Resep Menabung di Masa Pandemi

Oleh : Yusnidar Pohan (NIM. 0503173238)
Dpl : Dra.  Misrah, MA

Bicara soal uang siapapun membutuhkan. Apalagi untuk melangsungkan hidup tidak ada yang namanya gratis. Semuanya membutuhkan biaya. Untuk mencukupi kehidupan, bekerja menjadi salah satu cara untuk dapat hidup layak. Meskipun begitu tidak semua orang yang bisa menjaga keungannya agar tetap stabil. Terlebih lagi sekarang kita tengah memasukin fase-fase sulit karena semenjak pandemi Covid-19 semua lapisan masyarakat baik dari kelompok bawah hingga menengah ke atas ikut merasakan dampaknya. Salah satu dampaknya yang kian terasa seperti di bidang ekonomi. Banyak perusahaan yang melakukan PHK  besar-besaran sehingga mengakibatkan banyaknya pekerja yang kehilangan pekerjaan. Hal ini sejalan dengan berita liputan 6, dilansir dari situs liputan6.com bahwasanya jumlah tenaga kerja yang terkena dampak virus  Covid-19 menyentuh angka 1,7 juta orang. Mengingat semenjak keberadaan wabah ini yang tidak tahu kita kapan pastinya wabah ini enyah, kita harus bijak-bijak dalam mengatur keuangan.

 Tidak sedikit orang yang banyak kehilangan pekerjaan akibat wabah ini. Bisa dibilang kalau kita tidak bisa berlaku hemat di masa pandemi ini, maka kita akan kesulitan bertahan hidup di masa pandemi ini. Tidak selamanya penghasilan kita akan stabil adakalanya kalau kita lengah sedikit dan ceroboh, bersiap –siap kita kantong kering sebelum waktunya. Walaupun penghasilan kita masih ada tidak ada salahnya mulai menabung mulai dari sekarang. Untuk kedepanya tidak ada yang bisa memprediksi kejadiaan apa kedepan yang menimpa kita. Sama halnya dengan wabah ini, tidak pernah kita bayangkan dunia akan diguncang sehebat ini oleh virus. Dunia menorehkan sejarah panjang untuk tahun ini. Untuk pertama kalinya orang mendekam di rumah bahkan bekerja dan belajar pun dikerjakan dari rumah.

Bisa dibilang dalam keadaan masa sulit seperti ini kita harus mencoba belajar menabung. Sebagaimana yang kita ketahui menabung dapat membantu kita untuk mempersiapkan masa depan. Serta dapat menyelamatkan kita dari himpitan hidup. Jika ada keperluanyang mendesak bisa dibilang memakan biaya yang cukup banyak, nah selama ada tabungan yang kita pegang, mudah bagi kita mengatasi masalah krisis keuangan tersebut. Karena menabung tidak hanya untuk orang pekerja kantoran saja. Bahkan dari kecil pun kita sudah dibiasakan menabung oleh orang tua. Hal sekecil apapun yang kita kerjakan tidak ada yang sia-sia. Berani bermimpi harus berani mewujudkannya. So mimpi itu bisa dijemput dari usaha-usaha yang kita lakukan. Salah satunya menabung dari sejak dini. Manfaat menabung selain menjauhkan kita terhadap utang piutang juga menjadikan diri kita sebagai pribadi yang hemat dan tidak mudah boros. Lalu bagaimana ya caranya kita menabung di tengah masa pandemi ini? Simak cara-cara menabung di masa pandemi Covid-19 di bawah ini ya!

Sisihkanlah Uang Sekecil Apapun Itu Untuk Ditabung

Sering kita dalam melakukan jual beli mendapat uang kembalian. Walaupun hanya sekadar uang receh bukan berarti kita membuang-buangnya dengan percuma. Sekecil apapun uang kembalian yang kita peroleh simpanlah dan tabunglah. Menabung itu ibaratnya sedang menimbun pasir. Awalnya pasirnya sedikit namun lambat laun pasir tersebut akan meninggi. Begitu juga dengan menabung. Mulanya hanya menabung uang logam seribu rupiah namun jika terus-terusan kita lakukan yang mulanya hanya sekeping uang logam akan menjelma menjadi uang ratusan rupiah. Jadi jangan sepelekan uang logam yah teman-teman.

Jangan Terlalu Boros Dalam Berbelanja

Menabung tidak akan berhasil jika kita masih belum bisa memprioritaskan kebutuhan yang perlu dinomor satukan. Apalagi di zaman now semua orang mudahnya berbelanja. Tidak perlu panas-panasan keliling pasar untuk berbelanja. Saat ini banyak aplikasi belanja online yang dapat kita gunakan. Hanya modal ponsel pintar dan kuota internet, hari ini orang dengan mudahnya berbelanja. Ringkas, cepat dan praktis salah satu keunggulan aplikasi belanja online ini. Dimana orang bisa bersantai-santai di rumah untuk bisa berbelanja dan tidak perlu repot-repot membawa barang belanja. Barang dihadirkan sampai di rumah. Keunggulan aplikasi inilah yang membuat orang untuk mulai belanja meskipun lewat online.

      Dilansir dari situs finance.detik.com, seseorang individu dapat berbelanja secara online bisa sebanyak tiga sampai lima kali dalam kurun waktu satu bulan serta menghabiskan pendapatan mereka sebanyak 15% dari pendapatan bulanan hanya untuk sekadar belanja. Berdasarkan hal ini telah terjawab sudah belanja online dapat menarik perhatian banyak orang.  Belum lagi semenjak semuanya serba di rumah yakni melakukan kegiatan bekerja dari rumah maupun belajar dari rumah. Membuat banyak orang tidak mungkin dapat menghindari lagi pemakaian ponsel pintar. Bisa dibilang semenjak masa pandemi membuat penggunaan ponsel semakin meningkat. Hampir semua kalangan dari anak-anak hingga orang dewasa sudah menggunakan ponsel. Bahkan anak-anak sekolah pun sekarang baru bisa belajar kalau ada smartphone. Belum lagi diskon besar-besaran di aplikasi belanja online yang membuat banyak orang tergoda untuk sekedar singgah di aplikasi ini.

Kemajuan tekhnologi tidak bisa kita hindari. Meskipun begitu kita harus menjadi orang yang bijak dalam mengatur keuangan. Selagi barang yang kita inginkan itu tidak terlalu penting maka enyahkanlah keinginan untuk membeli barang tersebut. Kalau diri saja sudah dibiasakan selalu menuruti segala keinginan, bagaimana mau menabung ? Yang ada uang kita akan terbuang cuma-Cuma hingga baru menyesal di kemudian hari. Jadi teman-teman jadilah pengguna aplikasi belanja yang bijak. Jangan semua keinginan harus dituruti. Kalau bisa pun batasi diri terlalu sering melihat-lihat barang di aplikasi online. Karena tak jarang terlalu berlebihan dalam menggunakan ponsel akan merugikan diri kita. Pekerjaan bisa tak dihiraukan dan uang keluar semakin tak terkendali jika tak cerdas dalam belanja.

Mencari Penghasilan Tambahan

Melakukan semua kegiatan di rumah bagi orang yang terbiasa aktif di luar rumah adalah suatu hal yang membosankan. Namun ini semua tidak berarti bagi orang yang tetap produktif dimanapun dia berada. Bagi orang yang produktif meskipun bekerja di rumah, tidak akan menghambat orang tersebut untuk bekerja maupun bekarya. Karena baginya mau bekerja dari rumah maupun diluar patut disyukuri. Selama dapat menghasilkan uang mengapa harus mengeluh ? Diluar sana bisa kita lihat, tidak semua orang merasakan nikmatnya gaji sendiri. Meskipun demikian, teman-teman wajib bersyukur. Memang awalnya membosankan, namun sebenarnya ada sejuta manfaat yang bisa kita rasakan semenjak bekerja dari rumah. Adapun manfaat itu yakni tersedianya waktu luang yang banyak. Mungkin sebelum wabah pandemi ini menyerang dunia, kita tidak memiliki banyak waktu untuk melakukan hobi kita. Nah disinilah kesempatannya. Ada banyak hobi yang jika terus diasah terus-terus menerus akan mendatangkan pundi-pundi uang.

Contohnya saja dari hobi menulis. Jika hobi ini semakin didalami dan dilatih terus menerus akan mendatangan uang. Lewat skill menulis yang kita miliki, kita bisa menjadi penulis lepas baik di media online maupun cetak. Apalagi kita hidup di zaman serba tekhnologi sekarang ini, dengan mudahnya kita bisa mengikuti lomba menulis maupun mengirim tulisan lewat email. Ada banyak diluar sana penulis web yang dibayar karena keberhasilannya meracik tulisan menjadi tulisan yang indah sehingga enak dibaca orang. Untuk itu selagi punya banyak waktu di rumah, tidak ada salahnya untuk kita mencoba mengasah hobi yang mungkin selama ini terpendam. Jadi hasil dari hobi tersebut dapat kita tabung uangnya teman-teman. Nah kalau sudah lama-lama kita meningkatkan skill kita, uang pun akan mengejar kita.


*Penulis merupakan mahasiswa program studi Perbankan Syariah  yang sedang melaksanakan KKN DR UIN-SU, Kelompok 53 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Resep Menabung di Masa Pandemi "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel