Persaudaraan Berdasarkan Iman dan Islam

 

 Oleh : Robby Yasri


1. Persatuan dan Kasih Sayang

Islam bertujuan menciptakan keharmonisan masyarakat yang penuh kasih sayang. Setiap individu berusaha mendahulukan kemaslahatan umum dan kedamaian masyarakat, sehingga tercipta keadilan dan kedamaian. Semua ini tidak akan terealisasi jika semua individu yang ada dalam satu masyarakat menghendaki kebaikan dan kebahagiaan bagi orang lain, seperti ia menghendakinya untuk dirinya sendiri. Karena itu, Rasulullah menjadikan sikap ini erat kaitannya dengan keimanan, bahkan menjadi bagian dari keimanan.

2. Keimanan yang sempurna

Iman akan terwujud dengan pembenaran dan pengakuan yang mendalam terhadap rububiyatullah (bahwa Allah adalah pemelihara, pengatur, penjaga) dan berbagai rukun iman lainnya.

Dalam hadist ini Nabi Muhammad Saw menjelaskan bahwa keimanan tidak akan kokoh dengan mengakar dalam hati seorang muslim, kecuali jika ia menjadi manusia yang baik, menghindari egois, rasa dendam, kebencian, dan kedengkian.

3. Peduli terhadap sesama

Kepedulian dan kecintaan terhadap sesama manusia termasuk non muslim. Mencintai orang kafir artinya mencintai mereka agar mereka beriman, juga membenci kekafiran dan kefasikan yang mereka lakukan, sebagaimana orang Muslim membenci kekafiran dan kemaksiatan.

4. Berlomba-lomba dalam kebaikan

Seseorang yang ingin memiliki keimanan dan ketaqwaan seperti yang dimiliki orang yang lebih salih bukan sesuatu yang aib, juga bukan sifat hasad. Bahkan sifat seperti ini merupakan bukti dari kesempurnaan iman, dan termasuk perbuatan yang di isyaratkan Allah dalam ayatnya:

dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba” (QS. Al-Muthaffifin:26).

5. Terciptanya masyarakat yang bersih dan beribawa

Akan terciptanya masyarakat yang bersih dan beribawa, bagaimanapun, ketika setiap anggota masyarakat yang berusaha mencintai sesuatu (kebaikan) untuk anggota masyarakat yang lain, agar mereka lakukan kebaikan seperti yang ia lakukan atau sebaliknya, mencontohkan kebaikan yang dilakukan anggota keluarga yang lain, tidak ada lagi sikap saling menyakiti, maka akan timbul rasa kasih sayang diantara anggota masyarakat.


*Penulis merupakan mahasiswa program studi Pengembangan Masyarakat Islam yang sedang melaksanakan KKN DR UIN-SU, Kelompok 31

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Persaudaraan Berdasarkan Iman dan Islam"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel