Review Film Matt & Mou dari Sisi Lain

Review Film Matt & Mou dari Sisi Lain

Film Matt & Mou adalah sebuah film drama remaja yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya penulis Wulanfadi. Film ini dirilis pada 24 Januari 2019 dan diperankan oleh aktris ternama yaitu Prilly Latuconsina dan aktor tampan Maxime Bouttier. Meskipun sudah banyak yang review film ini, tapi kali ini tentu dengan review yang berbeda. Pojokata akan review Film Matt & Mou ini dari sisi lain. 

Setelah menonton film, tak lengkap rasanya bila tak membagikan apa yang telah didapat. Setiap orang tentu memiliki persepsi dan tanggapannya masing-masing setelah menonton. Masing-masing orang punya khasnya tersendiri dalam me-review film. Dan pastinya, review dari Pojokata akan selalu berbeda dari penulis lain. 

Eits, tapi sebelum ke sana, silakan baca dulu sinopsis atau alur singkat cerita Film Matt & Mou dari awal hingga akhir. Jadi, buat kamu yang belum nonton filmnya silakan baca sinopsis ini dulu ya. Dan, buat kamu yang sudah nonton filmnya, gak ada salahnya kan baca ulang sinopsisnya? siapa tahu kelupaan ya kan? hehe. Atau kalau kamu mau nonton film-film, kamu bisa coba baca artikel Nonton Drama Korea Akses Cepat Tanpa Iklan Dari Telegram Lewat HP. Nah, daripada berlama-lama. Langsung simak, kuy!


Sinopsis Film Matt & Mou

Judul Film Matt & Mou diambil dari nama dua orang yang diceritakan dalam film. Mereka sudah berteman sejak kecil. Matt yang baru pindah bersebelahan dengan rumah Mou membuat mereka dekat. Matt yang sedari kecil sudah memiliki jiwa penolong dan menjaga Mou. Hal ini terlihat ketika baru pindah rumah, Matt menolong Mou dari serangan lebah. 

Kedekatan itu semakin menjadi ketika kamar Matt berseberangan dengan kamar Mou. Di jendela kamar mereka disediakan jalur benang penghubung yang dilengkapi dengan kaleng susu dan ember yang sistemnya seperti katrol. Jadi, setiap akan berkomunikasi, mereka akan membunyikan lonceng untuk memanggil lawan bicara. Setelah itu, berkomunikasi lewat kaleng susu tersebut dan bisa mengirim sesuatu seperti buku dari ember yang telah disediakan.

Sejak kecil, orang tua Mou selalu bertengkar. Tapi berkat Matt, kesedihan Mou bisa terobati lewat hiburan yang selalu diberikan oleh Matt. Ketika SMA, Matt dan Mou berada di sekolah yang sama. Matt yang pintar berencana kuliah di Jerman. Ibu dan ayah Matt menyetujui hal tersebut.

Tapi, Matt masih mempertimbangkannya karena Mou. Walaupun Mou tetap ingin terus melihat Matt tapi Mou tidak egois. Ia bahkan mengusahakan semua pendaftaran agar Matt bisa berkuliah di Jerman, tempat ayahnya bekerja. Walaupun konsekuensinya, ia harus terpisah dengan Matt.

Mou dengan sifat manja, malas-malasan, baperan, ingin selalu orang lain tahu maunya apa dan tidak begitu peduli pada diri sendiri. Hal ini sangat berbanding terbalik 180 derajat dengan Matt yang memiliki sifat cuek, jutek, dan pendiam.

Mou ingin berpacaran. Matt sebagai orang yang dianggap Mou sebagai kakak, membuat Mou harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu baru bisa berpacaran. Mou mulai menemukan orangnya. Matt diundang untuk datang ke acara manggung calon pacar Mou.

Mou punya hobi motret dan dia pun sering membawa kamera. Saat calon pacarnya manggung, ia terus memotret. Hingga manggungnya selesai, Matt, Mou, dan Reza duduk di satu meja. Ketika Mou pergi memesan minuman, Matt dan Reza bicara berdua. Matt berpesan agar Reza menjaga Mou karena latar belakang Mou yang sering down karena masalah kedua orang tuanya.

Reza adalah seorang mahasiswa jurusan musik dan memiliki suara bagus membuat Mou jatuh hati karena kekerenannya. Matt pun curiga karena ada cowok ganteng dan keren seperti Reza yang tiba-tiba datang ke kehidupan Mou. Untuk memastikan itu, Matt memberikan 3 syarat lewat surat yang dibaca Reza. Isinya bahwa Matt akan menyetujui hubungan Mou bila Reza mampu membuat Mou naik sepeda, mendapat nilai ulangan 9, dan selesai membaca buku novel Roro Mendut.

Reza menyanggupi hal tersebut dan mulai mengajarkan semuanya. Tapi, ada hambatan yang terjadi di tengah prosesnya. Mou merasa semua syarat itu mustahil untuk dilakukannya hingga bisa karena untuk naik sepeda saja Mou tidak bisa. Reza dan Mou punya rencaba lain agar Matt sibuk dan tidak lagi terlalu  mengurusi Mou. Kemudian, Reza menyarankan agar Matt punya pacar. Reza pun memperkenalkan sepupunya bernama Retha.

Matt bertemu dengan Retha di lapangan basket tempat di mana Matt melakukan hobinya itu. Matt sudah mulai jalan bareng dengan Retha. Saat Matt mulai berkomunikasi dengan Retha, Mou merasa terabaikan. Merasa Matt berubah dan kurang perhatian dengannya seperti dulu. Meskipun sudah mulai dekat dengan Retha tapi ternyata Matt tidak pernah mengungkapkan rasa pada Retha sedikitpun.

Mou tiba-tiba mendatangi kafe tempat Reza nongkrong. Di sana, Mou sangat polos pada Reza yang tidak begitu lama ia kenal. Teman Reza datang dan memberikan minuman. Ternyata minuman itu diberi obat tidur agar Mou tertidur. Di depan sofa tempat Mou tertidur, Reza mulai merekam adegan antara ia dan Mou. Tidak sampai jauh, akhirnya Reza mengurungkan niat tersebut.

Reza yang ternyata orang suruhan dari anak ayah Mou lewat istri pertama ayahnya dipaksa melakukan rencana buruk kepada Mou. Saat Ayah dan Ibu Mou bercerai, diketahui ternyata selama ini Ibu Mou adalah istri kedua dari ayahnya. Ayah Mou telah berbohong setiap kali Ayahnya keluar kota mengatakan kalau Ayah Mou bekerja, padahal Ayah Mou menjumpai istri pertamanya.

Mou ditargetkan mendapat citra buruk lewat video yang akan dibuat oleh Reza. Hal ini direncanakan oleh anak dari Ayah dan istri pertama ayah Mou bernama Juna beserta teman Juna. Orang tersebut tidak terima karena merasa Mou lah yang sudah menghancurkan hubungan kedua orang tuanya. Ibunya sering mencoba bunuh diri dan Juna selalu menggagalkannya. Ia merasa Mou lah yang bersalah di sini.

Sehingga, Juna merencanakan semuanya agar video buruk itu tersebar. Reza hanya disuruh oleh Juna agar Reza tetap bisa berkuliah. Syukurnya, Reza masih memiliki hati nurani sehingga tidak melakukan apa yang disuruh. Reza mengacungkan jari tengah ke video. Karena tidak terima, Juna bersama dengan rekannya bernama Seth berusaha mengejar Reza dan Mou.

Reza dan Mouth berusaha pergi dari kafe itu. Mereka berjalan kencang karena dikejar-kejar oleh Juna dan temannya. Karena tidak terkontrol, Reza dan Mou mengalami kecelakaan parah yang menyebabkan Reza meninggal dan Mou dirawat intensif di rumah sakit. Hal itulah yang membuat Matt merahasiakan Reza dan membuatnya berbohong dengan mengatakan bahwa Reza baik-baik saja. 

Matt selalu berusaha menjaga perasaan Mou agar tidak down. Matt hanya takut bila Mou mengetahui semuanya, ia akan syok dan bersedih. Matt juga membohongi Mou dengan membalas pesan-pesan lewat HP Reza yang ia gunakan. Tapi semuanya terbongkar saat Mou bertemu dengan Matt di lapangan. Mou memilih pergi karena kecewa dibohongi, sebelum Matt sempat menjelaskan semuanya. 

Pada cerita sebelumnya, Matt sadar kalau kedekatannya dengan Retha direncanakan oleh Reza. Tapi ternyata perasaan Retha benar-benar tumbuh. Meski begitu, Matt tetap tak bisa membalas perasaan Retha. Di hari keberangkatan Matt ke Jerman, Retha datang dan memberikan sepucuk surat pada Mou. Surat yang Reza tuliskan sebelum kecelakaan terjadi. Isinya tentang pesan agar Reza menjaga Mou. Dari sanalah Mou tahu semuanya. Matt yang baru saja pergi disusul oleh Mou dengan sepedanya.

Tabrakan pada belakang mobil yang Matt kendarai membuatnya keluar dan membuat Matt dan Mou bercerita banyak di kursi dekat jalan itu. Matt dan Mou sama-sama mengungkapkan perasaannya lewat alat komunikasi dengan benang dan kaleng susu yang ditempelkan ke mulut serta telinga mereka masing-masing. Rasa yang selama ini tumbuh namun tak pernah tersampaikan akhirnya tersampaikan juga. Matt dan Mou sadar bahwa mereka saling mencintai.


Review Film Matt & Mou dari Sisi Lain

Kali ini Pojokata akan me-review Film Matt & Mou dari sisi lain. Mulai dari sisi percintaan, perjuangan, perbedaan, hingga motivasi. Ada banyak sisi yang bisa kita ambil sebagai pelajaran dalam film ini. Bagaimana reviewnya? mari simak tulisan di bawah ini.


2 Orang dengan Karakter Bertolak Belakang Ternyata Juga Bisa Bertahan Lama

Banyak orang yang memilih berada di lingkaran pertemanan yang sama dengannya. Mulai dari kesukaan yang sama, hobi yang sama, sifat yang sama, atau hal lainnya. Kesamaan bisa membuat dua orang terasa lebih nyambung dan cocok. Ketika mau bahas A dan keduanya sama-sama paham, tentu pembicaraan itu akan jauh lebih lama.

Namun, ketika membahas A dan lawan bicara tidak paham, tentu pembicaraan bisa berakhir lebih cepat. Nah, di Film Matt & Mou tidak begitu. Ada pengecualian untuk film ini. Matt dengan karakter cuek, pendiam, dan jutek bisa berteman lama dengan Mou yang punya sifat manja, ceria dan heboh. Bahkan pada akhirnya, mereka saling mencintai.

Perbedaan ternyata membuat sepasang manusia jauh lebih hebat karena bisa membuat dua orang itu saling melengkapi dengan perbedaan yang ada. Matt hadir untuk Mou yang terlalu manja dan belum mandiri. Matt membimbing Mou dengan pengajaran tentang hidup kepada Mou. Matt bilang kalau Mou tidak boleh bolos pada jam sekolah hanya karena cowok. Kecuali, dengan alasan karena pertengkaran kedua orang tua yang bisa membuat sedih.

Selain itu, Matt menasehati Mou agar memilih pacar yang baik, mampu menjaga, dan memahami semua karakter Mou. Walaupun Mou merasa dia sudah cukup dewasa untuk menjaga diri sendiri, tapi Matt akan selalu memantau Mou agar tak ada yang mampu menyakitinya tanpa Mou tahu sedikitpun. Walaupun pada akhirnya Mou salah memilih jalannya. Matt memang benar, Mou harus selalu berhati-hati pada cowok keren yang tiba-tiba datang ke hidupnya. Bisa saja ada yang berniat buruk.


Perbedaan yang Menyatukan Pria dan Wanita

Bukan persamaan yang membuat lingkaran pertemanan antar dua orang bertahan lama, tapi perbedaan lah yang bisa membuat dua orang manusia bertahan dalam kurun waktu yang lama. Karena perbedaan mampu melengkapi. Mengisi setiap sisi yang ada agar tak ada kekosongan di dalam sebuah lingkaran tersebut.

Film Matt & Mou cukup mengajarkan bahwa perbedaan juga mampu menyatukan. Matt yang selalu lebih memikirkan orang lain daripada dirinya sendiri punya jiwa laki-laki yang luar biasa. Selalu berusaha agar Mou tidak kenapa-napa. Berupaya agar Mou tetap baik-baik saja. Orang lain dulu baru diri sendiri. Seperti pahlawan yang selalu mengupayakan yang terbaik untuk orang yang dicintainya, meski tidak pernah diminta.


Bukan Tidak Bisa, Hanya Tidak Mau Karena Ternyata Semua Orang Bisa Melakukannya

Sifat manja Mou membuatnya sering bergantung pada Matt. Mou yang tidak pandai menaiki sepeda, tidak pintar pada mata pelajaran matematika, dan tidak suka membaca membuat semuanya tidak menjadi masalah bagi Matt. Selama Mou bersamanya, ia pastikan Mou akan tetap baik-baik saja.

Tapi, seiring berjalannya waktu, Mou ingin punya pacar. Matt tidak akan langsung percaya pada pria pilihan Mou yang bisa memahami Mou seperti Matt. Syarat-syarat disetujui menjadi pacar Mou yang ia rasa cukup sulit ternyata mampu mengajarkan penonton banyak hal. 

Bahwa, semua orang bukan tidak bisa. Hanya saja tidak mau dan belum mencoba melakukannya. Saat ada suatu hal yang melatarbelakangi sesorang untuk mendapatkan hasil yang diinginkan, pasti upaya itu akan sungguh-sungguh dilakukan. Nyatanya, keinginan kuat agar Mou disetujui pacaran oleh Matt mampu membuat Mou menjalankan semua syarat-syarat yang diberikan.

Mulai dari belajar matematika, belajar mengendarai sepeda, hingga membaca novel Roro Mendut yang tebalnya bukan main. Semua bisa dilakukannya karena kemauan yang kuat dan kerja keras. Artinya, semua orang bukan tidak bisa. Hanya saja kebisaan dan keinginan untuk bisa belum sejalan. Tapi, jika tekad kuat sudah datang, yang tidak bisa pun pada akhirnya mampu tercapai.

Bahkan, Mou yang tidak pandai naik sepeda, mampu mengayuh kencang pedal. Semua demi menyusul Matt yang sedang melaju dengan mobil menuju bandara. Seorang pemula seperti Mou mampu menyusul Matt di tengah jalan. Walaupun Mou masih suka kebingungan sama rem, setidaknya usaha mengejar Matt sudah cukup mengajarkan. 

Biasanya pada keadaan genting, orang-orang akan berpikir untuk bisa mencapai tujuannya. Keadaan mepet membuat orang tak perlu berpikir panjang hanya karena kemampuan yang belum memadai. Semua tak jadi masalah. Kita hanya perlu melakukan tanpa perlu memikirkan hasil akhir. Fokus saja pada tujuan, apa yang diinginkan pasti akan tercapai. Walaupun, tak begitu sempurna. Setidaknya sudah bisa dan tahu sejauh mana kapasitasnya.


Cinta Mengajarkan Arti Perjuangan

Cinta yang tulus membuat seseorang terus berjuang. Seperti Matt yang selalu melindungi Mou dari orang-orang yang berniat jahat pada Mou. Perceraian ayah dan ibu Mou melatarbelakangi perbuatan sekongkolan orang jahat untuk menjerumuskan Mou yang sangat polos saat berkenalan dengan orang baru. Matt mencari tahu semua latar belakangnya dan Matt bertarung di Rooftop sebuah kafe demi memperjuangkan Mou. Semua agar Mou terhindar dari bahaya.

Matt rela meninggalkan ujian beasiswa ke Jerman dan lebih memilih bertarung. Tidak peduli betapa sakitnya pukulan pada tubuhnya. Ia terus melawan beberapa orang yang berbuat jahat dengan tangan kosong. Walaupun ketika Mou di rumah sakit, Matt sempat berbohong tentang pacar Mou. Matt rela dibenci Mou demi menjaga kesehatan mental dan kondisi Mou pasa kecelakaan. Baginya, tak mengapa dibenci asal Mou tetap dalam keadaan sehat dan tidak terpuruk.


Demikian Review Film Matt & Mou dari Sisi Lain. Semoga kita semua dapat mengambil pelajaran dan pesan dari film di atas ya. Gimana nih menurut kamu reviewnya? ada tanggapan lain dari kamu tentang film Matt & Mou ini? Yuk, tinggalkan pendapat kamu di kolom komentar ya, Sobat Pojokata!







Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Review Film Matt & Mou dari Sisi Lain"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel