Keliling Kota Medan Naik Mowiee, Bus Edukatif Andalan Wisatawan

Konten [Tampil]
Keliling Kota Medan Naik Bus Mowiee

Suka jalan-jalan? Kalau iya, Kota Medan jadi salah satu kota yang wajib kamu kunjungi. Ketika pertama kali mengunjungi sebuah kota, hal yang pertama kali muncul di fikiran mungkin salah satunya tentang ini, "Tempat mana aja yang wajib dikunjungi kalau ke Medan ya? Ada apa aja sih di Medan? Terus kalau mau ke sana, naik apa ya?". Tenang... Tenang, Sobat Pojokata. Mowiee solusinya! 

Mowiee merupakan mobil wisata edukasi entrepreneurship yang akan membawa para Wisatawan keliling Kota Medan. Mungkin, kalau Sobat Pojokata naik bus biasa (Bukan naik Mowiee) atau naik kendaraan jenis lain (Misalnya sepeda motor, mobil, atau sepeda) hanya bisa melihat-lihat saja, tanpa tahu informasi tentang apa yang sobat lihat. 

Kalau pun harus searching lagi di Google, itu akan membuang-buang waktu. Yang engga mau ribet dan engga punya banyak waktu tapi tetap pengen keliling Kota Medan cocok banget naik Mowiee.

Nah, ketika sobat naik Bus Mowiee, sobat akan mendapatkan banyak informasi seputar tempat wisata, sejarah, informasi, dan pengetahuan mengenai rahasia entrepreneurship berbagai bisnis yang ada di Medan. Bukan hanya itu saja, sobat juga akan merasakan armada yang nyaman dan menyenangkan. 

Biar lebih jelas lagi, aku akan ceritakan bagaimana pengalamanku berkeliling Kota Medan naik Mowiee bersama teman-teman Blogger Medan. Sebagai warga Medan, aku pikir sudah mengetahui banyak mengenai wisata yang ada di Medan, tapi ternyata salah. 

Selama berkeliling naik Mowiee ini, aku jadi tahu beberapa tempat yang bisa jadi referensi untuk berwisata kuliner. Perjalananya sama sekali engga terasa, tahu-tahu sudah selesai saja. Semua berkat Mowiee, perjalanan keliling Kota Medan jadi seseru dan semenyenangkan ini. 

Rute City Tour Kota Medan

Naik Mowiee membuat kita tidak perlu kebingungan lagi mau naik apa untuk berkeliling Kota Medan. Tidak perlu membuang banyak biaya karena semua rute akan dilalui Mowiee. 

Bersama bus ini, kita akan dibawa untuk melihat pemandangan Kota Medan sembari menikmati suasana religi di Masjid Raya Al-Mashun, Wisata Budaya Melayu yang berada di Istana Maimun, dan Melihat situasi kawasan China Town.

  • Masjid Raya Al Mashun

Perjalanan berwisata di Kota Medan saya naik Mowiee bermula dari Masjid Raya Al-Mashun sebagai titik kumpulnya. Jadi, sebelum berkumpul, kita bisa keliling masjid dulu nih buat lihat-lihat dan foto.

Tahukah sobat? Masjid dengan Gaya Arsitektur Khas Timur Tengah, India, dan Spanyol ini menjadi saksi dari sejarah Kejayaan Suku Melayu Deli. Kalau sobat ke Medan, wajib banget datang ke sini.

  • Istana Maimun

Setelah mengunjungi Masjid Raya, kita bisa langsung masuk ke dalam bus yang sudah terparkir di luar halaman masjid. Kita akan disambut oleh pemandu yaitu Alween Ong atau akrab disapa Kak Awen. Kemudian, bus mulai berjalan menuju Istana Maimun. 

Nah, ketika bus berjalan, Kak Awen mulai menjelaskan informasi seputar Mowiee, rute-rutenya, sejarah Masjid Raya dan Istana Maimun yang merupakan Istana Kesultanan Melayu Deli. Istana ini merupakan warisan kebudayaan melayu dengan perpaduan antara nuansa islami, Spanyol, India, dan Italia. Jadi kalau datang ke tempat ini, sobat akan melihat banyak ornamen yang didominasi oleh warna kuning.

  • Rumah Tjong A Fie

Selanjutnya kita melewati kawasan media cetak yaitu Waspada dan Analisa. Lanjut kita melewati Rumah Kapitan Tionghoa yang terkenal dengan sifat kedermawanannya, Tjong A Fei Mansion yang menjadi Cagar Budaya Kota Medan. Rumah ini berlokasi di kawasan Kota Tua Kesawan. 

Kita juga melewati kawasan China Town, nuansa bangunan putih begitu terasa di sekitar sini. Sobat akan melihat Tip Top Restaurant, sebuah tempat makan dan toko roti legendaris yang terkenal dan sudah berdiri sejak 1934.

Sobat juga akan melewati bangunan London Sumatera atau yang akrab disebut Lonsum tepat di persimpangan empat lampu merah. Sembari menunggu lampu hijau, kita bisa memperhatikan bangunan yang ada di sekitarnya. Nantinya juga akan tampak bank-banka yang juga sudah cukup lama berdiri tepat di bagian kiri jalan.

  • Merdeka Walk

Merdeka walk atau yang bisa juga disebut Lapangan Merdeka Medan merupakan tempat berkumpulnya anak-anak muda, ibu-ibu, bapak-bapak, dan berbagai kalangan. Biasanya orang-orang ke sini untuk jogging, cari makan, nongkrong, dan melakukan berbagai aktivitas bermanfaat lainnya. 

Biasanya kalau komunitas-komunitas yang ada di Kota Medan senang berkumpul di sini, mungkin karena dianggap sebagai posisi yang strategis dan punya sejumlah fasilitas yang bisa dimanfaatkan.

Biasanya kalau aku ke sini sering sekali melihat berbagai pertunjukan dan hiburan. Ada Funwalk, gowes, animals lover, dancing, dan beragam acara lainnya. Kalau mau ngemil juga semakin mudah karena ada banyak tempat yang menjual makanan.

  • Kantor Pos

Sebelum melewati kantor pos, sobat akan melewati Gedung Bank Indonesia, beberapa hotel, dan kantor. Lalu, sobat akan melihat Gedung Kantor Pos. Kantor ini merupakan salah satu bangunan kolonial Cagar Budaya dan menjadi Land Mark-nya Kota Medan. 

Saat ini kantornya sedang direnovasi dan nantinya akan dikembangkan menjadi Pos Bloc yakni creative center (ruang kreatif publik) sebagai tempat anak muda untuk berkreasi dan sebagai tempat para pelaku UMKM menawarkan hasil produknya. Selanjutnya akan tampak mall-mall andalan Kota Medan. 

  • Patung Guru Patimpus

Ketika di tengah-tengah perjalanan, kita akan melewati patung Guru Patimpus yang merupakan pendiri Kota Medan. Nah, sebagai penghargaan terhadap dedikasi beliau, didirikanlah Monumen di daerah Petisah, namanya Jalan Guru Patimpus sobat. 

  • Pusat Jajanan Mojopahit

Engga ke Medan kalo belum cobain kulinernya! Ya, semua orang bilang begitu. Kalau ke Medan, jangan pas lagi diet ya sobat karena dijamin dietnya bakal gagal, hehe. 

Medan punya ragam jenis kuliner mulai dari soto, kerang, buah durian, markisa, bolu, kopi, dan yang lainnya. Untuk rasanya juga punya ragam mulai dari manis, asin, pedas, asam. Duhh, khas rasa apa saja yang kalian pengen makan bisa didapatkan di sini. 

Semua jenis makanan tersebut berpusat di sebuah jalan namanya Jalan Mojopahit yang menjadi kawasan pusat oleh-oleh Kota Medan. Ada bika ambon, sirup markisa, hingga kopi sipirok. Eits, bukan berarti di jalan lain engga ada ya. Ada banget! 

Banyak deh pokoknya kuliner yang bisa sobat icip-icip di Medan ini. Mulai dari pagi hingga ke malam. Kalau udah nyobain, di jamin deh bakal rindu balik ke Medan karena ragam rasa kulinernya.

  • Home Industri UKM

Nah, setelah melewati banyak perjalanan, kita berhenti di Home Industri Sirup Markisa NOERLEN. Ketika sampai di lokasi, terlihat ada becak menghampar di halaman NOERLEN. 

Selama melakukan perjalanan, pasti sobat akan melihat ada banyak becak. Nah, becak Medan punya ciri khas yaitu kursi penumpang berada di sisi kiri pengemudinya.


Kita langsung disambut dengan sirup markisa yang segar dan dingin. Selama perjalanan terlalu fokus melihat kota, sampai di sini langsung terasa haus. Sirup markisa jadi andalan pelepas dahaga. 


Mauk ke dalam, kita akan melihat banyak souvenir yang bisa dijadikan oleh-oleh mulai dari kopi, sirup, camilan, es ganepo, sari terong belanda, selai, kaos, tas, peci, hingga ulos. 

Kami juga berkesempatan mencicipi es ganepo markisanya. Jadi teringat masa kecil nih, dulu sering banget minum es ganepo markisa.


Oh iya, kami juga diajak untuk melihat secara langsung proses pembuatan sirup markisa. Selain itu, kami juga diperbolehkan mencicipi buah markisanya secara langsung. Oh iya, pohonnya juga kelihatan di sini loh sob. Kita juga dijelaskan seputar sejarah NOERLEN. 




Kagum banget sama kekreatifitasannya karena ternyata lukisan Ibu Noerlennya terbuat dari limbah biji markisa dan gunung sinabung. Semuanya ternyata bisa dimanfaatkan loh sobat. Hasil lukisan suami dari Ibu Noerlen juga terbuat dari limbah yaitu limbah biji markisa dan sabut kelapa. Unik banget ya!

  • Narsis Education

Setelah itu, kita lanjut ke Narsis Education. Di sini kita diajarkan mengenai bagaimana cara membuat Pin, Mug, Kaos, dan Merchandise yang biasanya digunakan sebagai oleh-oleh atau souvenir. 


Selain itu, kita juga praktik langsung cara membuat pin. Awalnya masih agak bingung, tapi setelah melihat teman-teman Blogger lain ketika menggunakan alat-alatnya, aku jadi paham dan langsung mencobanya. 


Aku engga menyangka karena ternyata setelah diajarkan, mudah juga. Kapan lagi bisa belajar membuat pin langsung dari pebisnisnya ya kan? Ahh, pokoknya engga pelit ilmu deh. Semua yang kita tanyakan pasti dikasih tahu dan dijelaskan oleh Kak Awen. Bahkan, tips-tips bisnis juga dikasih tahu. 


Oh iya, sebelum pulang kita diberikan souvenir cakep nih. Isinya ada botol minuman, peta wisatawan, dan pin. Wah... udah lengkap banget nih perjalanan aku bareng Blogger Medan naik Mowiee kali ini. Udah dapat minuman segar, banyak dapat pengetahuan, dan terakhir dikasih souvenir ini.


Sepulang dari sini, kita kembali lagi ke titik kumpul yaitu Masjid Raya Al-Mashun. Selama di perjalanan pulang, Kak Alwen memberitahukan rahasia kesuksesan bisnis kuliner yang ada di Medan. Ia juga memberikan tips-tips entrepreneurship. Mau tahu apa saja? Yuk naik bus Mowiee!

Fasilitas dan Biaya


Pada saat masuk, aku tidak merasa bosan sama sekali karena kursinya empuk dan nyaman. Pemaparan dari Kak Awen juga enak dan jelas. Ditambah lagi dengan adanya Kak Dila yang membawa boneka lucunya seperti boneka dongeng gitu. Kalau bawa anak-anak kecil dijamin anti rewel karena anak-anak akan sibuk dengan boneka ini.

Mowiee punya kapasitas penumpang sebanyak 19 orang. Jadi, kita tidak akan merasakan dempet-dempetan kayak di bus atau angkot yang penuh. Ada AC, musik, TV dan CCTV juga nih.

Nah, untuk harganya sendiri, per tiketnya Rp75.000 dan untuk hot seat-nya di harga Rp85.000. Jadi, posisi hot seat ini tepat di sebelah supir. 

Keuntungan duduk di depan, buat sobat yang senang untuk mendokumentasikan perjalanan, sobat bisa ambil angle baik dari kiri mau pun kanan, nah sedangkan kalau sobat duduk di belakang, sobat bisa pilih mau duduk di kursi bagian sebelah kiri atau kanan dan bisa melihat secara langsung pemaparan dari pemandu atau tour guide yang duduk di belakang supir.

Edukasi Selama Perjalanan


Selama perjalanan, pemandu bukan hanya menjelaskan sejarah, tempat wisata, dan kulinernya saja, namun juga memberitahukan informasi seputar apa saja sih hal-hal yang menarik dari Kota Medan ini? Kita diajak untuk mengenal lebih jauh bagaimana kondisi dan orang-orang Medan. 

Medan dikenal sebagai kota apa? Pasti banyak dari kita yang ketika datang ke suatu kota menjadi penasaran, kota ini dikenal seperti apa ya? Nah, selain diajak untuk berfikir, kita juga diberitahu jawabannya. 

Bahkan, Kak Owen juga menjelaskan solusi mengenai bagaimana caranya agar Kota Medan ini bisa tercipta menjadi kota yang lebih bersih, ramah terhadap wisatawan, dan menjadikannya sebagai The City of Trader yang memiliki banyak potensi wisata.

Kak Awen juga bercerita kalau ada banyak sekolah yang bekerja sama dengan Mowiee untuk mengajak para siswa untuk mengelilingi Kota Medan. Wah, menarik banget sih ini. Anak-anak sedari kecil sudah dikenalkan tentang kota tempat tinggalnya sendiri.

Bayangin nih anak-anak sekolah diajakin untuk berfikir kayak tadi, pulang-pulang bisa jadi sosok yang kritis terhadap kotanya nih. Menurutku, hal ini bisa memunculkan rasa kepedulian terhadap kota. Akhirnya, kita bisa sama-sama membangun kota kita untuk Medan yang lebih baik lagi. 

Oh iya, bukan hanya itu saja loh. Selama di Narsis Education, kita diajarkan dan praktik secara langsung cara membuat pin. Kita juga melihat proses pembuatan souvenir akrilik gitu. Selain itu, juga melihat berbagai merchandise dan kaos. 

Jiwa entrepreneurship mulai ditumbuhkan di sini. Pulang dari sini, kayaknya sudah bisa langsung buka bisnis digital printing nih sobat. Hihi, keren banget ya! 

Kesan Naik Mowiee


Pertama kalinya naik Mowiee memberikan kesan yang menarik buat aku karena aku sendiri baru pertama kali nyobain perjalanan dalam waktu 2,5 jam dan sudah bisa mengelilingi sebuah kota. 

Jadi tahu tempat-tempat mana saja sih yang wajib dikunjungi kalo wisatawan ke Medan? Ya, sebagai warga Medan harus tahu dong. Masa iya, kalau ditanya temen yang dari luar kota soal Medan, kita sebagai Warga Medan sendiri malah engga tahu?

Bukan hanya wisatawan saja menurutku, kita sebagai warga Medan mau pun orang-orang yang tinggal di Sumatera Utara harus banget tahu tentang Kota Medan. 

Masa orang lain lebih tahu Kota Medan dibandingkan kita yang udah belasan atau mungkin puluhan tahun tinggal di sini? Kalau ingin lebih banyak tahu, sobat bisa coba naik Mowiee.

Aku sendiri sebagai Warga Medan yang merasa banyak tahu tentang Medan ini ternyata setelah naik Mowiee, masih ada yang kurang terutama di bagian pengetahuanku seputar tempat dan bangunannya. 

Sekali-kali cobain sendiri gimana rasanya jadi touris di kota sendiri. Hihi, canda ya sobat! Maksudnya, biar lebih banyak tahu lagi tentang wilayah kita, yuk lah naik Mowiee! Btw, aku bukan di-endorse, jadi ini review murni tentang Keliling Kota Medan Naik Mowiee ya.







Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Keliling Kota Medan Naik Mowiee, Bus Edukatif Andalan Wisatawan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel