEPEDA TRAVELODGE JIKA ADA DOKUMENTASI]
Bagian sepeda sempat membuatku ingin memastikan ulang karena aku tidak mau menulis informasi yang salah.
Setelah aku cek lagi, website resmi Travelodge memang mencantumkan fasilitas bernama Seek.
Seek dijelaskan sebagai complimentary bicycle rental to use around the city, jadi hotel memang menyediakan penyewaan sepeda gratis yang bisa digunakan tamu untuk berkeliling kota.
Sumber: Travelodge Hotels Asia
Menurutku fasilitas ini menarik karena jarang menjadi hal pertama yang orang perhatikan ketika mencari hotel.
Ketersediaan sepeda tetap sebaiknya ditanyakan ke resepsionis karena jumlah unit serta aturan peminjaman bisa berubah.
Kawasan HarbourFront sendiri cukup menarik dieksplorasi menggunakan sepeda, terutama area waterfront serta jalur menuju kawasan sekitar.
Jadi fasilitas ini bukan sekadar sepeda yang kebetulan terlihat di luar hotel. Travelodge memang memasukkannya sebagai salah satu fasilitas resmi properti.
VivoCity Tinggal Menyeberang
[FOTO 7, VIVOCITY]
Alt text: VivoCity dekat Travelodge Harbourfront Singapore
Keberadaan VivoCity menurutku menjadi salah satu daya jual terbesar hotel.
Travelodge mencantumkan jarak sekitar 300 meter.
VivoCity bukan hanya tempat belanja.
Mall ini sangat berguna untuk kebutuhan sehari-hari selama perjalanan.
Ada banyak restoran.
Ada kafe.
Ada supermarket.
Ada toko pakaian.
Ada produk kecantikan.
Ada elektronik.
Ada kebutuhan anak.
Ada ATM.
Ada money changer.
Ada hiburan.
Ada akses menuju Sentosa Express.
Jadi tinggal dekat mall tidak hanya berguna bagi orang yang suka berbelanja.
Ada barang yang lupa dibawa dari Indonesia, tinggal cari di VivoCity.
Butuh makanan malam, tinggal menyeberang.
Cuaca sedang hujan atau terlalu panas, masih ada banyak aktivitas di dalam ruangan.
Keluarga yang membawa anak juga akan lebih mudah mencari makanan atau kebutuhan mendadak.
Pilihan Makan Dekat Hotel
VivoCity tentu menjadi pilihan paling mudah.
Pilihan restorannya sangat banyak, mulai makanan cepat saji, makanan Asia, kafe sampai restoran yang lebih lengkap.
Pilihan lain adalah Seah Im Food Centre yang berada tidak jauh dari hotel.
Kawasan seperti ini cocok buat orang yang ingin mencoba suasana hawker centre Singapura sekaligus mencari makanan dengan harga lebih terjangkau.
Travelodge sendiri memasukkan Seah Im sebagai salah satu pilihan kuliner sekitar HarbourFront.
Sumber: Travelodge Hotels Asia
Traveler Muslim sebaiknya tetap memeriksa logo halal pada masing-masing tenant karena daftar tenant serta status sertifikasi bisa berubah.
Aku juga tidak menemukan pernyataan resmi yang cukup jelas bahwa seluruh menu sarapan hotel tersertifikasi halal.
Jadi orang yang membutuhkan kepastian halal sebaiknya bertanya langsung kepada hotel mengenai sarapan pada periode menginap.
Area VivoCity serta Seah Im memberi lebih banyak pilihan jika ingin mencari makanan halal di luar hotel.
Proses Check-in dan Suasana Lobby
[FOTO 8, LOBBY HOTEL]
Alt text: Lobby Travelodge Harbourfront Singapore
Lobby Travelodge menurutku modern serta fungsional.
Konsepnya tidak dibuat seperti hotel luxury dengan area sangat besar.
Semua terasa praktis.
Masuk.
Menuju resepsionis.
Melakukan check-in.
Kemudian naik ke kamar.
Waktu check-in resmi mulai pukul 15.00, sedangkan check-out maksimal pukul 12.00.
Early check-in serta late check-out tersedia berdasarkan ketersediaan dan dapat dikenakan biaya tambahan. Tamu juga perlu menunjukkan identitas foto serta kartu kredit ketika check-in.
Usia minimum check-in adalah 18 tahun.
Travelodge menghitung tamu berusia 13 tahun ke atas sebagai orang dewasa untuk kebutuhan occupancy. Extra bed serta baby cot tersedia berdasarkan permintaan dan ketersediaan, serta bisa dikenakan biaya.
Aku menyarankan menyiapkan paspor, booking confirmation serta kartu pembayaran sebelum menuju resepsionis.
Screenshot reservasi juga sebaiknya disimpan supaya tidak bergantung pada koneksi internet.
Bahasa yang Bisa Digunakan di Hotel
Bahasa Inggris menjadi bahasa paling aman untuk berkomunikasi.
Travelodge secara resmi mencantumkan staf multibahasa yang menggunakan English, Chinese serta Malay.
Menurutku informasi ini cukup membantu buat orang Indonesia yang khawatir soal komunikasi.
Percakapan saat check-in biasanya sederhana.
Tunjukkan paspor.
Berikan nama booking.
Tunjukkan konfirmasi reservasi.
Jelaskan permintaan khusus menggunakan kalimat singkat.
Bahasa Melayu juga mempunyai banyak kosakata yang cukup familiar bagi orang Indonesia.
Hotel tidak secara resmi menyebut Bahasa Indonesia sebagai bahasa staf, jadi bahasa Inggris tetap menjadi pilihan utama.
Penitipan Koper hingga 24 Jam
Travelodge menyediakan complimentary luggage storage hingga 24 jam.
Menurutku ini fasilitas yang sangat berguna.
Datang sebelum pukul 15.00 sementara kamar belum siap?
Koper bisa dititipkan.
Sudah check-out pukul 12.00 sementara feri atau penerbangan baru malam?
Koper masih bisa dititipkan.
Sisa waktu di Singapura jadi tidak habis hanya karena harus menyeret koper.
VivoCity juga berada sangat dekat, jadi waktu menunggu bisa digunakan untuk makan atau jalan-jalan.
Deluxe Sentosa Triple yang Kami Tempati
[FOTO 9, KAMAR DARI PINTU]
Alt text: Deluxe Sentosa Triple Travelodge Harbourfront Singapore
Kami menempati Deluxe Sentosa Triple di lantai 8.
Tipe kamar ini memiliki luas resmi 15 m², satu queen bed serta satu flip-up bed. Kamar juga mempunyai Sentosa View.
Queen bed digunakan aku bersama suami.
Adik iparku menggunakan flip-up bed.
Aku suka karena kami tetap bisa menginap dalam satu kamar.
Tidak perlu memesan dua kamar terpisah.
Malam hari kami masih bisa mengobrol, membereskan barang, menyusun itinerary esok hari atau sekadar membahas perjalanan hari itu.
Apakah Kamar 15 m² Cukup untuk Tiga Orang?
Menurutku ukurannya memang compact.
Tiga orang dewasa ditambah koper akan membuat ruang terasa terbatas.
Membuka semua koper besar sekaligus tentu langsung mengurangi ruang berjalan.
Namun pola perjalanan kami memang lebih banyak berada di luar.
Pagi keluar.
Siang serta sore jalan-jalan.
Malam kembali.
Kamar digunakan untuk mandi, beristirahat, salat serta tidur.
Dengan pola seperti itu, ukuran 15 m² masih cukup buat kami.
Trik sederhana yang cukup membantu adalah langsung menutup koper setelah selesai mengambil barang.
Jangan membiarkan seluruh koper terbuka sepanjang hari.
Blogger Petalli Traveller yang menginap lima malam di Triple Deluxe juga menyoroti keterbatasan ruang koper. Ia membawa beberapa koper besar sehingga sebagian barang tetap berada di lantai.
Referensi pengalaman tamu: Petalli Traveller
Traveler yang membawa barang lebih banyak bisa mempertimbangkan Friends & Family Triple.
Kamar tersebut berukuran 20 m² dengan satu queen bed serta satu single bed permanen.
Tambahan lima meter persegi terdengar kecil, tetapi dibandingkan 15 m² berarti ruangnya bertambah sekitar sepertiga.
Bertiga dengan banyak koper pasti terasa perbedaannya.
Kamar Masih Cukup Digunakan untuk Salat
Bagian ini menurutku penting karena kami memang salat di dalam kamar selama berada di Singapura.
Deluxe Sentosa Triple memang tidak luas.
Barang perlu dirapikan terlebih dahulu.
Namun masih ada area yang cukup untuk satu orang menggelar sajadah.
Kami menjalankan salat di kamar.
Selama perjalanan kami juga menjamak salat.
Ada beberapa waktu ketika kami sengaja pulang ke hotel untuk salat sekaligus beristirahat sebentar sebelum kembali keluar.
Lokasi Travelodge benar-benar membantu dalam hal ini.
MRT dekat.
Bus dekat.
Jadi pulang untuk beribadah tidak terasa seperti harus mengorbankan banyak waktu.
Aku menyarankan membawa sajadah travel serta menggunakan aplikasi penunjuk kiblat.
Sentosa View dari Lantai 8
[FOTO 10, VIEW DARI JENDELA]
Alt text: Sentosa View Travelodge Harbourfront Singapore lantai 8
Kamar kami memiliki jendela yang mengarah ke kawasan Sentosa.
Aku suka karena cahaya alami masuk pada siang hari.
Kamar yang compact juga terasa sedikit lebih terbuka ketika mempunyai jendela besar serta pemandangan keluar.
Ada satu hal yang perlu diketahui sebelum booking.
Sentosa View merupakan kategori kamar tersendiri.
Travelodge menjual Sentosa Queen, Sentosa Twin serta Deluxe Sentosa Triple sebagai kategori dengan Sentosa View.
Jadi bukan sekadar request tambahan gratis ketika check-in.
Harga kamar Sentosa View biasanya berbeda dengan kamar setipe tanpa view.
Contoh terbaru pada booking engine resmi Travelodge menunjukkan Deluxe Room Triple total sekitar SGD 165,17 atau Rp2.312.380, sedangkan Deluxe Sentosa Triple total sekitar SGD 173,86 atau Rp2.434.040 menggunakan patokan SGD 1 = Rp14.000.
Selisih contoh tersebut sekitar SGD 8,69 atau Rp121.660 per malam.
Harga selalu berubah mengikuti tanggal, sehingga angka tersebut hanya referensi.
Orang yang tidak terlalu membutuhkan pemandangan bisa menghemat dengan Deluxe Room Triple biasa.
Orang yang memang ingin Sentosa View bisa memilih kategori Sentosa sejak awal.
Tempat Tidur dan Tata Ruang Kamar
[FOTO 11, QUEEN BED DAN FLIP-UP BED]
Kamar Triple menggunakan queen bed plus flip-up bed.
Menurutku konfigurasi seperti ini cukup pintar karena hotel bisa menampung tiga orang tanpa membuat kamar menjadi sebesar family room.
Ada konsekuensinya.
Kasur tambahan tentu memakan sebagian ruang ketika digunakan.
Jadi area kamar akan terasa lebih lega ketika kasur tambahan belum digunakan dibanding malam hari.
Beberapa reviewer Travelodge juga menyebut posisi tempat tidur cukup tinggi.
Informasi seperti ini mungkin berguna bagi keluarga yang membawa anak kecil atau orang yang kurang nyaman naik turun kasur tinggi.
Fasilitas di Dalam Kamar
[FOTO 12, FASILITAS KAMAR]
Alt text: Fasilitas kamar Travelodge Harbourfront Singapore
Karakter kamar Travelodge menurutku sangat fungsional.
Fasilitas resmi kamar mencakup Wi-Fi gratis, AC, TV kabel, safe deposit box, telepon serta bathroom amenities. Kategori kamar juga mencantumkan tea and coffee set.
Selama menginap kami juga mempunyai kulkas mini, electric kettle serta hair dryer.
Electric kettle cukup berguna untuk membuat air panas.
Kulkas mini membantu menyimpan minuman serta makanan kecil.
Hair dryer membuat barang bawaan sedikit lebih sederhana karena tidak perlu membawa sendiri.
Safe deposit box bisa digunakan untuk menyimpan barang berharga saat keluar.
Colokan Listrik di Kamar
Bagian colokan menurutku layak dibahas karena sering baru terpikir setelah tiba di negara tujuan.
Singapura secara umum menggunakan Type G, yaitu colokan tiga pin persegi panjang. Tegangannya 220 sampai 240 volt dengan frekuensi 50 Hz.
Travelodge sendiri tidak menjanjikan jenis universal socket secara spesifik pada daftar fasilitas kamar yang aku temukan.
Namun tamu Travelodge pada 2026 melaporkan bahwa power outlet di kamarnya bersifat universal sehingga perangkat dari berbagai negara bisa langsung dipasang tanpa adaptor.
Menurutku tetap lebih aman membawa universal travel adaptor yang mendukung Type G.
Jumlah socket universal bisa terbatas.
Kondisi kamar juga bisa berbeda.
Bertiga seperti kami otomatis membawa lebih banyak perangkat, mulai ponsel, power bank sampai perangkat lain.
Adaptor kecil tidak memakan banyak tempat, tetapi sangat membantu.
Charger modern umumnya mendukung input 100 sampai 240 volt, tetapi tetap periksa tulisan pada charger masing-masing.
Make Up Room dan Do Not Disturb
[FOTO 13, TOMBOL MAKE UP ROOM DAN DND]
Salah satu detail sederhana di kamar yang aku suka adalah tombol Make Up Room serta Do Not Disturb.
Sebagian orang tentu sudah familiar dengan sistem seperti ini.
Aku tetap ingin menjelaskan fungsinya karena tidak semua hotel menggunakan sistem elektronik.
Make Up Room digunakan untuk memberi tanda kepada housekeeping bahwa kamar boleh dibersihkan atau dirapikan.
Misalnya kami pergi sejak pagi kemudian ingin tempat tidur dirapikan, tempat sampah dibuang serta kamar dibersihkan, indikator tersebut bisa diaktifkan.
Do Not Disturb atau DND mempunyai fungsi sebaliknya.
Indikator ini digunakan ketika tamu tidak ingin diganggu.
Misalnya sedang tidur.
Sedang mandi.
Sedang bekerja.
Sedang salat.
Atau hanya ingin beristirahat tanpa housekeeping mengetuk pintu.
Travelodge menggunakan kontrol dari dalam kamar, jadi menurutku lebih praktis dibanding menggantung tanda manual di gagang pintu.
Pastikan Do Not Disturb sudah dimatikan ketika ingin meminta housekeeping masuk.
Housekeeping dan Program Ramah Lingkungan
Travelodge mempunyai program housekeeping yang berorientasi pada pengurangan dampak lingkungan. Situs hotel mengajak tamu berpartisipasi dalam eco-friendly housekeeping.
Frekuensi pembersihan bisa menjadi hal yang perlu diperhatikan apabila menginap beberapa malam.
Petalli Traveller yang tinggal lima malam pada akhir 2025 menulis kamarnya dibersihkan dua kali selama masa inap. Pengalaman tamu lain tentu bisa berbeda.
Aku menyarankan menanyakan pola housekeeping ketika check-in apabila ada kebutuhan khusus.
Misalnya ingin handuk baru.
Butuh kamar dibersihkan pada hari tertentu.
Butuh sampah dibuang.
Sampaikan sejak awal supaya tidak terjadi salah paham.
Kamar Mandi dengan Bidet dan Air Hangat
[FOTO 14, KAMAR MANDI]
Alt text: Kamar mandi Travelodge Harbourfront Singapore dengan bidet
Kamar mandi kami mempunyai bidet.
Buat orang Indonesia, fasilitas ini menurutku menjadi nilai tambah besar.
Tidak semua hotel luar negeri mempunyai bidet.
Traveler Muslim juga akan merasa lebih nyaman.
Shower memiliki pilihan air panas serta dingin. Travelodge mencantumkan hot and cold shower sebagai fasilitas hotel.
Jadi tidak ada water heater kecil yang harus dinyalakan manual.
Air hangat langsung tersedia dari shower.
Setelah seharian berjalan cukup jauh, mandi air hangat menurutku menjadi salah satu hal kecil yang menyenangkan sebelum tidur.
Air Keran di Kamar Bisa Langsung Diminum
Bagian ini sering membuat orang Indonesia sedikit ragu karena kebiasaan kita memang berbeda.
Travelodge secara resmi menjelaskan bahwa hotel menyediakan safe, drinkable tap water in every room. Mereka bahkan mendorong penggunaan air keran kamar untuk mengurangi sampah botol plastik.
Jadi ini bukan hanya aturan umum Singapura yang kebetulan berlaku di luar hotel.
Keran di kamar Travelodge memang bisa dimanfaatkan untuk air minum.
PUB, badan air nasional Singapura, juga menyatakan air keran aman diminum langsung tanpa filtrasi tambahan.
Sumber: PUB Singapore
Aku sendiri membawa tumbler selama berada di Singapura.
Menurutku kebiasaan ini cukup membantu menghemat.
Tumbler kosong bisa diisi kembali menggunakan air keran kamar.
Tidak harus terus membeli air mineral botolan.
Misalnya satu botol minum seharga SGD 1,50 atau sekitar Rp21.000, membeli beberapa botol setiap hari untuk tiga orang tentu cepat menambah pengeluaran.
Orang yang kurang terbiasa dengan rasa air keran bisa menyimpannya di kulkas mini atau menambahkan es dari pantry.
Shared Pantry yang Sangat Membantu
[FOTO 15, SHARED PANTRY]
Alt text: Shared pantry Travelodge Harbourfront Singapore
Fasilitas yang menurutku cukup underrated di Travelodge justru shared pantry.
Travelodge menyebut konsep pantry mereka sebagai Station.
Fasilitas resminya meliputi microwave, refrigerator serta ice machine.
Pantry seperti ini sangat berguna setelah menginap beberapa malam.
Makanan dari VivoCity bisa dibawa kembali.
Sisa makanan tidak harus langsung dibuang.
Makanan tertentu bisa dihangatkan menggunakan microwave.
Ada kulkas bersama.
Ada ice machine.
Ada mesin kopi.
Ada area untuk duduk.
Jadi hotel terasa sedikit lebih fleksibel, terutama bagi orang yang tidak ingin selalu makan di restoran.
Pemisahan Fasilitas Halal dan Nonhalal
[FOTO 16, MICROWAVE DAN REFRIGERATOR PANTRY]
Ada detail yang menurutku cukup membantu traveler Muslim.
Pengalaman kami menunjukkan adanya pemisahan penggunaan beberapa fasilitas pantry untuk makanan halal serta nonhalal.
Petalli Traveller juga mendokumentasikan hal serupa pada Januari 2026. Ia menulis bahwa terdapat kulkas, microwave serta piring untuk penggunaan halal, kemudian kulkas, microwave serta perlengkapan terpisah untuk penggunaan umum.
Menurutku sistem seperti ini cukup menenangkan.
Tamu tetap perlu membaca label sebelum menggunakan fasilitas.
Jangan langsung memasukkan makanan ke microwave atau kulkas pertama yang terlihat.
Panduan pada area pantry bisa berubah, jadi selalu ikuti tanda yang tersedia pada saat menginap.
Mesin Kopi yang Bisa Digunakan Berkali-kali
[FOTO 17, COFFEE MACHINE]
Aku cukup suka fasilitas coffee machine di pantry.
Kita tidak hanya bergantung pada satu atau dua sachet kopi di kamar.
Pagi sebelum keluar bisa membuat kopi.
Pulang sore bisa membuat lagi.
Malam masih ingin bersantai sambil minum kopi juga bisa.
Pengalaman tamu lain juga mencatat coffee machine, teh, kopi serta gula tersedia di area Station.
Buat orang yang cukup sering minum kopi, fasilitas seperti ini lumayan menghemat.
Tidak perlu selalu membeli kopi di luar.
Ice Machine dan Air Dingin
[FOTO 18, ICE MACHINE]
Singapura cukup panas serta lembap.
Ice machine di pantry akhirnya terasa lebih berguna daripada yang mungkin dibayangkan.
Aku bisa mengisi tumbler kemudian menambahkan es.
Dokumentasi tamu lain juga mencatat adanya chilled water tap di Station untuk mengisi botol minum.
Jadi sebenarnya pilihan refill air cukup banyak.
Ada air keran kamar.
Ada chilled water di area pantry.
Ada ice machine.
Bawa tumbler menurutku benar-benar berguna di hotel ini.
Setrika untuk Pakaian dan Hijab
Menurutku setrika termasuk fasilitas penting, terutama buat orang yang membawa pakaian mudah kusut.
Aku sendiri berhijab.
Hijab serta pakaian bisa langsung kusut setelah berada di koper.
Travelodge secara resmi mencantumkan washer, dryer, iron serta ironing board pada fasilitas Spin atau self-service laundry.
Jadi tidak perlu membawa setrika sendiri dari Indonesia.
Hijab bisa dirapikan.
Kemeja kerja bisa disetrika.
Dress bisa dibuat lebih rapi sebelum keluar.
Dokumentasi tamu lain bahkan mencatat ada area di belakang Station dengan ironing board, setrika serta perlengkapan jahit dasar.
Coin Laundry Berbayar
[FOTO 19, COIN LAUNDRY]
Alt text: Coin laundry Travelodge Harbourfront Singapore
Travelodge mempunyai self-service coin laundry dengan mesin cuci serta pengering.
Adik iparku sempat menggunakan fasilitas laundry selama kami menginap.
Fasilitas ini berbayar.
Aifalogy mendokumentasikan biaya SGD 10 untuk sekali cuci serta SGD 10 untuk sekali mengeringkan. Review tamu lain juga mencatat angka yang serupa.
Menggunakan patokan SGD 1 = Rp14.000:
Cuci SGD 10 = sekitar Rp140.000
Dryer SGD 10 = sekitar Rp140.000
Cuci + dryer SGD 20 = sekitar Rp280.000
Memang jauh lebih mahal dibanding laundry kiloan di Indonesia.
Kepraktisan menjadi nilai utamanya.
Pakaian bisa langsung dicuci.
Langsung dikeringkan.
Tidak perlu mencari laundry di luar.
Fasilitas seperti ini juga berguna apabila membawa pakaian lebih sedikit supaya koper tidak terlalu penuh.
Tarif bisa berubah, jadi cek kembali harga mesin ketika akan menggunakan fasilitas.
Smart Mart, Vending Machine dan Money Exchange
[FOTO 20, SMART MART]
Travelodge mempunyai Smart Mart yang bersifat self-service.
Hotel juga mempunyai vending machine serta money exchange machine pada area fasilitas.
VivoCity memang sangat dekat.
Tetap ada malam ketika tubuh sudah terlalu capek untuk keluar.
Pada kondisi seperti itu, kebutuhan kecil lebih praktis dibeli di dalam hotel.
Money exchange machine juga berguna saat benar-benar membutuhkan uang tunai, meskipun menurutku tetap bagus membandingkan kurs lebih dahulu.
Kolam Renang Outdoor 30 Meter
[FOTO 21, SWIMMING POOL]
Travelodge memiliki kolam renang outdoor sepanjang sekitar 30 meter.
Aifalogy mendokumentasikan kolam berada di lantai 6 serta tersedia kursi santai, handuk, shower, toilet serta hair dryer pada area bilas.
Kami sendiri lebih banyak beraktivitas di luar hotel.
Jadi kolam renang bukan alasan utama memilih Travelodge.
Keluarga dengan anak atau orang yang ingin bersantai setelah seharian berjalan mungkin akan lebih sering memanfaatkannya.
Coworking Space, Work Pod dan Meeting Room
Travelodge juga cukup menarik buat orang yang tetap harus bekerja selama perjalanan.
Fasilitas resmi hotel mencantumkan coworking space, meja dengan power plug, meeting room serta private pods untuk bekerja atau melakukan panggilan.
Menurutku fasilitas seperti ini cukup relevan karena sebagian kamar hotel memang compact.
Bekerja beberapa jam di area bersama bisa terasa lebih nyaman dibanding terus berada di kamar 10 atau 15 m².
Wi-Fi gratis juga tersedia pada area umum serta kamar.
Rooftop Bar Skyfall
Hotel mempunyai rooftop bar bernama Skyfall.
Travelodge mencantumkan jam operasional sekitar pukul 16.00 sampai 00.00 setiap hari.
Keberadaan rooftop bar memberi pilihan aktivitas malam tanpa perlu pergi jauh.
Ada satu catatan buat orang yang sensitif terhadap suara.
Beberapa review tamu lain pernah menyebut musik dari rooftop terasa pada kamar tertentu di lantai atas. Pengalaman setiap kamar tentu tidak sama.
Kamar kami berada di lantai 8.
Permintaan kamar yang lebih tenang bisa disampaikan ketika booking apabila itu menjadi prioritas.
Fasilitas Sepeda Gratis di Hotel
Bagian ini sengaja aku ulang karena menurutku menarik serta sering tidak dibahas dalam review Travelodge.
Website resmi Travelodge mencantumkan Seek, yaitu complimentary bicycle rental to use around the city.
Jadi hotel memang mempunyai fasilitas peminjaman sepeda gratis.
Jumlah sepeda, durasi peminjaman, rute serta ketentuan penggunaan sebaiknya dikonfirmasi di resepsionis.
Orang yang ingin eksplorasi area HarbourFront dengan santai bisa mempertimbangkannya.
Sarapan di Travelodge Harbourfront Singapore
[FOTO 22, AREA BREAKFAST]
Alt text: Sarapan Travelodge Harbourfront Singapore
Sarapan tersedia setiap hari sekitar pukul 07.00 sampai 10.30.
Travelodge menyebut konsep sarapan mereka sebagai continental breakfast with local dishes.
Menurutku ekspektasi perlu disesuaikan sejak awal.
Ini bukan buffet resort besar dengan puluhan station.
Pilihan makanan cenderung lebih sederhana.
Menu juga dapat berubah.
Aifalogy yang pernah menginap di sini menulis ia sempat mencoba mie goreng, kemudian lebih memilih roti, cereal serta kentang goreng pada sarapan berikutnya.
Review tamu lain menyebut beberapa menu seperti scrambled egg, sausage atau ham, beans serta sayuran hangat. Ada pula dokumentasi tamu yang menampilkan roti, spaghetti, telur, cereal, salad, kopi, teh serta juice.
Jadi gambaran menu yang mungkin ditemukan antara lain:
- Roti
- Cereal
- Telur
- Mie atau pasta
- Sausage
- Beans
- Sayuran
- Salad
- Kentang
- Kopi
- Teh
- Juice
Bukan berarti seluruh menu tersebut selalu tersedia bersamaan.
Buffet bisa berubah dari hari ke hari.
[FOTO 23, MENU BREAKFAST YANG KAMI AMBIL]
Menurutku foto sarapan asli dari pengalaman sendiri jauh lebih berguna daripada foto promosi.
Pembaca bisa melihat langsung seperti apa kondisi menu ketika kami menginap.
Honest Review tentang Sarapan
Pendapat tamu mengenai sarapan cukup beragam.
Ada tamu yang merasa makanan serta pilihannya cukup.
Ada pula reviewer yang menganggap pilihannya terlalu terbatas atau repetitif.
Menurutku bagian ini memang sangat bergantung ekspektasi.
Orang yang ingin sarapan cepat sebelum berangkat kemungkinan cukup terbantu.
Orang yang mengharapkan buffet hotel besar mungkin merasa pilihannya terbatas.
VivoCity serta Seah Im berada dekat, jadi room only juga bukan pilihan yang sulit.
Pilih Room Only atau Paket Breakfast?
Travelodge menawarkan tarif dengan serta tanpa breakfast.
Contoh booking engine resmi untuk Deluxe Sentosa Triple menunjukkan Online Exclusive serta Online Exclusive with Breakfast sebagai pilihan berbeda.
Pada salah satu contoh tanggal, room only totalnya sekitar SGD 146,98 atau Rp2.057.720, sedangkan paket breakfast sekitar SGD 164,96 atau Rp2.309.440.
Selisihnya sekitar SGD 17,98 atau Rp251.720 pada contoh tersebut.
Harga berubah menurut tanggal serta occupancy.
Jadi periksa paket yang dipilih.
Jangan berasumsi semua kamar otomatis mendapatkan breakfast.
Penempatan Video Pengalaman Menginap
[EMBED SATU VIDEO INSTAGRAM ATAU TIKTOK DI SINI]
Lihat Room Tour Travelodge Harbourfront Singapore
Pengalaman kami menginap bertiga selama 4 hari 3 malam di Deluxe Sentosa Triple Travelodge Harbourfront Singapore. Video ini memperlihatkan suasana kamar serta beberapa fasilitas yang kami gunakan selama menginap.
Menurutku posisi video paling cocok setelah pembahasan kamar serta fasilitas.
Pembaca sudah memahami konteks tulisan, kemudian bisa melihat kondisi hotel melalui video.
Akses ke Sentosa Sangat Mudah
Lokasi hotel terasa sangat membantu ketika kami pergi ke Sentosa.
VivoCity tinggal diseberangi.
Sentosa Express berada di Level 3.
Tarif standard island admission menggunakan Sentosa Express adalah SGD 4 atau sekitar Rp56.000.
Sentosa Boardwalk menjadi alternatif gratis buat yang ingin berjalan kaki.
Singapore Cable Car juga bisa menjadi pilihan apabila perjalanan menuju Sentosa ingin sekaligus dijadikan atraksi.
Universal Studios Singapore
[FOTO 24, UNIVERSAL STUDIOS SINGAPORE]
Alt text: Universal Studios Singapore dekat Travelodge Harbourfront
Travelodge Harbourfront menurutku menarik buat orang yang itinerary-nya memasukkan Universal Studios Singapore.
Kita tidak menginap langsung di Pulau Sentosa.
Akses tetap sangat mudah.
Hotel berada dekat VivoCity yang menjadi titik keberangkatan Sentosa Express.
Website Travelodge juga menempatkan Universal Studios Singapore sekitar 2 km dari hotel berdasarkan estimasi rute mereka.
Jadi ada keseimbangan antara akses Sentosa serta akses kota.
Tidak harus membayar hotel di dalam Sentosa hanya demi dekat USS.
Singapore Cable Car dan Mount Faber
[FOTO 25, CABLE CAR ATAU MOUNT FABER]
Mount Faber Cable Car berada sekitar 744 meter menurut Travelodge.
Panduan resmi Sentosa mencantumkan cable car Mount Faber Line dengan tarif SGD 33 atau sekitar Rp462.000 untuk dewasa, serta SGD 22 atau sekitar Rp308.000 untuk anak pada saat panduan diterbitkan.
Harga tersebut memang jauh lebih tinggi dibanding Sentosa Express.
Pengalaman yang ditawarkan juga berbeda.
Kita bisa melihat HarbourFront serta Sentosa dari ketinggian.
Menurutku waktu sore cukup menarik apabila ingin menikmati pemandangan menjelang matahari terbenam.
Akses dari Bandara Changi ke Travelodge Harbourfront
Pengalaman kami memang datang dari Batam.
Orang Indonesia yang tiba langsung menggunakan pesawat juga tetap bisa memilih Travelodge.
MRT dari Changi
Travelodge memperkirakan perjalanan MRT sekitar satu jam.
Rute yang mereka cantumkan adalah Changi Airport menuju Tanah Merah, kemudian menggunakan East-West Line ke Outram Park sebelum berpindah ke North-East Line menuju HarbourFront.
Setelah tiba di HarbourFront, hotel hanya beberapa menit berjalan kaki.
MRT cocok apabila barang bawaan tidak terlalu banyak serta ingin menghemat.
Bus dari Changi
Travelodge juga memberi pilihan bus dengan estimasi sekitar 45 sampai 60 menit.
Rutenya melibatkan pergantian bus, sehingga MRT menurutku lebih sederhana apabila belum terbiasa dengan jaringan bus Singapura.
Taksi atau Ride-Hailing
Taksi atau layanan ride-hailing menjadi pilihan paling langsung.
Travelodge memperkirakan perjalanan sekitar 25 sampai 30 menit, tergantung lalu lintas.
Rombongan tiga atau empat orang sebaiknya membandingkan biaya total kendaraan dengan transportasi umum.
Kenyamanan membawa koper langsung dari bandara menuju pintu hotel juga mempunyai nilai tersendiri.
Akses ke Marina Bay dan Pusat Kota
HarbourFront bukan berarti jauh dari pusat kota.
Travelodge memperkirakan perjalanan ke Marina Bay Sands sekitar 25 menit menggunakan MRT dengan satu kali transit di Chinatown.
Bus juga tersedia dengan estimasi sekitar 30 menit tanpa transit.
Jadi menurutku HarbourFront tetap masuk akal sebagai base untuk menjelajahi Singapura secara lebih luas.
Kurs SGD yang Aku Gunakan dalam Artikel
Saat kami pergi pada Juni 2026, aku menukar uang dari Batam dengan kisaran sekitar Rp13.850 untuk SGD 1.
Biar hitung-hitungan lebih gampang, seluruh simulasi artikel ini aku bulatkan menjadi:
SGD 1 = Rp14.000
Pembulatan tersebut juga masih relevan ketika tulisan diperbarui pada September 2026 karena kurs SGD sudah berada di kisaran Rp14 ribuan.
Kurs money changer, bank, kartu debit serta kartu kredit tentu berbeda.
Jadi angka rupiah di artikel ini digunakan untuk membantu budgeting, bukan kurs transaksi pasti.
Pilihan Tipe Kamar Travelodge Harbourfront
Travelodge mempunyai pilihan kamar yang cukup lengkap.
| Tipe kamar | Kapasitas | Luas | Tempat tidur | Cocok untuk |
| Standard Single | 1 tamu | 10 m² | 1 single | Solo trip |
| Standard Queen | 2 tamu + 1 anak | 10 m² | 1 queen | Couple dengan budget lebih hemat |
| Deluxe Twin | 2 tamu + 1 anak | 15 m² | 2 single | Teman berdua |
| Deluxe Queen | 2 tamu + 1 anak | 15 m² | 1 queen | Couple |
| Deluxe Plus Queen | 2 tamu + 1 anak | 23 m² | 1 queen | Couple atau perjalanan kerja yang ingin ruang lebih luas |
| Sentosa Queen | 2 tamu + 1 anak | 15 m² | 1 queen | Couple yang ingin Sentosa View |
| Sentosa Twin | 2 tamu + 1 anak | 15 m² | 2 single | Teman berdua dengan Sentosa View |
| Deluxe Room Triple | Hingga 3 dewasa + anak sesuai kebijakan | 15 m² | Queen + flip-up | Bertiga dengan budget lebih efisien |
| Deluxe Sentosa Triple | Hingga 3 dewasa + anak sesuai kebijakan | 15 m² | Queen + flip-up | Bertiga serta ingin Sentosa View |
| Friends & Family Triple | Hingga 3 dewasa + anak sesuai kebijakan | 20 m² | Queen + single | Bertiga dengan koper lebih banyak |
| Friends & Family Quadruple | Hingga 4 dewasa | 30 m² | 2 queen | Keluarga atau grup empat orang |
| Accessible Room | Hingga 2 dewasa + anak | 23 m² | 1 queen | Tamu yang membutuhkan fitur aksesibilitas |
Menurutku pemilihannya cukup mudah.
Standard Single cukup buat satu orang yang lebih banyak beraktivitas di luar.
Standard Queen cocok buat pasangan yang ingin menekan biaya.
Deluxe Queen lebih nyaman karena luasnya 15 m².
Deluxe Plus Queen punya ruang 23 m² sehingga lebih menarik buat orang yang perlu bekerja.
Bertiga seperti kami paling relevan membandingkan Deluxe Triple, Deluxe Sentosa Triple serta Friends & Family Triple.
Friends & Family Quadruple menjadi pilihan paling masuk akal bagi empat orang karena mempunyai dua queen bed serta luas 30 m².
Referensi Harga Kamar Resmi
Harga hotel berubah sangat cepat.
Tanggal menginap, occupancy, event serta promo memengaruhi rate.
Website utama Travelodge saat ini menampilkan harga hotel mulai SGD 86 atau sekitar Rp1.204.000 sebelum melihat detail tanggal serta rate.
Aku juga mengecek booking engine resmi Travelodge untuk mendapatkan gambaran harga final yang sudah memperlihatkan Taxes & Fees.
| Tipe kamar | Contoh total resmi per malam | Sekitar rupiah |
| Standard Queen | SGD 127,79 | Rp1.789.060 |
| Deluxe Queen | SGD 139,08 | Rp1.947.120 |
| Deluxe Plus Queen | SGD 160,81 | Rp2.251.340 |
| Sentosa Twin | SGD 156,47 | Rp2.190.580 |
| Deluxe Room Triple | SGD 165,17 | Rp2.312.380 |
| Deluxe Sentosa Triple | SGD 173,86 | Rp2.434.040 |
| Friends & Family Triple | SGD 182,55 | Rp2.555.700 |
| Friends & Family Quadruple | SGD 385,10 | Rp5.391.400 |
Harga tersebut adalah contoh public rate resmi pada satu tanggal, bukan harga tetap.
Tanggal lain bisa lebih murah atau jauh lebih mahal.
Jadi menurutku jangan hanya membandingkan hotel.
Bandingkan juga tanggal.
Simulasi Budget Kamar Kami Bertiga
Kami menginap 4 hari 3 malam.
Aku menggunakan contoh harga publik resmi Deluxe Sentosa Triple SGD 173,86 atau sekitar Rp2.434.040 per malam supaya pembaca mempunyai referensi yang nyata.
Harga Per Malam
SGD 173,86 = sekitar Rp2.434.040 per kamar
Total Tiga Malam
SGD 521,58 = sekitar Rp7.302.120
Total Per Orang selama Tiga Malam
Rp7.302.120 dibagi tiga orang:
sekitar Rp2.434.040 per orang untuk tiga malam
Biaya Per Orang Per Malam
Rp2.434.040 dibagi tiga malam:
sekitar Rp811.000 per orang per malam
Menurutku perhitungan seperti ini membuat gambaran budget jauh lebih jelas.
Harga kamar Rp2,4 jutaan per malam memang terlihat cukup tinggi.
Setelah dibagi bertiga, biaya per orang berada pada kisaran Rp800 ribuan per malam pada contoh rate tersebut.
Harga periode Juni ketika kami datang bisa berbeda karena saat itu sedang musim liburan.
Pajak, Service Charge dan Biaya Tambahan
Harga pertama yang muncul ketika mencari hotel belum tentu menjadi jumlah akhir yang dibayar.
GST Singapura saat ini 9 persen.
Hotel serta restoran juga lazim mengenakan service charge sekitar 10 persen.
IRAS menjelaskan bahwa GST dihitung setelah service charge.
Contoh sederhana:
- Harga dasar SGD 100 atau Rp1.400.000
- Service charge 10 persen menjadi SGD 10 atau Rp140.000
- Subtotal SGD 110 atau Rp1.540.000
- GST 9 persen menjadi SGD 9,90 atau Rp138.600
Total akhir menjadi:
SGD 119,90 atau sekitar Rp1.678.600
Sumber: Inland Revenue Authority of Singapore
Singapura tidak mengenakan flat tourism tax per malam hanya karena tamunya warga Indonesia pada alur booking hotel yang aku cek.
Biaya yang perlu diperhatikan adalah room rate, service charge, GST, breakfast, early check-in, late check-out, extra bed serta layanan tambahan lain.
Kartu Indonesia juga bisa memiliki foreign transaction fee dari bank penerbit.
Cara Booking Travelodge Harbourfront dari Indonesia
Menurutku cara paling aman adalah membuka situs resmi Travelodge lalu memilih Travelodge Harbourfront Singapore.
Masukkan tanggal check-in serta check-out.
Perhatikan jumlah malam.
Empat hari tiga malam berarti membayar tiga malam.
Masukkan jumlah tamu dengan benar.
Kami bertiga, jadi pilih tiga dewasa.
Jangan memilih dua tamu hanya karena harga awal terlihat lebih murah.
Setelah itu bandingkan tipe kamar.
Periksa luas kamar.
Periksa konfigurasi tempat tidur.
Periksa apakah kamar mempunyai Sentosa View.
Periksa apakah tempat tidur ketiganya flip-up bed atau single bed permanen.
Pilih jenis rate setelah kamar ditentukan.
Booking engine resmi Travelodge mempunyai rate seperti Online Exclusive, Online Exclusive with Breakfast, Best Flexible Rate serta paket lainnya.
Kebijakan pembatalannya berbeda.
Periksa bagian Taxes & Fees.
Lihat angka Total.
Jangan hanya melihat Avg Per Night.
Setelah booking selesai, simpan confirmation email serta screenshot nomor reservasi.
Situs booking Travelodge juga mempunyai pilihan bahasa Indonesia serta pilihan mata uang IDR, meskipun menurutku tetap bagus memeriksa rate dalam SGD supaya lebih mudah membandingkan dengan kurs.
Booking Langsung atau OTA?
Aku biasanya membandingkan keduanya.
OTA kadang mempunyai promo sendiri.
Website resmi Travelodge juga mempunyai benefit seperti cashback, best price guarantee serta promo member pada periode tertentu.
Jangan hanya membandingkan angka pertama.
Bandingkan harga final.
Bandingkan breakfast.
Bandingkan cancellation policy.
Bandingkan metode pembayaran.
Baru tentukan mana yang paling sesuai.
Waktu Kami Datang Termasuk Musim Liburan
Kami menginap pada akhir Juni, Senin sampai Kamis.
Periode Juni termasuk waktu yang cukup ramai karena berdekatan dengan musim libur sekolah.
Itulah salah satu alasan kawasan Sentosa serta atraksi keluarga bisa terasa lebih padat.
Menurutku keputusan menginap Senin sampai Kamis cukup membantu.
Weekday biasanya terasa lebih nyaman dibanding Jumat sampai Minggu.
Harga hotel juga bisa berbeda.
Kapan Waktu yang Nyaman Mengunjungi Singapura?
Tidak ada bulan yang selalu paling baik buat semua orang.
Orang yang punya fleksibilitas bisa mengecek kalender libur sekolah Singapura, public holiday, konser besar serta event internasional.
Event besar dapat meningkatkan permintaan hotel.
Formula 1, konser internasional serta long weekend biasanya membuat harga kamar serta crowd meningkat.
Trik yang menurutku paling berguna adalah membandingkan beberapa tanggal.
Sudah suka Travelodge?
Coba cek minggu pertama.
Cek minggu berikutnya.
Cek weekday.
Cek weekend.
Selisih tanggal kadang lebih besar daripada selisih harga antarhotel.
Tanggal perjalanan yang tidak fleksibel juga tetap bisa disiasati.
Booking lebih awal.
Datang ke USS serta atraksi populer sejak pagi.
Pesan tiket atraksi lebih dulu.
Hindari jam makan paling ramai.
Sisakan waktu tambahan untuk feri, bandara serta imigrasi.
Persiapan sebelum Masuk Singapura
Traveler Indonesia perlu mengisi SG Arrival Card.
ICA menyebut formulir ini bisa dikirim dalam tiga hari sebelum kedatangan, termasuk hari kedatangan.
Pengisiannya gratis.
Jangan membayar website pihak ketiga hanya karena tampilannya terlihat seperti situs resmi.
Paspor juga perlu mempunyai masa berlaku minimal enam bulan ketika masuk Singapura.
Sumber: Immigration & Checkpoints Authority Singapore
Aku menyarankan menyimpan dokumen berikut dalam satu folder ponsel:
- Paspor serta foto halaman identitas sebagai cadangan.
- SG Arrival Card.
- Booking hotel.
- Tiket feri atau pesawat.
- Tiket pulang.
- Tiket atraksi yang sudah dibeli.
- Screenshot alamat hotel.
- Nomor reservasi hotel.
- Universal travel adaptor Type G.
- Tumbler.
- Sajadah travel bila dibutuhkan.
- Power bank.
- Kartu pembayaran serta sedikit uang tunai SGD.
- Screenshot itinerary utama.
- Salinan dokumen penting yang bisa dibuka tanpa internet.
Travelodge untuk Keluarga dengan Anak
Menurutku hotel ini cukup menarik buat perjalanan keluarga.
Sentosa dekat.
Universal Studios mudah dicapai.
VivoCity tinggal menyeberang.
Makanan mudah dicari.
Supermarket tersedia.
Kolam renang ada.
Baby cot juga tersedia berdasarkan permintaan.
Keluarga dengan stroller serta banyak koper menurutku sebaiknya memilih kamar lebih luas.
Friends & Family Quadruple mempunyai luas 30 m² dengan dua queen bed.
Kamar tersebut lebih masuk akal dibanding memaksakan empat orang ke kamar compact.
Beberapa reviewer mencatat tempat tidur Travelodge cukup tinggi. Orang tua dengan anak kecil mungkin perlu memperhatikan hal tersebut.
Travelodge untuk Liburan Bertiga atau bersama Teman
Kami sendiri menginap bertiga.
Jadi bagian ini bisa kujawab berdasarkan pengalaman langsung.
Deluxe Sentosa Triple cukup digunakan tiga orang selama koper tidak terlalu banyak.
Teman berdua yang tidak ingin berbagi kasur bisa memilih Deluxe Twin atau Sentosa Twin.
Tiga orang yang ingin ruang lebih besar bisa memilih Friends & Family Triple.
Keuntungan lain adalah transportasinya.
Setiap orang tidak harus selalu pulang menggunakan moda yang sama.
Suamiku pernah pulang naik bus.
Aku serta adik iparku lebih banyak menggunakan MRT.
Semua tetap mudah menuju hotel.
Travelodge untuk Couple
Pasangan mempunyai cukup banyak pilihan.
Standard Queen menjadi opsi lebih hemat.
Deluxe Queen lebih luas.
Sentosa Queen menawarkan pemandangan ke arah Sentosa.
Lokasinya juga cukup menarik untuk itinerary berdua.
Sore bisa ke Mount Faber.
Naik cable car.
Makan di VivoCity atau Sentosa.
Kemudian kembali ke hotel tanpa perjalanan panjang.
Travelodge untuk Solo Trip
Travelodge mempunyai Standard Single berukuran 10 m².
Menurutku orang yang lebih banyak menjelajahi kota mungkin tidak membutuhkan kamar besar.
Akses MRT serta bus sangat dekat.
Smart Mart tersedia.
VivoCity ada di depan.
Lokasi seperti ini membuat solo trip terasa lebih praktis.
Travelodge untuk Perjalanan Kerja
Hotel juga cocok dipertimbangkan buat urusan kerja.
Ada coworking space.
Ada meeting room.
Ada private work pod.
Wi-Fi tersedia.
Setrika tersedia.
HarbourFront MRT sangat dekat.
Orang yang perlu banyak bekerja dari kamar mungkin lebih nyaman memilih Deluxe Plus Queen 23 m² daripada kamar 10 atau 15 m².
Travelodge untuk Traveler Muslim
Berdasarkan pengalaman kami, cukup nyaman.
Kamar mempunyai bidet.
Masih ada ruang untuk menggelar sajadah.
Kami beberapa kali sengaja pulang untuk salat.
Pantry mempunyai pemisahan fasilitas halal berdasarkan pengalaman kami serta dokumentasi tamu lain.
VivoCity serta Seah Im juga memberikan lebih banyak pilihan makanan.
Status halal outlet tetap perlu diperiksa saat datang.
Bagian sarapan hotel menurutku perlu dikonfirmasi langsung apabila sertifikasi halal menjadi pertimbangan utama.
Travelodge untuk Long Stay
Fasilitas hotel ternyata cukup mendukung orang yang menginap lebih lama.
Ada laundry.
Ada kulkas.
Ada pantry.
Ada microwave.
Ada iron.
Ada coworking space.
Travelodge bahkan mencantumkan steam closet untuk tamu yang menginap lebih dari tujuh malam pada area Station.
Promo long stay juga kadang muncul di situs resmi.
Jadi hotel ini tidak hanya cocok buat perjalanan singkat.
Parkir Mobil di Travelodge
Bagian ini mungkin tidak dibutuhkan semua orang Indonesia.
Tetap berguna buat yang datang menggunakan kendaraan dari Malaysia atau menyewa mobil.
Travelodge menyediakan parkir berbayar.
Tarif resmi saat ini:
- Senin sampai Kamis pukul 07.00 sampai 18.00, jam pertama SGD 1,60 atau Rp22.400, lalu SGD 0,80 atau Rp11.200 per 30 menit.
- Pukul 18.00 sampai 04.00, tarif SGD 8 atau Rp112.000 per masuk.
- Pukul 04.00 sampai 07.00, tarif SGD 2,50 atau Rp35.000 per jam.
- Jumat sampai Minggu, hari libur serta malam sebelum hari libur, jam pertama mulai SGD 2 atau Rp28.000, lalu SGD 1 atau Rp14.000 per 30 menit pada periode siang.
Tarif dapat berubah tanpa pemberitahuan.
Kebijakan Merokok dan Hewan Peliharaan
Travelodge merupakan properti non-smoking.
Merokok dilarang di kamar serta area indoor hotel. Pelanggaran dapat dikenakan biaya.
Hewan peliharaan tidak diperbolehkan menurut kebijakan hotel, dengan pengecualian tertentu untuk guide dog pada booking policy.
Hal yang Paling Aku Suka
Lokasi tetap menjadi nomor satu.
Kami datang dari Batam menggunakan feri lalu bisa berjalan kaki.
MRT sangat dekat.
Bus berhenti dekat hotel.
VivoCity di seberang.
Sentosa Express gampang diakses.
Makanan mudah dicari.
Laundry tersedia.
Setrika ada.
Pantry lengkap.
Makanan bisa dihangatkan.
Kopi bisa dibuat berkali-kali.
Es tersedia.
Air minum bisa diisi dari keran kamar.
Kami masih bisa salat di kamar.
Sepeda gratis bahkan tersedia dari hotel berdasarkan fasilitas resminya.
Semua hal tersebut terlihat kecil ketika dibahas satu per satu.
Setelah tinggal beberapa hari, kombinasi kemudahan kecil itulah yang justru paling terasa.
Hal yang Perlu Dipertimbangkan
Aku tetap ingin tulisan ini menjadi honest review.
Deluxe Sentosa Triple 15 m² memang compact.
Ruang koper terbatas.
Sarapan bukan buffet besar.
Hotel lebih terasa sebagai properti praktis buat orang yang aktif menjelajahi Singapura daripada resort untuk menghabiskan hari di kamar.
Pengalaman tamu mengenai breakfast juga cukup beragam.
Sebagian tamu merasa cukup.
Sebagian lainnya menilai variasinya terbatas.
Suara area bersama juga dapat berbeda menurut posisi kamar.
Ada review tamu yang menyebut suara jalan tidak terlalu masuk karena soundproofing, tetapi percakapan di koridor dekat pantry masih bisa terdengar.
Jadi orang yang membutuhkan suasana sangat tenang bisa menambahkan request kamar jauh dari pantry serta rooftop.
Tips Menginap di Travelodge Harbourfront
- Bawa universal adaptor Type G meskipun sebagian kamar dilaporkan mempunyai universal socket.
- Bawa tumbler karena air keran kamar aman diminum.
- Traveler Muslim sebaiknya membawa sajadah travel serta aplikasi arah kiblat.
- Rapikan koper setiap selesai mengambil barang karena kamar Triple cukup compact.
- Perhatikan label halal serta nonhalal di pantry.
- Manfaatkan coffee machine serta ice machine supaya tidak selalu membeli minuman di luar.
- Gunakan fasilitas setrika hotel agar tidak perlu membawa travel iron.
- Siapkan sekitar SGD 20 atau Rp280.000 apabila ingin menggunakan washer sekaligus dryer.
- Cek bus sebelum otomatis memilih MRT karena beberapa rute bisa lebih langsung.
- Simpan alamat lengkap hotel serta kode pos 098828 di ponsel.
- Manfaatkan luggage storage apabila datang lebih awal atau pulang malam.
- Bandingkan harga hotel pada beberapa tanggal.
- Pastikan breakfast memang termasuk sebelum booking.
- Lihat total setelah Taxes & Fees.
- Pilih Friends & Family Triple apabila bertiga dengan banyak koper.
- Pertimbangkan Sentosa View hanya bila pemandangan memang penting.
- Gunakan VivoCity untuk kebutuhan sehari-hari.
- Isi SG Arrival Card melalui kanal resmi ICA.
- Simpan dokumen perjalanan dalam bentuk screenshot.
- Konfirmasi fasilitas sepeda ketika check-in apabila ingin menggunakannya.
Apakah Aku Akan Menginap Lagi?
Aku akan mempertimbangkannya lagi.
Terutama apabila perjalanan berikutnya kembali masuk Singapura melalui Batam atau itinerary banyak berada di Sentosa.
Alasannya bukan karena Travelodge menjadi hotel paling mewah yang pernah aku tempati.
Justru hal yang paling aku ingat adalah kemudahannya.
Turun feri, hotel dekat.
Mau naik MRT, dekat.
Mau naik bus, dekat.
Mau belanja atau makan, VivoCity tinggal menyeberang.
Mau ke Sentosa, tinggal naik monorel.
Perlu salat, pulang ke kamar tidak memakan waktu terlalu lama.
Perlu laundry, tersedia.
Pakaian kusut, ada setrika.
Mau kopi lagi, tinggal menggunakan mesin di pantry.
Tumbler kosong, bisa diisi.
Mau bersepeda, hotel bahkan menyediakan fasilitas sepeda gratis berdasarkan informasi resmi.
Kemudahan seperti itu menurutku jauh lebih terasa nilainya ketika perjalanan hanya beberapa hari serta itinerary cukup padat.
Kesimpulan Review Travelodge Harbourfront Singapore
Pengalaman menginap 4 hari 3 malam di Travelodge Harbourfront Singapore bersama suami serta adik iparku membuatku semakin yakin kalau lokasi hotel sangat memengaruhi kenyamanan perjalanan.
Kami menginap di Deluxe Sentosa Triple lantai 8.
Kamarnya sekitar 15 m².
Ukurannya memang compact buat tiga orang dewasa.
Konfigurasi queen bed serta flip-up bed tetap membuat kami bisa menginap bersama tanpa harus memesan dua kamar.
Kami bahkan masih mempunyai ruang untuk salat setelah barang dirapikan.
Sentosa View menjadi tambahan yang menyenangkan.
Kamar mandi memiliki bidet serta air panas.
Air keran kamar aman digunakan sebagai air minum.
Fasilitas bersama hotel menurutku juga jauh lebih lengkap daripada kesan pertamanya.
Ada shared pantry.
Ada microwave.
Ada refrigerator.
Ada coffee machine.
Ada ice machine.
Ada pemisahan fasilitas tertentu untuk makanan halal.
Ada setrika.
Ada coin laundry.
Ada Smart Mart.
Ada swimming pool.
Ada coworking space.
Ada meeting room.
Ada rooftop bar.
Ada luggage storage.
Ada fasilitas sepeda gratis bernama Seek.
Namun lokasi tetap menjadi kekuatan terbesar.
Kami datang dari Batam menggunakan feri kemudian bisa berjalan menuju hotel.
HarbourFront MRT sekitar tiga menit menurut pengalaman kami.
Halte bus sangat dekat.
VivoCity tinggal menyeberang.
Sentosa Express berangkat dari VivoCity.
Universal Studios mudah dijangkau.
Singapore Cable Car serta Mount Faber berada di sekitar HarbourFront.
Orang Indonesia yang datang menggunakan pesawat juga tetap mempunyai akses yang cukup sederhana dari Changi menggunakan MRT, bus, taksi atau layanan berbasis aplikasi.
Menurutku Travelodge Harbourfront paling terasa manfaatnya bagi orang yang ingin keluar pagi, menjelajahi Singapura seharian, lalu kembali ke hotel tanpa perjalanan yang merepotkan.
Kadang hotel terbaik selama liburan memang bukan hotel dengan lobby paling besar atau kamar paling mewah.
Hotel terbaik justru hotel yang membuat keseluruhan perjalanan terasa lebih sederhana.
FAQ Travelodge Harbourfront Singapore
Apa alamat lengkap Travelodge Harbourfront Singapore?
Travelodge Harbourfront Singapore berada di 50 Telok Blangah Road, Singapore 098828.
Apakah Travelodge dekat terminal feri HarbourFront?
Ya. Pengalaman kami datang dari Batam menggunakan feri kemudian menuju hotel dengan berjalan kaki. Terminal feri HarbourFront sekarang tetap berada di kawasan yang sangat dekat.
Berapa lama jalan kaki ke HarbourFront MRT?
Pengalaman kami sekitar tiga menit. Travelodge mencantumkan jarak sekitar 340 meter.
Apakah halte bus dekat hotel?
Ya. Halte bus berada tepat di depan atau sangat dekat dengan hotel. Suamiku sempat menggunakan bus serta merasa akses pulangnya sangat praktis.
Bagaimana menuju Sentosa?
Kami menggunakan Sentosa Express, yaitu monorel dari VivoCity Level 3.
Berapa tarif Sentosa Express?
Tarif standar pada panduan Sentosa 2026 adalah SGD 4 atau sekitar Rp56.000.
Apakah bisa jalan kaki ke Sentosa?
Bisa melalui Sentosa Boardwalk dari VivoCity. Akses pejalan kaki tercantum gratis.
Apakah VivoCity dekat?
Ya. Jaraknya sekitar 300 meter.
Apa saja yang tersedia di VivoCity?
Ada restoran, kafe, supermarket, fashion, elektronik, kebutuhan sehari-hari, money changer, ATM, hiburan serta Sentosa Express.
Apakah Travelodge mempunyai sepeda?
Ya. Website resmi Travelodge mencantumkan fasilitas Seek, yaitu complimentary bicycle rental untuk digunakan berkeliling kota. Ketersediaannya sebaiknya dikonfirmasi ke hotel.
Apakah Travelodge dekat Universal Studios Singapore?
Ya. Hotel berada sangat dekat dengan VivoCity yang menjadi salah satu akses utama menuju Sentosa.
Kamar apa yang kami tempati?
Deluxe Sentosa Triple di lantai 8.
Berapa luas Deluxe Sentosa Triple?
Sekitar 15 m² dengan satu queen bed serta satu flip-up bed.
Apakah cukup buat tiga orang?
Menurut pengalaman kami cukup, tetapi compact. Koper perlu ditata dengan baik.
Apakah masih muat untuk salat?
Ya. Kami salat di kamar selama menginap setelah merapikan area tertentu.
Apakah kamar mempunyai bidet?
Kamar kami mempunyai bidet.
Apakah shower mempunyai air panas?
Ya. Travelodge mencantumkan shower air panas serta dingin.
Apakah perlu membawa adaptor?
Singapura menggunakan Type G. Ada review tamu yang menyebut universal socket tersedia di kamar Travelodge, tetapi aku tetap menyarankan membawa universal adaptor.
Apakah air keran kamar bisa diminum?
Ya. Travelodge sendiri menyebut safe, drinkable tap water tersedia di setiap kamar.
Apakah ada kulkas?
Kamar kami mempunyai kulkas mini. Kulkas bersama juga tersedia di pantry.
Apakah ada microwave?
Ada microwave di shared pantry.
Apakah ada fasilitas halal di pantry?
Pengalaman kami serta dokumentasi tamu lain menunjukkan adanya pemisahan microwave, kulkas serta beberapa perlengkapan untuk penggunaan halal dan umum.
Apakah ada coffee machine?
Ada coffee machine di pantry. Kami bisa membuat kopi beberapa kali selama menginap.
Apakah ada setrika?
Ada iron serta ironing board sebagai bagian fasilitas laundry.
Berapa biaya laundry?
Referensi tamu mencatat SGD 10 atau sekitar Rp140.000 untuk washing serta SGD 10 atau sekitar Rp140.000 untuk dryer.
Apakah ada kolam renang?
Ada outdoor swimming pool sekitar 30 meter.
Apakah ada penitipan koper?
Ada complimentary luggage storage hingga 24 jam.
Jam berapa check-in?
Mulai pukul 15.00.
Jam berapa check-out?
Maksimal pukul 12.00.
Bahasa apa yang digunakan staf?
Hotel mencantumkan English, Chinese serta Malay.
Apakah ada pajak khusus buat orang Indonesia?
Tidak ada flat tourism tax per malam khusus berdasarkan kewarganegaraan Indonesia pada alur booking Travelodge. Perhatikan room rate, service charge, GST serta layanan tambahan.
Berapa GST Singapura?
GST Singapura saat ini 9 persen.
Kurs apa yang dipakai pada artikel?
Aku menggunakan pembulatan SGD 1 = Rp14.000. Saat perjalanan Juni 2026 aku mendapat kurs sekitar Rp13.850 per SGD.
Berapa simulasi biaya Deluxe Sentosa Triple?
Menggunakan contoh public rate resmi SGD 173,86, satu malam sekitar Rp2.434.040.
Berapa total tiga malam?
Sekitar Rp7.302.120 per kamar menggunakan contoh rate tersebut.
Berapa biaya per orang?
Dibagi tiga orang, sekitar Rp2.434.040 per orang untuk tiga malam atau sekitar Rp811.000 per orang per malam.
Apakah hotel cocok untuk keluarga?
Menurutku cukup cocok, terutama karena dekat VivoCity serta Sentosa. Keluarga dengan banyak barang lebih nyaman memilih Friends & Family Room.
Apakah cocok buat bertiga?
Ya. Kami sendiri menginap bertiga selama empat hari tiga malam.
Apakah cocok buat couple?
Cocok. Ada Standard Queen, Deluxe Queen serta Sentosa Queen.
Apakah cocok buat solo trip?
Ada Standard Single berukuran 10 m².
Apakah cocok untuk perjalanan kerja?
Cukup cocok karena tersedia Wi-Fi, coworking space, meeting room, private work pod serta transportasi yang mudah.
Apakah nyaman buat traveler Muslim?
Berdasarkan pengalaman kami cukup nyaman. Ada bidet, ruang salat di kamar masih memungkinkan serta terdapat pemisahan beberapa fasilitas halal di pantry.
Apakah tetap cocok kalau datang naik pesawat dari Indonesia?
Ya. Travelodge memperkirakan perjalanan dari Changi sekitar 25 sampai 30 menit menggunakan taksi atau ride-hailing, serta sekitar satu jam menggunakan MRT.
Penempatan Foto yang Disarankan
- Foto 1: Featured image depan hotel atau foto bertiga.
- Foto 2: Perjalanan feri Batam menuju HarbourFront.
- Foto 3: HarbourFront MRT.
- Foto 4: Halte bus depan hotel.
- Foto 5: Sentosa Express.
- Foto 6: Sepeda Travelodge apabila ada dokumentasi.
- Foto 7: VivoCity.
- Foto 8: Lobby hotel.
- Foto 9: Kamar dari arah pintu.
- Foto 10: View lantai 8.
- Foto 11: Queen bed serta flip-up bed.
- Foto 12: Fasilitas kamar.
- Foto 13: Tombol Make Up Room dan Do Not Disturb.
- Foto 14: Kamar mandi serta bidet.
- Foto 15: Shared pantry.
- Foto 16: Microwave serta kulkas halal dan nonhalal.
- Foto 17: Coffee machine.
- Foto 18: Ice machine.
- Foto 19: Coin laundry.
- Foto 20: Smart Mart.
- Foto 21: Kolam renang.
- Foto 22: Area sarapan.
- Foto 23: Menu sarapan yang benar-benar kalian makan.
- Foto 24: Universal Studios Singapore apabila ada dokumentasi.
- Foto 25: Mount Faber atau Singapore Cable Car.
Penempatan Satu Video
Satu video Instagram atau TikTok paling pas ditempatkan setelah bagian sarapan serta fasilitas hotel, sebelum pembahasan Sentosa dan wisata sekitar.
Posisi tersebut menurutku paling natural.
Pembaca sudah mengenal kamar.
Sudah memahami fasilitas.
Video kemudian menjadi bukti visual pengalaman nyata sebelum tulisan berlanjut ke akses wisata.
Informasi SEO Artikel
SEO Title:
Review Travelodge Harbourfront Singapore 4 Hari 3 Malam, Dekat MRT, Feri, VivoCity dan Sentosa
Judul alternatif:
Pengalaman Menginap di Travelodge Harbourfront Singapore Bertiga, Lengkap Harga dan Akses Sentosa
Slug:
review-travelodge-harbourfront-singapore
Meta description:
Pengalaman menginap 4 hari 3 malam di Travelodge Harbourfront Singapore bertiga. Lengkap dengan harga kamar, feri Batam, MRT, bus, Sentosa Express, VivoCity, sarapan, laundry, fasilitas, tips Muslim traveler dan budget.
Keyword utama:
Review Travelodge Harbourfront Singapore
Keyword pendukung yang sudah masuk secara natural meliputi hotel dekat HarbourFront MRT, hotel dekat Sentosa, hotel dekat VivoCity, hotel dekat Universal Studios Singapore, hotel dekat HarbourFront Ferry Terminal, hotel untuk 3 orang di Singapore, harga Travelodge Harbourfront Singapore, Deluxe Sentosa Triple, hotel Singapore dekat MRT, hotel dekat Sentosa untuk keluarga, hotel Singapore untuk Muslim traveler, serta hotel Singapore dekat ferry Batam.
Harga kamar, menu sarapan, tarif laundry, kurs, biaya atraksi, jadwal feri serta kebijakan hotel dapat berubah. Pengalaman pribadi pada tulisan ini berasal dari perjalanan kami pada Juni 2026. Data pendukung diperbarui menggunakan informasi resmi Travelodge Hotels Asia, Sentosa, ICA, IRAS, PUB serta sumber pengalaman tamu lain yang disebutkan pada bagian terkait.

Posting Komentar untuk "Review Travelodge Harbourfront Singapore, Hotel Strategis 3 Menit ke MRT, Dekat Halte Bus, Feri, VivoCity, dan Sentosa"