Panduan Imunisasi Anak Tetap Aman meski di Tengah Pandemi Covid-19

Oleh : Efridayanti Tambunan

Imunisasi atau vaksinasi merupakan pemberian vaksin yang dimasukkan ke dalam tubuh seseorang dan berfungsi sebagai kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit. Imunisasi menjadi cara terbaik untuk melindungi buah hati dari suatu penyakit sebagai usaha pencegahan primer. Imunisasi ini sangat penting dilakukan terutama pada anak yang berusia di bawah 18 bulan. Namun, kondisi dunia yang tengah diuji dengan pandemi Covid-19 membuat banyak dari orang tua merasa takut untuk membawa si kecil ke rumah sakit ataupun puskesmas.

Berdasarkan data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Organisasi PBB untuk anak-anak (UNICEF) pada Juli 2020 menunjukkan angka penurunan imunisasi pada anak di seluruh dunia yang merupakan dampak dari pandemi Covid-19. Penurunan ini terjadi secara signifikan dan pertama kalinya terjadi di dunia dalam 28 tahun terakhir.  WHO dan UNICEF mengingatkan orang tua di seluruh dunia tentang bahaya turunnya angka imunisasi karena bisa mengembalikan semua pencapaian di dunia kesehatan selama ini. Melansir dari situs WHO, Direktur Jenderal WHO mengatakan bahwa penderitaan dan kematian yang disebabkan oleh anak-anak yang tidak melaksanakan imunisasi rutin dapat jauh lebih besar daripada Covid-19 itu sendiri.

Beberapa panduan penting imunisasi anak tetap aman meskipun pandemi Covid-19 sedang menerjang, diantaranya:

            1. Mengatur Jadwal Kedatangan

Rumah sakit maupun puskesmas diharuskan untuk membuat janji terlebih dahulu bagi setiap pasien yang akan datang menemui dokter yang ada di sana. Hal ini bertujuan agar jadwal bisa disesuaikan dengan jumlah pasien yang datang dan membuat rumah sakit atau puskesmas tidak mengalami kepadatan.

Cara yang bisa dilakukan dalam mengatur jadwal kedatangan yaitu dengan menghubungi pihak rumah sakit atau puskesmas dengan tujuan untuk membuat janji bahwa akan melakukan imunisasi. Usahakan semua jadwal diatur dengan baik sehingga tidak terjadi tabrakan waktu antara pasien satu dengan yang lainnya. Hal penting lainnya yaitu orang tua harus menghindari datang ke rumah sakit atau puskesmas tanpa ada janji sebelumnya karena bisa beresiko tinggi. Ketika membuat janji jangan lupa tanyakan pada rumah sakit atau puskesmas tersebut mengenai hal-hal apa saja yang harus dipersiapkan pada saat imunisasi nantinya.

            2. Pastikan Orang Tua dan Anak dalam Keadaan Sehat

Ketika akan melakukan imunisasi, orang tua dan anak harus dipastikan dalam kondisi sehat dan tidak memiliki gejala-gejala tertentu dari Covid-19. Pihak rumah sakit atau puskesmas harus melakukan pengecekan dan perlindungan awal terhadap keadaan tubuh orang tua maupun anak.

Walaupun sudah membuat janji dari awal atau bahkan sudah berada di lokasi, tidak ada salahnya mengatur ulang jadwal di hari lain jika diketahui orang tua atau balita sedang memiliki gejala tertentu. Jangan sungkan dan jujurlah pada pihak rumah sakit atau puskesmas tentang kondisi yang sedang dialami karena pihak rumah sakit atau puskesmas akan memberikan solusi seperti dengan memisahkan balita yang mempunyai gejala dengan balita yang sehat dan mereka akan ditempatkan di poliklinik yang berbeda atau dengan solusi siaga lainnya. Hal itu dilakukan agar penyebaran penyakit bisa segera dicegah.

            3. Mematuhi Panduan Aman Penggunaan Masker dan Pakaian Tertutup

Jika anak sedang berusia di bawah 2 tahun maka disarankan untuk tidak menggunakan masker karena memiliki risiko keselamatan. Hal ini disampaikan oleh dokter spesialis anak, Caessar Pronocitro bahwa dalam melakukan imunisasi terdapat beberapa panduan dari IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) diantaranya jika anak berusia di bawah dua tahun, saluran pernafasannya masih sangat kecil sehingga akan sulit bernafas melalui masker. Kemudian ada risiko lainnya yaitu bisa membuat anak tercekik saat menggunakan masker tersebut.

Adapun pada anak yang sedang berusia di atas 2 tahun, orang tua bisa mengajarkan anaknya untuk memakai masker namun dengan catatan masih selalu dalam pengawasan orang tua. Sedangkan bagi anak yang sedang berusia di bawah 2 tahun bisa memakai face shield yang berasal dari bahan-bahan yang aman dan lembut sehingga tidak berisiko melukai si kecil.

Sebelum berangkat menuju lokasi rumah sakit atau puskesmas orang tua harus memakaikan anaknya dengan pakaian tertutup yang bisa melindungi si kecil di tengah mewabahnya virus Covid-19. Meskipun menggunakan pakaian tertutup, pastikan kalau pakaian yang digunakan si kecil tidak gerah dan membuatnya merasa nyaman selama proses imunisasi berlangsung. Jangan lupa pakaikan topi, sarung tangan dan kaus kaki yang nyaman untuk si kecil. Gunakan bahan-bahan aman yang membuat anak merasa tetap mudah bergerak.

            4. Jaga Jarak Aman

Menjaga jarak aman anak dengan orang lain sangat penting diperhatikan oleh orang tua. Ketika di rumah sakit atau puskesmas, orang tua harus selalu peka dengan kondisi sekitarnya, jika merasa terlalu dekat dan rapat dengan orang lain maka sebaiknya orang tua mengalah dengan mencari tempat dengan jarak yang cukup aman. WHO menyarankan untuk menjaga jarak antar satu orang dengan lainnya minimal 2 meter. Menjaga jarak adalah salah satu pencegahan yang efektif dalam menghindari anak dari Covid-19.

            5. Panduan Perindungan Diri untuk Orang Tua

Selain melaksanakan panduan diri untuk buah hati, orang tua juga harus memperhatikan diri sendiri agar sama-sama terlindungi. Lengkapi perlindungan diri dengan sangat baik melalui penggunaan masker, rajin mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer setiap kali menyentuh si kecil, menjaga jarak dengan orang-orang yang berada disekitar, hindari menyentuh secara langsung benda-benda yang berada di sana seperti gagang-gagang pintu atau lift, sebaiknya menggunakan sarung tangan sebelum menyentuh benda-benda tersebut agar orang tua dan anak senantiasa aman dari Covid-19.

            Bayi dan balita harus mengikuti imunisasi berdasarkan usia sesuai dengan panduan vaksin yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan. Imunisasi yang terlewat bisa dilaksanakan menyusul dengan melakukan konsultasi terlebih dahulu pada pihak rumah sakit atau puskesmas mengingat betapa pentingnya imunisasi bagi si kecil meskipun Covid-19 di tanah air dan dunia sedang mewabah. Dengan mengikuti panduan-panduan di atas, orang tua merasa tetap aman melakukan imunisasi pada anak meskipun di tengah pandemi Covid-19.

*Penulis merupakan mahasiswi program studi Kesehatan Masyarakat yang sedang melaksanakan KKN DR UIN-SU, Kelompok 53


Berlangganan update artikel terbaru via email:

8 Responses to "Panduan Imunisasi Anak Tetap Aman meski di Tengah Pandemi Covid-19"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel