Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Menaikkan Berat Badan Secara Alami dari Cerita Pengalamanku

Foto Kelas 1 SMA (Kiri) & Foto di Tahun 2020 (Kanan)


Tak hanya badan gemuk saja yang menjadi masalah, namun juga berat badan yang kurus. Meskipun banyak orang yang ingin memiliki tubuh kurus, namun ada sebagian orang yang mengeluhkan berat badannya yang kurus. Aku akan membagikan cerita pengalamanku dalam menaikkan berat badan secara alami lewat cara-cara mudah dan gak ribet. Cerita ini berasal dari kisah nyataku menaikkan berat badan. Yuk, simak cara menaikkan berat badan secara alami versi aku.

Sebelum masuk ke cara-caranya, aku akan menceritakan dulu gimana berat badan aku dari mulai masa anak-anak, SD, SMP, SMA, hingga kuliah. Aku sempat dijuluki kurus dan sering ditanya temen-temen kenapa bisa kurus banget. Bahkan, sering diukur-ukur tanganku sama temen-temen karena sangkin kurusnya. Kadang, kalau jumpa orang yang baru kenal saja bisa bertanya seperti itu. Dan pastinya, sering diberi saran dan cara agar bisa gemuk dari orang-orang yang aku jumpai. Semoga kalian gak bosan bacanya ya. Aku pengen kalian dapat gambaran, jadi kalau ada yang sama dengan tipe-tipe diri aku, kalian bisa menerapkan cara-caranya ke diri sendiri.


Cerita Pengalaman Menaikkan Berat Badan di Masa Kecil

Aku lahir dengan berat badan yang lumayan. Waktu lahir, aku sangat gemuk kata keluargaku dan aku juga melihatnya lewat foto-foto masa kecil. Setelahnya, aku gak ingat dan yang masih aku ingat pas TK. Waktu TK, aku malas banget makan nasi. Kalau disuruh makan, aku ogahan. Harus diiming-imingin dulu baru mau makan, misal nih habis makan bakalan dibeliin jajanan yang aku suka ataupun setelah makan nanti baru dibolehin main sama temen-temen.

Mulai SD, aku mulai makan sendiri alias gak perlu disulangi lagi. Aku sering membuang-buang nasi, misalnya seperti ini. Waktu orangtuaku pulang kerja dan nanya, apakah kamu sudah makan? aku akan menjawabnya sudah padahal belum dan kalau aku lagi makan terus pas di tengah jalan aku malas ya aku buang tuh nasinya. Makan nasi malas banget tapi kalau makan jajan atau cemilan, nomor satu. Badan aku dari TK ke SD itu kurus banget. Pas SD aja kalau aku sakit pasti dokternya bilang kalau aku disuruh banyak makan karena badanku yang terlalu kurus. Kelas 6 SD aku udah mulai terkena penyakit magg (dokter bilang gitu) bahkan sempat terkena gejala tipes. Waktu kelas 5-6 SD saja berat badanmu 33Kg.


Baca juga: Buku Beasiswa: Mahasiswa Wajib Baca! Buku Sakti Penembus Beasiswa


Cerita Pengalaman Menaikkan Berat Badan di Masa SMP-SMA

Masuk ke SMP, aku masih tetap kurus. Berat badan gak nambah-nambah. Segitu-segitu aja. Memang masih tetap malas makan, tapi sedikit berkurang karena waktu SMP sering bawa bekal dan mau makan karena makannya bareng temen-temen. Aku tipe orang yang kadang-kadang suka makan banyak kalau makannya itu rame-rame atau kongsi sepiring berdua. Kalau ngemil, lumayan sering karena di sekolah ada banyak makanan seperti bakso kojek, bakso bakar, roti bakar, rujak, dan lain sebagainya. Namun, tak juga membuatku gemuk. Aku jarang banget nimbang berat badan karena malas tahu hehe. Waktu kelas 3 SMP, aku merasa badanku sedikit naik dan ternyata berat badanku sudah 35Kg. 35Kg itulah angka tertinggi berat badanku selama SMP.

Pola makan yang tidak baik aku lakukan terus-menerus. Semenjak SMP kadang kalau terburu-buru tidak sempat sarapan, sedangkan makan malamnya tidak teratur. Kadang makan jam 8, 9, atau 10 malam. Bahkan aku malas makan malam. Hanya mengandalkan makan siang di sekolah namun tetap ngemil atau jajan. Jajannya itu ya jajanan sekolahan, kalau di rumah jajannya Chiki-chiki gitu. Hehe. Waktu SMP, aku masih sering sakit magg. Kumat-kumat gitu penyakitnya, terkadang sakit dan terkadang tidak.

Ketika SMA, aku masih tetap kurus. Tinggi badan 155cm dengan berat badan 35Kg sepertinya luar biasa sekali. Waktu SMA aku jarang banget sarapan pagi, berbeda waktu aku SD sampai SMP. Mungkin karena jam masuk sekolah yang cepat dan jarak dari rumah ke sekolah yang cukup jauh membuatku harus bergegas dan tak sempat makan. Sesekali bawa bekal namun seringkali tidak bawa. Alternatifnya ya makan di kantin sekolah. Penyakit magg nya semakin sering kambuh, bahkan makin terasa denyut-denyutnya. Beda banget waktu SD dan SMP. Waktu SMA, magg nya terasa semakin sakit. Punya temen-temen yang hobi makan dan ngemil juga gak mempengaruhi selera makanku. Tetap saja malas makan, bahkan bekal yang sesekali aku bawa tidak ku makan. Sangkin malasnya makan nasi.

Syukurnya, mulai SMA pipiku gemukan (kata orang). Walaupun malas makan, pipi tetap gemuk. Berbeda waktu aku masih SD dan SMP. Badan terlihat kurus dan pipi juga nampak kurus. Sehingga ketika SMA, pipiku tetap dibilang Chubby walaupun badanku kurus. Kata orang, kalau ngelihat langsung, aku gak kelihatan kurus tapi setelah melihat tanganku yang kecil mereka heran dan mengatakan ternyata aku ini kurus juga ya. Terlihat banget dari tangannya yang kurus. Mungkin karena tulang-tulangku yang kecil (gen/keturunan tulang kecil). Sangkin kurusnya, urat-uratku sangat kelihatan.

Aku mulai menjalankan pola hidup yang tidak baik yaitu begadang. Semenjak SMA, aku sering pulang sore jam 5 atau jam 6 baru sampai rumah. Habis magrib aku sering tidur dan bangun lagi di jam 10 atau 11 malam. Disitulah aku baru makan malam. Lalu, karena baru bangun, rasanya sulit untuk tidur lagi walaupun sehabis makan. Katanya, habis makan sering menyebabkan kantuk tapi kalau udah tidur malam rasanya sulit sekali. Mungkin aku terlalu kelelahan di sekolah sehingga kalau udah sampai di rumah, bawaannya pengen langsung tidur tapi aku selalu melewatkan magrib dulu baru tidur. Ya, alhasil malam sehabis makan aku menonton TV atau terkadang main HP dan tidur lagi di jam 1 atau 2 malam.

Ada yang berubah waktu sudah menginjak kelas 3 SMA, pola hidupku mulai berubah. Kebiasaan sejak kecil yang gak pernah makan teratur membuatku berubah menjadi teratur. Pagi sebelum pergi sekolah mulai membiasakan diri untuk makan terlebih dahulu, kalaupun belum sempat makan aku membawa bekal dua. Satu untuk makan pagi di kelas dan satu untuk bekal makan siang. Makan malam mulai teratur, jam 7 malam sudah makan dan paling lama makan malam di jam 8. Kalau kelas 7 dan 8 sering beli jajan di sekolah, kelas 3 mulai mengurangi jajan. Mungkin waktu istirahat yang sebentar membuatku hanya sempat menyantap bekal. 

Kalau pulang sekolah lebih memilih langsung pulang karena mengingat antrian angkutan umum yang panjang banget jadi aku memutuskan untuk lebih cepat pulang agar lebih cepat mendapat angkot. Walaupun sesekali masih mau makan jajan, biasanya waktu ada jam les tambahan di sekolah. Bisa dibilang 3 kali seminggu. Berat badan mulai naik sesekali dan angka tertinggi di 37Kg. Walaupun terkadang naik-turun tidak stabil namun yang pasti angka tertinggi yakni 37Kg. 

Setelah UN SMA usai, biasanya kan libur panjang. Tak ada pelajaran yang perlu dipikirkan dengan sangat keras. Tak perlu banyak berpikir untuk mengerjakan tugas-tugas sekolah. Tak perlu bergerak sana-sini karena sekolah dan les. Semua kegiatan berkurang drastis. Lebih banyak di rumah daripada berkegiatan di luar. Setiap hari kegiatannya bangun, makan, mengerjakan kerjaan rumah, makan siang, mengerjakan kerjaan rumah, dan makan malam.

Jadwal makan pagi, siang, dan malam mulai teratur. Rata-rata jadwal sarapan pagi di jam 6.30, makan siang jam 12.00, dan makan malam di jam 19.00. Sudah jarang jajan atau ngemil dan lebih memilih makan nasi di rumah daripada makan jajan di luar. Bahkan dalam sehari makan nasi mau sampai 5 kali. Pokoknya ngemil diganti sama nasi. Paling sering makan buah pisang padahal sebelumnya makan buah-buahan hanya sesekali saja. Satu bulan kemudian, berat badan bertambah menjadi 40Kg. Aku gak nyangka dalam kisaran satu bulan, berat badanku bertambah 3Kg.

Sangat terkejut karena aku adalah tipe orang yang susah sekali menaikkan berat badan. Aku pikir, aku bakal kurusan terus-menerus. Melihat bapak dan mamakku serta kakek dan nenekku adalah orang yang terbilang kurus jadi aku pikir, gen tersebut juga menurun kepadaku. Keturunan-keturunannya tipe orang-orang yang kurus namun setelah dewasa, aku melihat mamak dan bapakku tidak terlalu kurus lagi. Maksudnya, terkadang badannya kurus dan terkadang ideal. Mulai ideal sekitaran umur 25 tahun ke atas. 


Baca juga: Lowongan Kerja Alfamart untuk SMA/SMK Sederajat


Cerita Pengalaman Menaikkan Berat Badan di Masa Kuliah sampai Sekarang

Awal masuk kuliah masih stabil karena pola makan masih teratur. Hari ke hari semakin tidak teratur semenjak jadwal kuliah yang semakin padat. Kebetulan, jarak dari rumah ke kampus sangat jauh dan waktu tempuhnya juga sangat luar biasa. Selama kuliah gak pernah bawa bekal, jadi makannya sering di kampus. Porsi makan dan ngemil terbilang lumayan, namun banyak berpikir dan kelelahan membuat badanku segitu-segitu saja. 

Semester 5 mulai ngerasa enjoy sama perkuliahan, mungkin juga karena sudah terbiasa dengan keriwehannya. Apalagi, sudah mulai tidak terlalu banyak aktifitas yang cukup menguras tenaga. Makan dan ngemil mulai banyak walaupun makan malam masih belum teratur. Kalau belum makan malam di luar, biasanya sampai rumah tidak mau makan dan memilih langsung beristirahat saja. Walaupun begitu, berat badan mulai naik 3Kg, sehingga menjadi 43Kg.

Semester selanjutnya, berat badan mulai tidak stabil. Terkadang naik dan terkadang turun, palingan turun 1-2Kg saja dan naiknya juga kisaran segitu. Aku selalu merasakan berat badanku mulai turun kalau sudah kelelahan, jam tidurnya kurang, sering begadang, malas makan, dan lagi banyak pikiran. Berat badan pasti langsung turun. Mulai masuk semester akhir dan mulai menyusun skripsi. Banyak bergerak, banyak bepikir, dan banyak beraktivitas di luar rumah. Sering gak selera makan, jadwal makan sangat tidak teratur, dan sering menunda-nunda makan karena lebih memilih untuk menyelesaikan tulisan terlebih dahulu. Dengan alasan nannggung, kalau berhenti nulis nanti setelah selesai makan mau dilanjutin, inspirasinya udah keburu ilang.

Aku adalah tipe pemikir. Banyak berpikir daripada berbicara. Kalau ada tugas yang belum selesai, pikiran di kepala bakalan numpuk makanya sering merasa stres. Apalagi skripsi yang tak kelar-kelar, bikin aku pusing tujuh keliiling hehehe. Jam tidurpun juga berkurang. Sulit tidur karena kepikiran skripsi terus. Kalau ada masalah lain juga begitu, selalu kepikiran dan akhirnya sulit sekali untuk tidur malam. Yah, ujung-ujungnya begadang. Aku ngerasa banget kalau berat badanku drastis turun tapi aku gak mau menimbang berat badan karena takut makin kepikiran ngelihat beratnya. Alhasil, aku gak mau nimbang dulu.

Setelah skripsi kelar, aku mulai merasa lega dan pikiran tidak stres lagi. Ngerasa lebih bahagia dari biasanya. Makan mulai teratur meskipun jadwalnya gak menentu. Maksudnya gini, aku tetap makan pagi, siang, dan malam. Sehari makannya tetap tiga kali tapi jamnya tak menentu. Pagi kadang makan jam 6, 7, 8, 9, 10, bahkan 11. Dan jam makan siang pukul 1, 2, 3, hingga 4 sore. Makan malamnya juga seperti itu, pukul 7, 8, 9, hingga 10 malam. Namun, aku banyak ngemil. Entah itu, dimsum, mie ayam, bakso, burger, soto, nasgor, mie aceh, martabak, dan lain sebagainya. Lebih banyak ngemil daripada makan nasi. Jam tidur dan istirahat yang cukup benar-benar membantuku.

Aku mulai ngerasa berat badanku bertambah meskipun sering begadang. Begadang ini rasanya nsudah menjadi kebiasaan yang sulit sekali dilepaskan. Tapi, selagi dibantu sama cara-cara di atas, berat badan masih tetap naik. Melihat pakaian ketika dikenakan, semakin ketat. Akupun menimbang berat badanku, ternyata naik menjadi 45Kg. Wah, lumayan banget. Berat badanku sudah ideal. Dari situ, aku makin semangat untuk makan teratur, sering ngemil, dan sering makan buah. Rajin minum air putih juga. Selain itu, aku juga sangat rutin berolahraga.

Kadang jogging di luar dan kalau di rumah senam. Entah kenapa, rutin berolahraga membuat aku semakin selera untuk makan. Nafsu makanku bertambah secara alami. Beberapa bulan setelahnya berat badanku semakin bertambah. Alhamdulillah, badanku terlihat gemukan. Apalagi pipinya yang semakin terlihat Chubby (kata orang). Namun, sayangnya tanganku tetap kecil dan kurus padahal berat badanku sudah mencapai ideal. Bawaan gen atau keturunan mungkin ya, hehe.

Situasi pandemi membuat aku di rumah saja, kadang kala stres muncul. Hal ini membuat berat badanku menurun, terlihat dari pakaian yang ketika dipakai semakin longgar. Makan yang teratur, jam tidur yang baik, pola hidup sehat, rajin berolahraga seperti tidak begitu berarti jika stres menerjang. Berat badan bisa turun karena stres. Saat stres hilang, nafsu makan mulai meningkat sehingga aku selalu ngemil dan makan dengan rutin meskipun jam makannya belum teratur. Alhasil, berat badan naik lagi dan berat badan menjadi 46-47Kg.


Motivasi dari Pengalamanku

Bagi sebagian orang, berat badan yang terlalu kurus membuatnya kurang percaya diri. Sehingga, ia akan berusaha dengan cara apapun agar berat badannya bertambah. Pertanyaan-pertanyaan yang muncul, kenapa kok kurus banget? kenapa tangannya kecil banget? tanganya kurus sekali, dan respon-respon negatif dari orang lain sering membuat rasa percaya diri berkurang. Dahulu waktu kecil, sebelum orang-orang mengomentari fisik orang lain aku tak pernah merasa kurang.

Namun, saat mulai beranjak dewasa selalu merasa ada yang kurang di tubuh kita. Padahal, orang-orang korea memiliki tubuh yang sangat kurus dan itu menjadi daya tarik tersediri bahkan orang-orang sangat mengidamkan tubuh seperti mereka. Terlalu kurus di mata orang lain terkadang tidak terlihat menarik sehingga menimbulkan pertanyaan-pertanyaan yang tidak enak didengar di telinga.

Perjalananku untuk menaikkan berat badan terlalu panjang dan semuanya butuh kesabaran. Awalnya waktu masih sekolah, aku selalu memikirkan perkataan orang lain. Namun, setelah SMA aku tak pernah lagi memedulikan apa kata orang lain. Dari sana, tidak ada insecure dan stres. Yang ada hanya menerima fisik dan menerima semua yang ada pada diri. Omongan orang hanya dijadikan angin lalu. Tak lagi masuk ke hati. Tak ada lagi yang namanya insecure.


Cara Menaikkan Berat Badan Secara Alami

Aku simpulkan, dari semua kisah yang aku ceritakan di atas bahwa pola hidup yang sehat dan pola makan yang teratur akan sangat membantu dalam menaikkan berat badan. Selain makan tiga kali dalam sehari dengan porsi yang lumayan, aku juga butuh jam makan yang teratur atau sama setiap hari. Misal, makan pagi jam 7, makan siang jam 12, dan makan malam jam 19.00. Ini dilakukan terus-menerus. Makan banyak buah-buahan, minum air putih yang banyak, dan berolahraga secara rutin juga perlu.

Apalagi ditambah ngemil juga sangat membantu. Kalau bisa buat cemilan sendiri jauh lebih sehat. Hindari setres dan banyak pikiran. Perasaan senang dan bahagia akan sangat membantu dalam proses menaikkan berat badan. Kalau mulai merasa stres, selesaikan masalah tersebut dan mulailah lakukan hal-hal yang positif. Kurangi kesibukan yang berlebihan. Jangan terlalu sibuk sampai lupa beristirahat.

Pada akhirnya, berat badanku sesuai dan tubuhku sudah ideal dan aku benar-benar sangat bersyukur. Bersyukur bukan hanya karena diberi tubuh yang ideal, namun juga diberi tubuh yang sehat. Bukan hanya sehat dari fisik saja, namun juga sehat dari hati dan pikiran alias merasa senang dan bahagia. Alhamdulillah, tak pernah lagi ada yang mengomentari tubuh dan berat badanku. Bersyukur tiada henti.

Semoga kita semua bisa bersyukur terhadap tubuh kita sendiri ya. Tak peduli tentang berat badanku suatu hari nanti, bagiku yang terpenting adalah bersyukur dan menerima segala kekurangan yang ada di dalam diri kita. Dari sana, kita bisa lebih bahagia dan gak memerdulikan omongan orang lain lagi. Berat badan tidak akan menjadi masalah asalkan tubuh kita selalu dalam keadaan sehat wal afiat, tidak ada kekurangan suatu apapun. Karena yang paling semua orang idam-idamkan adalah tubuh yang sehat.


Banyak orang yang ingin memiliki tubuh kurus, namun sebagian orang yang memiliki tubuh kurus merasa ingin tubuhnya gemuk. Gemuk dalam arti berat badannya naik dan ideal. Tapi yang paling penting adalah tubuh yang sehat. Tidak menutup kemungkinan untuk punya tubuh yang ideal dan sehat. Cara menaikkan berat badan secara alami dari cerita pengalamanku di atas semoga dapat membantu kamu mewujudkan keinginan memiliki tubuh yang ideal ya. Kalau ada yang pengen kamu tanyakan, bisa tanyakan di kolom komentar ya.


Terima Kasih sudah berkunjung! :)


Penulis : Tri Ayu Andani Nasution S.I.Kom

Tri Ayu @triayunst
Tri Ayu @triayunst Hello, I am writer of the Pojokata site. My name is Tri Ayu (Instagram @triayunst). I am a writer who has produced 6 books such as scholarship books, poetry, and novels. I am also an SEO Writer who has experience in displaying dozens of articles on the main page of the Google search engine. I love photography, videography, product reviews, beauty & lifestyle, cooking, finance, technology, etc. I am also an Content Creator and Blogger with experience in creating content. You can collaborate with me by contacting my Instagram or email triayunst.id@gmail.com. Come on, build partnership and let's be friends with me!

Posting Komentar untuk "Cara Menaikkan Berat Badan Secara Alami dari Cerita Pengalamanku"