Peran Media Massa di Era Covid-19

 Oleh : Maysarah Nurul Afiah Panggabean


Virus Corona atau yang biasa kita sebut Covid-19 ini awal mulanya berasal dari Wuhan, Tiongkok. Sejak akhir tahun 2019 perkembangan virus ini semakin pesat, lalu mulai menyebar ke seluruh dunia, dan penyebaran virus ini dijadikan sebagai pandemi global.

Corona virus ini dapat menginfeksi sistem pernapasan, apabila sudah terpapar korban akan mengalami flu, demam, sakit tenggorokan dan kesulitan bernapas. Namun, virus ini jugak dapat menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia).

Sudah banyak korban jiwa yang terinfeksi virus ini, dari yang anak-anak hingga orang tua pun dapat terserang dengan cepat, maka dari itu pemerintah dengan sigap untuk memberlakukan sistem Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam upaya untuk mencegah penularan virus corona.

Awalnya virus ini hanya berdampak kepada kesehatan manusia saja, akan tetapi setelah wabah ini menyebar secara global bahkan banyak wisata-wisata, toko, mall dan masih banyak lagi yang mulai tutup. Akibat adanya pandemi ini ekonomi Indonesia pun menurun drastis.

Melansir data dari PHEOC Kementerian Kesehatan RI hingga 24 Juli 2020, ada 777.100 orang yang telah diperiksa. Sehingga, apabila ada 95.418 kasus infeksi positif, maka positivity rate secara total di indonesia adalah sekitar 12,3 persen. Artinya, setiap 100 orang Indonesia yang dites swab/PCR, akan ada 12 orang yang positif.

Menurut data rabu (12/8) kasus terkomfirmasi Covid-19 menembus angka 128.776 orang. Ada peningkatan 1.693 kasus baru. Jumlah pasien sembuh bertambah 1.474. Jumlah akumulatif kasus sembuh menjadi 83.710. Kasus kematian semakin bertambah 56 orang. Total kasus kematian Covid-19 ditanah air menjadi 5.824 orang.

Media massa sangat berperan penting dalam menyampaikan informasi tentang perkembangan virus covid-19. Saat ini masyarakat merasa resah dan bingung dengan ada nya pemberitaan diluar sana yang masih belum tentu kebenarannya, dengan ini media massa membantu masyarakat dengan memberikan pesan-pesan positif bagaimana agar terhindar dari virus corona.

Tak hanya itu media massa juga bergerak dalam mengumpulkan donasi untuk mengatasi pandemi ini, dengan bekerjasama dengan beberapa pihak menyumbangkan sejumlah kebutuhan sesuai standar kesehatan yaitu, Alat Pelindung Diri (APD) yang disumbangkan kepada tenaga medis.

Sementara itu, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers mengatakan, ditegah pandemi terdapat tiga ancaman nyata yang akan dialami jurnalis. Di antaranya kehilangan pekerjaan dan penghasilan karena kondisi perekonomian memburuk. Kemudian, tindakan kekerasan terkait pemberitaan seputar pandemi dan rancangan regulasi yang mengancam kebebasan pers, seperti RUU Cipta Kerja dan RKUHP.

Saat ini media massa sangat dibutuhkan dalam memberitahukan perkembangan mengenai wabah baru ini. Tanpa adanya media massa masyarakat tidak akan tahu perkembangan seberapa banyak kasus yang bertambah, berapa ratus orang yang sembuh bahkan berapa ratus orang meninggal atas wabah ini.

Media massa harus memberikan dampak positif terhadap berita yang akan disampaikan, dengan tidak membuat masyarakat panik dan merasa takut. Hal ini dapat diakukan dengan cara menyebarkan berita yang sesuai fakta dan tak menyesatkan, dan himbauan kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memilih berita, jangan mudah percaya dengan berita yang belum tentu kebenarannya.

Seorang reporter yang bertugas di zona merah harus mendapatkan surat jaminan keselamatan dan perlindungan dari perusahaan pers. Harus memiliki standar kesehatan untuk melaksanakan tugas  atau profesinya.

Maka dari itu dihimbau untuk seluruh masyarakat Indonesia agar tetap menjaga kesehatan, dan menghidari tempat-tempat yang kemungkinan tempat penyebaran virus tersebut, gunakan masker saat berpergian dan selalu mencuci setelah mnegunjungi tempat keramaian seperti pasar, mall, bandara dan lain-lain.  saat anda batuk tutup hidung dan mulut anda dengan lengan ataupun tisu, jika anda merasa sulit bernafas batuk dan demam segera cari bantuan medis.


*Penulis merupakan mahasiswi program studi Ilmu Komunikasi yang sedang melaksanakan KKN DR UIN-SU, Kelompok 107

Berlangganan update artikel terbaru via email:

2 Responses to "Peran Media Massa di Era Covid-19"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel