Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Di Tengah Pandemi Covid-19, Literasi Digital dan Etika Itu Penting


Oleh : Sadiah Fajrin

Tahun 2020 memang tahun yang menjadi rintangan bagi seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Kehadiran pandemi covid-19 ini mengobrak-abrik segala aspek yang ada di Indonesia di mulai dari ekonomi, kesehatan, bahkan pendidikan. Segala upaya telah dicoba oleh pemerintah, tenaga medis, dan masyarakat. Hingga campaign bertagar DiRumahAja dan Physical Distancing pun di anjurkan oleh pemerintah kepada seluruh masyarakat.

Hingga kini telah memasuki bulan ke-8 di tahun 2020, pandemi ini belum juga selesai, banyak masyarakat yang semakin lama semakin jengah, melihat berita setiap hari pun tak membuat hati menjadi tenang, segala kegiatan yang terpaksa harus dilakukan di rumah membuat rasa jenuh dan stress kerap kali menyerang.

Lalu hal yang menarik di tengah pandemi ini, tentu semua kalangan terutama kaum millenials semakin sering mengakses internet, menghabiskan waktu dengan berselancar di sosial media. Namun kadang banyak sekali kasus ditengah pandemi ini yang menimbulkan kontroversi, bahkan meningkatnya penyebaran berita hoax yang menghebohkan masyarakat.

Lalu hal apakah yang harus dilakukan oleh kita penikmat dunia yang serba digital kini? Jawabannya adalah literasi digital. Literasi digital sendiri bisa dipahami sebagai kemampuan atau kecakapan seseorang dalam mencari, mempelajari, dan memanfaatkan media digital serta alat-alat komunikasi atau jaringan dalam mengakses suatu informasi secara sehat, cerdas bijak dan sesuai dengan aturan hukum dalam berkomunikasi.

Singkatnya, literasi digital merupakan kemampuan kita dalam memanfaatkan digital dengan baik. hal ini tentu menjadi penting selama pandemi ini, karena lalu lintas internet di tengah pandemi sangat padat dan bisa dibayangkan jika setiap yang mengakses dunia digital ini mengabaikan literasi digital.

Munculnya hoax, berita yang tidak jelas keabsahannya yang ramai menghebohkan salah satu penyebabnya yaitu kurangnya literasi digital di kalangan penikmat dunia digital, sudah maraknya hoax dan diperparah dengan dengan mudahnya orang menyebarkan hal tersebut tanpa di saring dulu.

Hal itulah yang menjadikan alasan bahwa literasi digital itu sangat penting, banyak hal yang harus diperhatikan ketika kita masuk kedalam penikmat atau pengguna media sosial. Etika bersosial media juga menjadi penting, kurang pahamnya akan literasi digital membuat banyak kaum millenial lupa akan etika yang telah diatur dalam UU No.19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), ada lima pasal yang mengatur etika bermedia sosial. Yakni pasal 27 sampai pasal 30.

Namun, hendaklah kita berfikir ulang, mendewasakan diri kita dalam hal bersosial media, pada masa sulit yang saat ini sedang dihadapi tentu kita sadar bahwa rasa bosan dan stress memang menyerang tanpa ampun tapi lagi-lagi mari kita untuk terus melakukan hal baik walaupun hanya di rumah saja.

Etika merupakan hal yang krusial dalam apapun, dalam kehidupan nyata maupun dalam kehidupan di media sosial, hendaknya masyarakat terutama kaum millenial yang menghabiskan waktunya di sosial media paham betul akan literasi digital dan etika. Jangan berkomentar dengan niat menyakiti, jangan menjatuhkan seseorang dengan niat agar rasa bosan hilang, jangan asal menyebarkan berita yang viral tanpa mengecek kebenarannya terlebih dahulu.

Sudah cukup kekacauan yang terjadi karena pandemi ini, jangan diperburuk lagi dengan sikap kita yang se-enaknya di media sosial. Biarlah garda terdepan mengeluarkan senjata dan berperang melawan covid-19 untuk menyembuhkan para pasien. Dan biarlah kita sebagai kaum mileniall sebagai pasukan yang mendorong moral dengan mengisi kegiatan lain yang mungkin bisa memberikan efek yang lebih bermanfaat oleh masyarakat, dengan membuat postingan positif, semangat dan tebar kebaikan terus. Kita jadikan media sosial sebagai ladang kebaikan, sebagai senjata terbaik kita untuk melawan pandemi, bukan justru menjadi kubangan yang membawa kondisi ini menjadi lebih buruk.

*Penulis merupakan mahasiswi program studi Ilmu Komunikasi yang sedang melaksanakan KKN DR UIN-SU, Kelompok 70
Tri Ayu @triayunst
Tri Ayu @triayunst Hello, I am writer of the Pojokata site. My name is Tri Ayu (Instagram @triayunst). I am a writer who has produced 6 books such as scholarship books, poetry, and novels. I am also an SEO Writer who has experience in displaying dozens of articles on the main page of the Google search engine. I love photography, videography, product reviews, beauty & lifestyle, cooking, finance, technology, etc. I am also an Content Creator and Blogger with experience in creating content. You can collaborate with me by contacting my Instagram or email triayunst.id@gmail.com. Come on, build partnership and let's be friends with me!

Posting Komentar untuk "Di Tengah Pandemi Covid-19, Literasi Digital dan Etika Itu Penting"