Pengaruh Dunia Pendidikan pada Masa Pandemi Covid-19

Oleh : Nuraini Hasanah

Dunia tengah dilanda oleh wabah virus yang bernama COVID-19 dimulai pada 2019 lalu. COVID-19 merupakan virus yang berasal dari kota wuhan, tiongkok yang penularannya begitu cepat dari hewan hingga ke manusia. Corona Virus ini menyebabkan penderitanya mengalami gejala seperti demam diatas C, batuk kering, sesak nafas, infeksi pernafasan dan paru-paru yang disebut pneumonia bahkan tingkat keparahannya bisa menyebabkan meninggal dunia.

Corona virus dapat menular dari manusia ke manusia. Cara penularannya bisa melalui berpapasan dengan penderita covid-19, tidak memakai masker, tidak mencuci tangan, memegang area wajah seperti mulut, hidung, atau mata yang membawa virus membawa kedalam tubuh, dan tidak menjaga jarak minimal 1 meter ketika bertemu dengan orang lain.

Covid-19 mulai masuk ke Indonesia pada bulan Maret 2020. Virus ini membawa kekhawatiran hingga membuat aktivitas ditunda sementara dengan melakukan isolasi mandiri di rumah. Selain itu, Covid-19 juga membawa pengaruh akibat virus ini dari berbagai bidang, salah satunya adalah dunia pendidikan.

Pendidikan adalah suatu kegiatan belajar mengajar yang dilakukan pendidik dan peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dunia pendidikan terdiri dari beberapa tingkatan yaitu : PTN / PTS, SMA / SMK / MA sederajat, SMP / MTS sederajat, SD / MI sederajat, TK / RA sederajat dan SLB sederajat. Pada dunia pendidikan pembelajaran biasanya dilakukan dengan tatap – muka. Akan tetapi karena adanya COVID-19 pembelajaran dilakukan secara online dirumah (Pembelajaran Jarak Jauh).

PJJ (Pembelajaran jarak jauh) yaitu pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan murid secara online untuk mencapai tujuan pembeajaran. Pembelajaran dilakukan melalui aplikasi belajar dan komunikasi seperti Google Classroom, E-learning, Zoom, WhatsApp, Google Meet, dan lain-lain. PJJ dilakukan oleh murid dengan dampingan orang tua.

Pembelajaran online membawa kendala dan problem dalam melaksanakannya. Adapun kendala dan problemnya yaitu Kurangnya penguasaan menggunakan teknologi oleh guru dan siswa, Terbatasnya sarana dan prasarana, susah memahami materi yang diberikan guru, jaringan internet, biaya, PJJ berkepanjangan, tidak ada interaksi langsung dengan guru, orang tua susah beradaptasi karena mengatur pekerjaan rumah dengan mendampingi anak belajar online, dan guru mempersiapkan ulang bahan materi untuk pengajaran online. Akan tetapi, PJJ harus tetap dilaksanakan dan mulai beradaptasi dalam melakukan proses pembelajaran.

Selain itu, PJJ juga memberikan dampak positif dalam pelaksanaannya. Dampak positif dari PJJ adalah menambah wawasan dan penguasaan dalam menggunakan teknologi, membentuk Kreatifitas secara teori maupun keterampilan atau skill, tidak perlu mengeluarkan ongkos biaya untuk pergi sekolah, menjadikan guru dan murid untuk kreatif dan inovatif dalam melaksanakan pembelajaran ini, serta mengaplikasikan ilmu yang dipelajari kedalam kehidupan sehari-hari.

Sebelum PJJ dimulai harus ada kesepakatan antara guru, siswa dengan orang tua. Melakukan PJJ guru dituntut mengajar secara online kepada siswa., dengan cara antara lain guru memberikan bahan ajar materi kepada siswa sebelum H-1 pelajaran dilaksanakan. Kemudian, pada saat pembelajaran dilaksanakan guru menjelaskan materi ajar kepada siswa dengan menggunakan media komunikasi dan belajar. Setelah itu, guru memberi kesempatan sesi tanya-jawab kepada siswa untuk memperjelas pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan dan menjawab pertanyaan siswa dengan efektif dan benar. Diakhir jam mengajar online, guru menutup pembelajaran dengan memberikan games ringan, memberikan motivasi agar tetap semangat belajar online dan tips-tips selalu untuk menjaga kesehatan.

Sedangkan, siswa dengan dampingan orang tua melakukan PJJ dengan cara mempelajari bahan materi aja yang diberikan guru sebelum H-1 pelajaran dilaksanakan. Kemudian, mendengarkan dan memahami materi yang diajarkan guru pada pembelajaran berlangsung. Setelah itu, bertanya kepada guru tentang materi ajar yang tidak dipahami dan memahami jawaban yang telah diberikan oleh guru. Dan akhir jam pembelajaran, siswa dengan dampingan orang tua bermain games ringan dengan guru, memahami dan menjadikan motivasi dan tips-tips selalu menjaga kesehatan yang diberikan guru untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

PJJ memberikan pengaruh pada dunia pendidikan di masa pandemi Covid-19. Ada kendala dan problem dalam melakukan pembelajaran ini. Seperti kurangnya penguasaan menggunakan teknologi oleh guru dan siswa, Siswa sulit memahami materi ajar yang diberikan oleh guru, terbatasnya sarana dan prasarana, jaringan Internet, biaya, dan lain-lain. Namun, PJJ juga memberikan dampak positif dalam pelaksanaannya, yaitu menambah wawasan dan penguasan menggunakan teknologi oleh guru siswa, guru dan siswa semakin terampil, kreatif dan inovatif dalam melaksanakan pembelajaran ini, orang tua memberikan dampingan dan belajar bersama dengan siswa atau anak, tidak mengeluarkan biaya ongkos untuk pergi kesekolah, dan lain–lain. Dalam memulai PJJ diperlukan antara kesepatakan guru, siswa dengan orang tua. maka pembelajaran online dapat berjalan dengan baik dan efektif sesuai dengan tugas dan kewajiban antara guru, siswa dengan orang tua.  

Oleh karena itu, semoga pandemi Covid-19 cepat berlalu dan mendatangkan semangat new normal dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Khususnya untuk dunia pendidikan semoga dunia pendidikan Indonesia bisa menjalankan pembelajaran tatap-muka seperti biasanya dan menjadi semakin jaya lagi untuk kedepannya.

*Penulis merupakan mahasiswi program studi Pendidikan Matematika yang sedang melaksanakan KKN DR UIN-SU, kelompok 83

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Pengaruh Dunia Pendidikan pada Masa Pandemi Covid-19"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel