Kosmetik Ilegal Senilai Rp16 Miliar Dibongkar BPOM Begini Cara Memeriksa Produk
Temuan terbaru Badan Pengawas Obat dan Makanan mengingatkan konsumen bahwa tampilan produk yang meyakinkan belum tentu sejalan dengan keamanan isinya. BPOM pada 19 Oktober 2026 mengumumkan pengamanan sebuah sarana produksi kosmetik ilegal di Kota Mojokerto, Jawa Timur. Nilai keekonomian produk yang ditemukan disebut lebih dari Rp16 miliar.
Kasus tersebut relevan bagi pembeli skincare karena barang yang diproduksi berupa krim, losion, dan toner tanpa izin edar. Produk ditemukan dalam kemasan polos tanpa penandaan atau label. BPOM juga menyatakan peredarannya telah menjangkau berbagai wilayah Indonesia dan menyasar klinik kecantikan. Situasi ini menunjukkan bahwa konsumen perlu memeriksa legalitas produk, identitas produsen, serta kelengkapan label sebelum tertarik pada janji hasil cepat.
Fakta Penting dalam Temuan BPOM di Mojokerto
Pemeriksaan dilakukan petugas Balai Besar POM di Surabaya pada 8 Oktober 2026 setelah pemantauan dan pendalaman intelijen. BPOM menemukan mesin pencampur, pengisian, dan pencetak kode, bahan baku, produk ruahan, serta kemasan di sarana yang tidak memiliki perizinan berusaha di bidang kosmetik. Fasilitas itu disebut telah beroperasi sejak 2021.
Barang yang diamankan pada awalnya diduga mengandung bahan obat yang tidak diizinkan dalam kosmetik. Pengujian laboratorium terhadap sampel produk jadi dan produk ruahan kemudian menemukan asam retinoat, deksametason, hidrokinon, dan mometason furoat. Penjelasan ini penting karena ada perbedaan antara dugaan saat pemeriksaan lapangan dan hasil yang telah dikonfirmasi melalui pengujian.
BPOM masih mengembangkan kasus untuk mengungkap pihak yang terlibat dan modus pelanggarannya. Nilai lebih dari Rp16 miliar merupakan nilai keekonomian barang temuan, bukan harga satu produk atau jumlah kerugian konsumen. Informasi resmi juga menyebut omzet penjualan mencapai Rp750 juta per bulan atau sekitar Rp9 miliar per tahun berdasarkan hasil penelusuran.
Mengapa Bahan Obat Tidak Boleh Dipakai Sembarangan
Produk kosmetik digunakan untuk membersihkan, mewangikan, mengubah penampilan, atau memelihara tubuh. Krim racikan yang mengandung bahan obat memiliki konteks berbeda karena pemakaiannya dapat memerlukan diagnosis, dosis, durasi, dan pengawasan tenaga medis. Label kosmetik biasa tidak dapat menggantikan pemeriksaan dokter.
BPOM menjelaskan bahwa asam retinoat pada kosmetik dapat memicu kulit kering, rasa terbakar, dan risiko gangguan pada janin. Deksametason dapat menimbulkan dermatitis kontak, jerawat, kemerahan, serta berkurangnya produksi hormon. Hidrokinon dikaitkan dengan penggelapan warna kulit dan perubahan warna kornea maupun kuku. Mometason furoat dapat menyebabkan penipisan kulit dan gangguan sistem pelepasan hormon.
Daftar risiko tersebut tidak berarti setiap keluhan kulit pasti disebabkan produk ilegal. Reaksi kulit dapat memiliki banyak penyebab. Konsumen sebaiknya menghentikan pemakaian ketika muncul keluhan yang mengkhawatirkan, menyimpan kemasan, lalu mencari bantuan tenaga kesehatan agar masalah dinilai berdasarkan kondisi nyata.
Cara Memeriksa Kosmetik dengan Prinsip Cek KLIK
BPOM mengimbau masyarakat menerapkan Cek KLIK yang mencakup Kemasan, Label, Izin edar, dan Kedaluwarsa. Empat pemeriksaan ini lebih bermanfaat bila dilakukan sebagai satu rangkaian, bukan hanya mencari nomor izin pada sebuah foto promosi.
Periksa kondisi kemasan
Kemasan perlu utuh, tidak bocor, tidak menggembung, dan tidak menunjukkan bekas dibuka. Segel yang rusak, warna isi yang berubah, bau tidak lazim, atau tekstur yang terpisah patut menjadi alasan untuk tidak memakai produk. Kemasan polos tanpa identitas yang jelas juga menyulitkan konsumen menelusuri pihak yang bertanggung jawab.
Baca label secara menyeluruh
Label perlu memberikan informasi yang dapat dibaca, termasuk nama produk, kegunaan, cara penggunaan, komposisi, peringatan bila ada, identitas pihak yang mendaftarkan, nomor batch, isi bersih, dan tanggal kedaluwarsa. Klaim seperti putih dalam hitungan hari atau hasil instan tidak boleh menggantikan informasi dasar tersebut.
Cocokkan izin edar di basis data resmi
Buka laman Cek Produk BPOM, lalu cari berdasarkan nama produk, merek, nomor izin edar, atau nama pendaftar. Cocokkan hasil pencarian dengan produk fisik, bukan sekadar memastikan sebuah nomor muncul. Nama, bentuk sediaan, kemasan, pendaftar, dan informasi lain harus sesuai karena nomor milik produk berbeda dapat disalin ke barang ilegal.
Status terdaftar juga perlu dilihat bersama informasi pengawasan terbaru. Halaman Penjelasan Publik BPOM memuat produk kosmetik yang ditemukan mengandung bahan berbahaya atau dilarang berdasarkan pengawasan, pengujian, maupun informasi otoritas negara lain.
Pastikan masa pakai masih berlaku
Tanggal kedaluwarsa harus terbaca dan tidak tampak ditempel ulang. Nomor batch membantu penelusuran bila terjadi penarikan produk. Catatan tanggal pertama kali kemasan dibuka juga berguna untuk produk yang mencantumkan batas pemakaian setelah dibuka.
Belanja Online Membutuhkan Pemeriksaan Tambahan
Foto yang rapi dan ulasan ramai tidak membuktikan sebuah produk aman. Pembeli dapat meminta foto label asli, nomor izin edar, nomor batch, tanggal kedaluwarsa, serta identitas penjual sebelum membayar. Harga yang jauh di bawah harga umum layak diperiksa lebih teliti, walaupun harga murah sendiri bukan bukti pelanggaran.
Pilih penjual yang memberikan alamat dan mekanisme pengembalian yang jelas. Simpan tangkapan layar halaman produk, bukti pembayaran, percakapan, serta foto paket saat diterima. Bukti tersebut memudahkan pengaduan kepada platform, penjual, atau lembaga terkait jika barang tidak sesuai.
Klinik kecantikan juga tidak otomatis bebas dari risiko. Temuan di Mojokerto disebut dipasarkan kepada klinik di berbagai wilayah. Konsumen berhak menanyakan nama produk, komposisi, petunjuk pemakaian, dan siapa tenaga medis yang bertanggung jawab apabila produk merupakan racikan berbahan obat.
Langkah Saat Produk Terlanjur Digunakan
Hentikan penggunaan apabila produk tidak berlabel, tidak dapat diverifikasi, atau menimbulkan keluhan. Jangan membuang wadah, sisa isi, nota, dan bukti pembelian karena semuanya dapat membantu identifikasi. Hindari mencoba menetralkan reaksi dengan banyak produk baru sekaligus sebab langkah itu bisa membuat penyebab keluhan semakin sulit dinilai.
Keluhan seperti rasa terbakar berat, bengkak, luka, gangguan penglihatan, atau gejala yang cepat memburuk memerlukan pertolongan medis. Pengaduan terkait obat dan makanan dapat disampaikan melalui kanal resmi BPOM, termasuk Contact Center HALOBPOM 1-500-533 dan Unit Layanan Pengaduan Konsumen Balai Besar, Balai, atau Loka POM. Informasi produk yang lengkap membantu petugas menindaklanjuti laporan secara lebih tepat.
Posting Komentar untuk "Kosmetik Ilegal Senilai Rp16 Miliar Dibongkar BPOM Begini Cara Memeriksa Produk"