Inovasi Pendidikan di Masa Pandemi melalui Majelis Taklim sebagai Lembaga Pendidikan Masyarakat Islam

 

Oleh : Leni Zahara Rambe

 

Masyarakat merupakan kumpulan individu dan kelompok yang terkait oleh kesatuan bangsa, Negara, kebudayaan dan agama. Pendidikan masyarakat atau luar sekolah bukanlah barang baru dalam khazanah budaya dan peradaban manusia. Untuk memahami pendidikan luar sekolah ialah pendidikan non formal yaitu semua bentuk pendidikan yang diselenggarakan dengan sengaja, tertib, terarah dan berencana di luar kegiatan sekolah. Diantara bentuk lembaga pendidikan Islam non formal yang tumbuh di lingkungan masyarakat adalah majelis taklim.

Majelis taklim berasal dari bahasa Arab yaitu dari kata majelis dan ta’lim. Majelis artinya tempat dan ta’alim artinya pengajaran atau pengajian. Dengan demikian majelis ta’lim adalah tempat untuk melaksanakan pengajaran atau pengajian agama islam.

Keberadaan majelis taklim di tengah-tengah masyarakat membawa peran tersendiri yang esensi utamanya dalam proses kegiatan yaitu:

1. Kelembagaan lebih bersifat non formal dan merupakan perwujudan kerjasama sesama umat Islam. Biasanya secara sukarela untuk belajar dengan semangat agar menuntut ilmu sepanjang hayat dan saling tolong menolong lewat ukhwah islamiyah.

2. Waktu belajarnya berkala tapi teratur, tidak setiap hari seperti sekolah atau madrasah

3. Tempat berkumpulnya dan belajarnya masyarakat Islam untuk tujuan mendalami ajaran agama. Ini berarti sekaligus relasi konsep pendidikan seumur hidup dalam kehidupan umat Islam yang bertendensi keagamaan dan dakwah.


*Penulis merupakan mahasiswi program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah yang sedang melaksanakan KKN DR UIN-SU, Kelompok 163

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Inovasi Pendidikan di Masa Pandemi melalui Majelis Taklim sebagai Lembaga Pendidikan Masyarakat Islam"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel