Pola Komunikasi Pendidik di Era Pandemi

Oleh : Rahil Fauzan

Tahun 2020 dunia dikejutkan dengan adanya wabah virus corona yang hampir menginfeksi seluruh negara di dunia. Organisasi kesehatan dunia (WHO) pun juga telah menyatakan bahwa virus ini sudah tergolong kedalam keadaan darurat global. Banyak pendapat yang mengatakan bahwa awal dari adanya Virus Corona ini, ada yang berpendapat bahwa virus ini muncul karena adanya kebocoran laboratorium serta ada juga yang berpendapat bahwa awalnya virus ini berasal dari daging kelelawar yang berada di salah satu pasar makanan laut dan daging di Wuhan. Ini merupakan salah satu wabah yang cukup membahayakan bagi nyawa seseorang, terlebih lagi virus ini cepat menyebar dari orang yang satu dengan orang lainnya. Corona Virus Disease 2019 atau yang secara umum disebut dengan Virus Covid-19 bisa menyerang siapa saja, seperti lansia (lanjut usia), remaja, anak-anak bahkan tidak terkecuali juga bayi yang baru saja lahir.

Penyebaran virus yang semakin hari semakin meluas membuat beberapa kebijakan harus dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus. Lockdown adalah cara yang diterapkan secara umum bagi negara-negara yang terkena dampak dari virus ini. Di Indonesia sendiri kebijakan yang dilakukan adalah dengan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Seiring berjalan nya PSBB, semua sistem yang ada di indonesia mengalami pembaharuan yang awalnya semua kegiatan di lakukan secara langsung atau tatap muka berangsur dilakukan secara daring (dalam jaringan) atau secara umum sering disebut dengan sistem Online.

Penerapan sistem Online memang bukan hanya pada saat PSBB ini saja mulai dilakukan, sebelum corona ada, sistem online sudah diterapkan, salah satu contohnya adalah ojek Online. Tetapi dengan hadirnya virus ini ditengah-tengah kita, semua kegiatan diberlangsungkan secara Online, orang yang bekerja di kantor menerapkan sistem Work From Home (WFH), komunikasi yang awalnya berlangsung secara alami yang dimana bisa dilakukan secara tatap muka menjadi hal yang sangat sulit dilakukan ketika virus ini ada.

Tidak hanya dari beberapa sektor yang telah disebutkan sebelumnya, sektor pendidikan juga mengalami perubahan, di mana pendidikan yang dilakukan di sekolah menjadi terhalang dan di larang untuk melakukan pembelajaran di sekolah secara langsung. Pendidikan adalah hal yang sangat penting bagi seseorang. Melalui proses pendidikan dengan metode pembelajaran, peserta didik dapat mengembangkan potensi dirinya agar bisa paham, mengerti dan mambuat manusia lebih kritis dalam berfikir. Dengan pendidikan pula seseorang bisa mencapai taraf hidup untuk kemajuan lebih baik.

Oleh sebab itu, seorang pendidik di tuntut untuk bisa mengimplementasikan ilmu yang ia miliki beriringan dengan sistem Online yang dilakukan sekarang ini. Pendidik yang memiliki usia yang masih cukup muda pastinya tidak akan kesulitan dalam melakukan pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran Online yang sudah ada, seperti Classroom. Bagi pendidik yang memiliki usia yang sudah cukup tua, media pembelajaran Online dengan menggunakan aplikasi Classroom ini tentunya mengalami kesulitan dalam menjalankan tools-tools yang ada.

Hal tersebut membuat profesi seorang pendidik dituntut untuk tidak hanya bisa dalam memberikan pembelajaran kepada siswa-siswanya, mereka harus bisa menjalin komunikasi yang efektif agar bisa para siswa mengerti dan paham akan apa yang di berikan oleh gurunya. Ini tentunya adalah suatu tantangan baru bagi dunia pendidikan di Indonesia, di mana secara umum pendidikan dilakukan secara langsung sehingga siwa berinteraksi secara langsung pula sehingga mereka bisa paham akan apa yang disampaikan oleh gurunya.

Pola komunikasi yang tepat akan menjalin hubungan antara siswa dan gurunya yang mana hal ini akan berpengaruh untuk ilmu yang dipelajari oleh para siswanya. Pendidik harus bisa menjalin komunikasi dua arah antara dirinya dan juga siswanya sehingga mereka paham akan apa yang disampaikan dan juga tau dengan siapa mereka belajar.

Komunikasi dua arah yang dilakukan tidak hanya sekedar komunikasi antara orang yang satu dengan yang lainya seperti halnya komunikasin yang terjalin oleh dua orang biasa. Komunikasi yang di lakukan adalah komunikasi yang bisa membuat anak-anak menjadi lebih paham, lebih mengerti, lebih memahami segala hal baru yang akan di pelajari. Mungkin jika dilakukan secara tatap muka, ini adalah hal yang mudah bagi pendidik, di mana ini adalah keseharian dan juga tugas seorang pendidik, tetapi dengan adalah nya hal baru dan dengan adanya new media yang dipakai dalam memberikan pengajaran kepada siswanya ini adalah tantangan baru juga bagi pendidik.

Jika kita melihat kondisi pendidikan di Indonesia selama masa pandemi ini, banyak hal baru yang terjadi, orang tua yang harus melengkapi fasilitas anaknya untuk belajar serta guru yang harus menambah wawasannya tentang media yang dipakai dalam mengajar dan menjalin komunikasi dengan siswanya.

Rintangan dan tantangan yang di hadapi tidaklah hanya oleh para pendidik saja, tetapi juga bagi para siswa yang menerima pengajaran, bahkan orang tua dan juga setiap lapisan masyarakat harus mampu menyesuaikan diri untuk tetap bisa bertahan dengan kondisi yang ada saat ini. Ketidakmampuan dan ketidaksiapan pun menjadi faktor utama dari tantangan pembelajaran secara Online atau daring ini. Namun yang harus tetap diingat, walaupun ada kesulitan yang terjadi kita harus tetap bisa melakukan penyesuaian pembelajaran dengan metode Online ini, sehingga kedepannya bisa membuka kesempatan bagi masyarakat dan pemerintah untuk mewujudkan revolusi 4.0.


*Penulis merupakan mahasiswa program studi Ilmu Komunikasi yang sedang melaksanakan KKN DR UIN-SU, Kelompok 83

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Pola Komunikasi Pendidik di Era Pandemi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel