Pahlawan Covid-19 Ada di Tengah-tengah Aktivitas Kita

 Oleh : Anidar Rahmi

Pahlawan merupakan sebuah sosok hebat yang memiliki jiwa penolong dan patriotisme tinggi dalam menghadapi situasi buruk. Rasa pejuang yang tinggi untuk membantu orang lain patut diacungi jempol karena seorang pahlawan mampu menyelamatkan hidup orang lain, bahkan rela mengorbankan dirinya sendiri. Rasa kemanusiaan dan nasionalisme yang lebih tinggi membuat pahlawan patut kita jadikan contoh dalam menghadapi situasi pandemic virus Covid-19 di negeri kita.

Dahulu, orang-orang menyebut pahlawan sebagai orang yang berperang melawan penjajah. Secara tidak sadar, saat ini orang-orang yang tengah berjuang melawan Covid-19 juga disebut sebagai pahlawan, loh. Coba perhatikan baik-baik orang-orang yang ada disekililng kita. Perhatikan bagaimana perjuangan pahlawan bekerja menerjang bahaya penyebaran Covid-19 bahkan rela mengorbankan diri sendiri demi menyelamatkan orang lain. Jasa pahlawan yang selalu berjuang di garda terdepan penanganan Covid-19 ini patut kita berikan apresiasi setinggi-tingginya. Berikut ini para pahlawan Covid-19 yang bisa kita jadikan contoh.

1. Pahlawan Medis

Para dokter dan petugas medis saat ini menjadi garda terdepan dalam melawan virus Covid-19. Dokter dan petugas medis patut disebut pahlawan berjasa menangani penyebaran Covid-19 di tanah air. Bahaya penyebaran virus Covid-9 menjadi ancaman besar bagi para medis ketika menghadapi pasien kasus Covid-19. Jumlah pasien positif yang terus bertambah membuat dokter dan petugas medis harus ekstra berhati-hati karena jika tidak memperhatikan APD (Alat Pelindung Diri), tidak menutupkemungkinan bahwa dokter atau tenaga medis juga ikut tertular. Bahayanya Covid-19 juga menyebabkan tenaga medis ikut gugur. Sejumlah dokter meninggal dunia saat menjalankan tugas karena ikut terpapar virus Covid-19.

Jika merujuk data terbaru dari Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) sebanyak 74 dokter meninggal akibat positif dan suspek Covid-19. Ada banyak faktor yang menyebabkan pahlawan medis gugur seperti belum memadainya APD, kelelahan, dan tidak terlepas dari faktor risiko yang dihadapi pahlawan medis. Demi kesehatan dan kesembuhan masyarakat, pahlawan medis rela bekerja siang dan malam sehingga banyak dari pahlawan medis yang terpapar Covid-19. Namun gugurnya para dokter tak menyurutkan keberanian para dokter dan petugas medis untuk terus menangani pasien Covid-19. Betapa besar perjuangan dari pahlawan medis yang rela siang dan malam bekerja, makan dan jam tidur yang kurang.

2. Relawan

Kasus Covid-19 yang tengah mewabah di negeri kita lantas tak hanya menjadikan kita pasrah tanpa perjuangan. Masih saja ada yang menganggap remeh penyebaran Covid-19 dengan melakukan aktivitas-aktivitas tanpa memperhatikan protokoler kesehatan. Jelas sekali ketika kita berjalan pasti kita akan menemukan setidaknya satu orang yang tidak memakai masker. Padahal aturan ini sudah disampaikan bahkan digadang-gadangkan oleh pemerintah lewat seruannya melalui iklan bahkan Sugus Tugas juga mengingatkan kepada masyarakat tentang protokoler kesehatan lewat sms yang bisa kita terima di ponsel.

Kita harus sama-sama sadar dan peduli akan keselamatan masyarakat Indonesia, bagi kalangan yang ingin membantu Indonesia namun bukan seorang dokter, tenaga medis, atau bekerja di pemerintahan, masih bisa menjadi pahlawan untuk ikut perang melawan Covid-19. Saat ini kebijakan-kebijakan dari pemerintah semakin mempermudah akses masyarakat yang ingin membantu negeri kita dalam menurunkan angka penyebaran Covid-19 lewat cara mudah menjadi relawan. Melalui situs Relawan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, jiwa-jiwa pahlawan tentu terpanggil untuk membantu Indonesia bersama-sama di garda terdepan membantu melawan pandemi Covid-19. Beberapa kali rektutmen relawan dibuka agar semakin banyak tangan-tangan dan jiwa penolong yang turut bekerja sama memerangi Covid-19.

Tugas yang bisa dilakukan para relawan diantaranya berperan aktif dalam menanggulangi penyebaran Covid-19 lewat langkah nyata diantara pemberian edukasi, melakukan tindakan pencegahan pereventif, menyalurkan bantuan sosial, dan beberapa relawan yang akan diberikan tugas di rumah sakit menjadi pahlawan medis. Perjuangan para relawan yang bahkan melakukannya secara sukarelawan adalah tindakan yang patut diacungi jempol. Betapa tidak? Para relawan bersedia meluangkan waktunya untuk membantu masyarakat dalam megendalikan laju penyebaran Covid-19 di tanah air. Tentunya, sifat-sifat seperti inilah yang disebut sebagai pahlawan.

3. Mahasiswa

Mahasiswa mempunyai ikatan status mengenyam pendidikan di perguruan tinggi yang diakui oleh masyarakat. Ada banyak kampus-kampus yang tersebar di Indonesia dan ini menunjukkan jumlah mahasiswa yang begitu banyak. Salah satu Tridharma Perguruan Tinggi adalah pengabdian kepada masyarakat. Adapun program yang bisa dilakukan mencakup aktivitas positif untuk masyarakat. Sebagai Mahasiswa yang diikat oleh Tridharma, sebaiknya mewujudkannya lewat kegiatan positif membantu Indonesia mencegah penularan Covid-19. Contoh nyata yang sudah dilakukan oleh pihak-pihak kampus yaitu dengan memberlakukan perkualiahan daring sehingga aktivitas dikampus sudah diminimalisir.

Ketegasan kampus dalam menyikapi pandemi Covid-19 tentunya bisa dilanjutkan oleh Mahasiswa. Sebagai Mahasiswa, kita bisa menjadi pahlawan dan mewakili masyarakat dengan beragam langkah dalam menghentikan Covid-19, diantaranya dengan memanfaatkan ponsel yang kita miliki dengan mencari tahu beragam informasi penting terkait Covid-19 kemudian menyebarkan informasi itu dengan video-video kreatif seperti iklan layanan masyarakat ke media sosial, membuat seminar terkait Covid-19, mengadakan penyuluhan secara online kepada pengguna media sosial, dan berbagai aktivitas lainnya dalam hal penyebaran informasi ke media sosial. Gunakan media sosial sebagai taring dalam menyampaikan informasi sesuai fakta bukan malah menyebar hoaks. Bantulah pemerintah memilah informasi hoaks yang beredar di media sosial dengan jari-jari peduli kita.

Betapa banyak program studi yang ada di Indonesia, tentunya hal ini bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Kemampuan Teknologi Informasi, desain, menulis, dan lain sebagainya bisa dipergunakan untuk membuat selebaran atau elektronik flyer dan dilengkapi dengan tulisan seputar pencegahan Covid-19. Anak muda yang dianugerahi dengan ide-ide cemerang tentu tak baik jika menyia-nyiakan kemampuan yang sudah dimiliki. Sudah saatnya Mahasiswa bergerak saling peduli dengan mengedukasi masyarakat tentang bahaya Covid-19 sehingga mampu bersama-sama melawan Covid-19.

Kalau dahulu, sebutan pahlawan identik dengan memegang senjata dalam menyerang penjajah maka saat ini kita bisa menjadi pahlawan untuk Indonesia walau tanpa senjata. Kita juga bisa ikut membantu menurunkan angka penyebaran Covid-19 lewat tindakan-tindakan sederhana di mana saja tak kenal waktu. Meskipun metode yang kita tempuh masing-masing berbeda dengan cara yang dilaksanakan oleh pahlawan medis, namun kontribusi kita sebagai anak mudah, Mahasiswa, dan masyarakat Indonesia dalam perang melawan Covid-19 tentu tidak dapat diabaikan. Berjuang bersama untuk peduli adalah kuncinya. Dengan kekompakan, yakinlah Covid-19 akan pergi dari negeri kita ini.

*Penulis merupakan mahasiswi program studi Administrasi Kebijakan Kesehatan yang sedang melaksanakan KKN DR UIN-SU, Kelompok 53

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Pahlawan Covid-19 Ada di Tengah-tengah Aktivitas Kita"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel