Negara Udah New Normal Saja, Kamu Sudah Siap Belum?

 Oleh: Selvita Zentami

Sudah berbulan-bulan wabah pandemi corona ini menghantam hampir banyak negara. Salah satunya adalah Indonesia. Berbagai macam bentuk pecegana dilakukan masing-masing negara. Bahkan sejumlah negara pun memberlakukan lockdown demi menyelamatkan negaranya dari serangan virus corona. Hal yang serupa juga dilakukan Indonesia demi mencegah penularan wabah ini. Salah satunya dengan menerapkan PSBB. Berbagai macam himbauan dari Pemerintah mulai dari imbauan bekerjar dari rumah, belajar dari rumah, menjaga jarak, wajib menggunakan masker ketika beraktivitas di luar pun sudah dilakukan. Namun hasilnya wabah pandemi Covid-19 ini terus meningkat dan semakin banyak korban yang berjatuhan akibat keganasan virus ini. Kini penyebaran virus ini telah banyak mempengaruhi kehidupan manusia.

Mulai dari perekonomian negara yang menjadi tidak menentu, banyaknya pengangguran, sepinya pengunjung di berbagai macam tempat wisata, banyaknya usaha yang terancam bangkrut serta dampak-dampak lainnya. Baik masyarakat dari kelompok bawah sampai menengah ke atas ikut merasakan dampaknya. Banyak pakar ilmuwan yang sudah memprediksi kapan berakhirnya virus ini. Namun nyatanya wabah ini masih terus mengintai dan tidak ada yang tahu pasti kapan wabah ini berakhir. Bisa dibilang banyak orang yang tidak sanggup jika terus-terusan berdiam diri di rumah tanpa bekerja. Apalagi sudah kebutuhannya makhuk hidup itu butuh makan. Tanpa makan kehidupan tidak ada. Maka tak heran banyak pedagang kaki lima ataupun pedagang lainnya menjerit semenjak keberadaan virus ini. Mulai dari merasakan sepinya pembeli sampai toko dipaksa tutup karena memaksa membuka toko pada saat masa PSBB. Pengeluaran negara pun semakin meningkat semenjak menangani virus ini. Mau tidak mau kita dipaksa berhemat dan menjaga kestabilan keuangan.  Akibat dari banyaknya dampak yang semakin terasa, Pemerintah mengganti imbauan yang mulanya kebijakan berdiam diri di rumah kini sudah beralih menjadi seruan untuk berdamai dengan virus corona. Sebut saja istilahnya “New Normal”.

New Normal sendiri diartikan sebagai tatanan baru hidup masyarakat dengan menerapkan protokol kesehatan.Bisa dibilang New Normal diperbolehkannya orang untuk menjalankan aktivitas namun tetap mengikuti protokol kesehatan. Dalam artian lain kegiatan ekonomi maupun sektor-sektor bidang lainnya diperbolehkan kembali dibuka tetap menjalankan sejumlah protokol kesehatan yang berlaku. Namun nyatanya kian hari kasus korban virus ini semakin bertambah. Berbagai macam tempat umum Mall- Mall,tempat wisata dan tempat-tempat umum lainnya sudah kembali dibuka membuat kasus semakin terus bertambah. Nyatanya masih ada orang yang sulit menerapkan protokol kesehatan. Bisa kita lihat di jalanan sana tidak semua orang memakai masker. Lantas apakah makna “New Normal”sudah dimengerti orang banyak ? Karena baik sebelum diberlakukannya “New Normal” maupun sebelum diberlakukannya bisa kita lihat pertumbuhan kasus tetap terjadi. Kalau sudah begini apakah negara kita sudah siap “New Normal”. Atau apakah kitanya saja yang belum siap dengan pemberlakukaan “New Normal”? Nah untuk menyiapkan diri menyambut masa “New Normal” tidak ada salahnya mengetahui hal-hal yang perlu diingat di masa “New Normal” sekarang ini. 

1. Meskipun sudah diperbolehkannya beraktivitas di luar, tetap melakukan jarak jarak ya teman-teman terutama di tempat ramai ya.

2. Biasakanlah untuk selalu cuci tangan sehabis menyentuh barang apapun dan jangan sampai menunggu tangan kotor baru mencuci tangan.

3. Wajib kemana-mana membawa hand sanitizer, karena tidak semua tempat menyediakan tempat pencuci tangan jadi untuk mengantisipasi itu perlunya kita membawa hand sanitizer terutama ketika kita naik kendaraan umum.

4. Salah satu penularan paling rentang berada di tempat umum, untuk itu perlunya membeli kebutuhan kita sehari-hari untuk jangka waktu satu minggu ke depan atau bahkan satu bulan agar tidak perlu bolak-balik untuk belanja.

5. Lebih mengutamakan berbelanja online selagi memungkinkan ataupun mencari toko yang tidak terlalu padat pengunjung.

6. Sebisa mungkin hindarilah keramaian dan lebih meningkatkan kewaspadaan jika bepergian, terutama untuk kaum lansia.

7. Wajib menggunakan masker meskipun tidak sedang sakit masker, selalu digunakan

8. Khusus untuk lansia usahakan jika tidak ada yang kepentingan mendesak tidak perlu bepergian. Jika pun bepergian sebisa mungkin hindarilah tempat yang ramai.

Selain point-point di atas ada sejumlah perubahan yang terjadi akibat wabah ini. Perubahan-perubahan itu seperti meja kasir yang sudah dihiasi dengan tirai plastik yang sebelumnya kalau kita perhatikan sebelum wabah ini menyebar pemandangan meja kasir tidak ada yang memakai tirai plastik. Hal ini mau tidak mau harus mampu kita beradaptasi dengan sejumlah perubahan-perubahan itu. Di sisi lain kita harus menjaga kesehatan jiwa dan mental kita. Mengingat di masa pandemi ini sebuat menjadi serba sulit. Mulai dari pendapatan yang tidak menentu hingga pengeluaran yang tidak menentu akibat semuanya serba online dikerjakan. Dengan kata lain kita harus bisa menikmati hidup dan menjalani hidup sebagaimana mestinya sambil tetap menerapakan prorokol kesehatan. Nah kalau sudah seperti ini pasti sudah tahu kan hal-hal yang harus diingat selama masa “New Normal” berlangsung? Yuk negara saja sudah siap menyambut “New Normal” nah kamunya kapan?

Jaga Kesehatan dan Tetap Tersenyum. Allah Selalu Menjaga Kita

*Penulis merupakan Mahasiswi program studi Hukum Tata Negara yang sedang melaksanakan KKN DR-UIN SU, kelompok 42

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Negara Udah New Normal Saja, Kamu Sudah Siap Belum?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel